Statistik Lini Serang Man United: Trio Matheus Cunha - Bryan Mbeumo - Benjamin Sesko Mulai Menjanjikan

Ari Prayoga | 20 April 2026 17:14
Statistik Lini Serang Man United: Trio Matheus Cunha - Bryan Mbeumo - Benjamin Sesko Mulai Menjanjikan
Matheus Cunha merayakan gol pembuka bersama rekan satu tim dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, 19 April 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Manchester United mulai menemukan secercah harapan di lini depan setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Chelsea di Stamford Bridge. Hasil ini bukan hanya penting dari sisi poin, tetapi juga memberi sinyal bahwa kombinasi lini serang tertentu bisa menjadi jawaban atas tumpulnya produktivitas tim belakangan ini.

Di bawah arahan Michael Carrick, pencarian formula terbaik di sektor penyerangan memang masih terus berlangsung. Sejak kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham pada akhir Januari, Setan Merah kesulitan mencetak gol dalam jumlah besar. Tercatat, hanya sekali mereka mampu mencetak lebih dari dua gol dalam satu laga, yakni saat menundukkan Aston Villa 3-1.

Advertisement

Situasi tersebut membuat Carrick terus bereksperimen. Dalam tiga pertandingan terakhir saja, ia sudah mencoba tiga kombinasi lini depan yang berbeda. Saat menghadapi Chelsea, ia menurunkan trio Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko. Sebelumnya, kombinasi berbeda juga dicoba saat melawan Leeds United dan Bournemouth.

Menariknya, kemenangan atas Chelsea justru lahir dari salah satu nama dalam trio tersebut. Gol tunggal Matheus Cunha menjadi penentu kemenangan, sementara Amad yang sebelumnya kerap dipercaya harus memulai laga dari bangku cadangan.

1 dari 3 halaman

Kombinasi Cunha, Mbeumo, dan Sesko

Kombinasi Cunha, Mbeumo, dan Sesko

Duel perebutan bola Matheus Cunha dan Malo Gusto dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, 19 April 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Meski demikian, kombinasi Cunha, Mbeumo, dan Sesko sejatinya bukan sesuatu yang sering terlihat musim ini. Ketiganya baru enam kali dimainkan bersama sebagai starter sepanjang 2025/2026, terbagi rata di era Carrick dan pelatih sebelumnya, Ruben Amorim.

Dari enam laga tersebut, Manchester United meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Rinciannya termasuk kemenangan atas Chelsea (1-0), Crystal Palace (2-1), dan Brighton (4-2), serta hasil imbang melawan Nottingham Forest (2-2). Sementara tiga kekalahan datang saat menghadapi Newcastle United, Brentford, dan satu laga tandang lainnya.

Menariknya, empat dari enam pertandingan tersebut dimainkan di kandang lawan. Sebelum kemenangan di Stamford Bridge, United bahkan sempat gagal menang dalam tiga laga tandang sebelumnya saat menggunakan trio ini.

Hal ini bisa saja dianggap sebagai anomali statistik. Namun demikian, performa saat menghadapi Chelsea membuka peluang bahwa kombinasi ini layak diberi waktu lebih untuk berkembang.

Salah satu faktor yang turut disorot adalah performa Amad yang belum kembali ke level terbaiknya. Sejak Carrick mengambil alih tim, pemain muda tersebut belum mencatatkan gol, sehingga wajar jika posisinya mulai tergeser.

2 dari 3 halaman

Konsistensi Manchester United

Konsistensi Manchester United

Bruno Fernandes merayakan gol Matheus Cunha di laga Chelsea vs Manchester United, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Konsistensi tampaknya menjadi kunci yang kini dibutuhkan Manchester United. Terlalu sering mengubah komposisi lini serang bisa menjadi salah satu penyebab kurang tajamnya tim dalam mencetak gol.

Fakta bahwa trio Cunha, Mbeumo, dan Sesko mampu membawa kemenangan dalam dua laga kandang sebelumnya, melawan Brighton dan Crystal Palace, menjadi alasan tambahan untuk mempertahankan mereka sebagai starter.

Dengan jadwal berikutnya menghadapi Brentford di Old Trafford, Manchester United memiliki peluang besar untuk kembali meraih tiga poin. Jika Carrick berani mempertahankan komposisi yang sama, bukan tidak mungkin lini serang Setan Merah mulai menemukan ritme terbaiknya.

LATEST UPDATE