Sungguh Kejam jika Gelar Juara di Depan Mata Liverpool Sirna Begitu Saja
Ari Prayoga | 4 Mei 2020 05:25
Bola.net - Penjaga gawang Tottenham, Hugo Lloris menyebut bakal terasa kejam bagi Liverpool jika mereka tak dinobatkan menjadi jawara Premier League musim ini.
Liverpool kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 25 angka dari Manchester City. The Reds tinggal membutuhkan dua kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara musim ini.
Namun, liga kini tengah dihentikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut akibat pandemi virus Corona yang saat ini tengah dialami seluruh dunia, termasuk Inggris.
Banyak yang mendukung Liverpool tetap dinobatkan sebagai juara andai liga dilanjutkan atau tidak. Namun, tak sedikit pula yang menganggap musim ini harusnya dibatalkan.
Harapan Hugo Lloris
Dua liga top Eropa, yakni Eredivisie Belanda dan Ligue 1 Prancis sudah mengumumkan bahwa musim ini resmi berakhir. Di Belanda, tak ada juara yang ditetapkan, sedangkan PSG dinobatkan menjadi jawara Ligue 1.
Baru-baru ini klub-klub Premier League kabarnya berencana untuk melanjutkan kompetisi mulai Juni mendatang. Namun, rencana ini tetap harus menunggu persetujuan dari pemerintah.
Lloris pun berharap agar kompetisi tidak berakhir lebih dini. Ia merasa keputusan tersebut bakal sangat menyakitkan bagi Liverpool yang tengah menanti gelar liga pertama mereka dalam 30 tahun terakhir.
"Kita tengah berada dalam situasi di mana semuanya ingin mengakhiri musim dan mendapat hasilnya di lapangan," ujar Lloris kepada L'Equipe.
"Akan menyakitkan jika semuanya berakhir seperti itu sembilan hari sebelum akhir Premier League. Juga akan terasa kejam bagi Liverpool dengan keunggulan poin yang mereka miliki. Mereka hampir menjadi juara," tambah Lloris.
"Sama seperti semua orang, akan terasa ada urusan yang belum selesai. Selain itu, kita tengah memasuki periode paling menyenangkan, momen paling indah dalam sebuah musim. Tak seorang pun yang ingin berakhir seperti ini," tukasnya.
Pendapat Hugo Lloris
Lebih lanjut, Lloris juga mengakui bahwa opsi memainkan laga tanpa penonton terasa kurang ideal baginya, meski sejauh ini opsi inilah yang kemungkinan besar bakal diambil.
"Akan terasa aneh apa pun yang terjadi. Sepak bola bukanlah olahraga yang digelar secara tertutup. Tanpa penonton, sepak bola bukanlah cabang olahraga yang sama," tutur Lloris.
"Saya tak melihat sepak bola dengan cara seperti ini. Kita semua di sini untuk berkumpul, membagikan emosi kita. Kita semua ingin stadion yang penuh, dengan atmosfer, fans, warna-warni dan nyanyian. Namun di sini, kita harus menyesuaikan kondisi," lanjutnya.
"Ada masalah ekonomi yang harus dipahami di level klub dan federasi. Semuanya harus menemukan kompromi yang tepat antara kesehatan di atas segalanya dan keinginan untuk mengakhiri musim," tandasnya.
Sumber: L'Equipe
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20












