Tak Ingin Pergi, Gabriel Jesus Memohon Perpanjangan Kontrak di Arsenal: Tuhan Menyelamatkan Hidup Saya

Editor Bolanet | 20 Januari 2026 08:14
Tak Ingin Pergi, Gabriel Jesus Memohon Perpanjangan Kontrak di Arsenal: Tuhan Menyelamatkan Hidup Saya
Pemain Arsenal, Gabriel Jesus, merayakan gol keempat timnya dalam pertandingan Liga Inggris melawan Aston Villa, Rabu (31/12/2025). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Gabriel Jesus secara terbuka mendesak manajemen Arsenal untuk segera memperpanjang masa baktinya di Emirates Stadium. Penyerang asal Brasil ini menolak menyerah meski kariernya di London Utara kerap dihantui mimpi buruk cedera.

Kontrak Jesus bersama The Gunners sejatinya baru akan berakhir pada 2027. Namun, dengan durasi yang tersisa kurang dari 18 bulan, spekulasi mengenai masa depannya mulai memanas, termasuk rumor ketertarikan dari klub raksasa Brasil, Palmeiras.

Advertisement

Alih-alih pulang kampung, mantan bintang Manchester City ini justru menegaskan komitmennya untuk bertahan di skuad asuhan Mikel Arteta. Ambisinya masih menyala: memenangkan trofi besar bagi Meriam London.

Sejak mendarat dari City pada 2022, perjalanan Jesus memang tidak mulus. Ia telah melewatkan lebih dari 70 pertandingan akibat berbagai masalah fisik, termasuk cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang memaksanya menepi hampir sepanjang tahun lalu.

Kini, setelah kembali merumput pada Desember dan menunjukkan performa impresif dalam beberapa pekan terakhir, Jesus merasa siap membayar kepercayaan klub. Ia mengakui bahwa jalan menuju pemulihan bukanlah hal yang mudah.

1 dari 3 halaman

Pergumulan Batin di Ruang Perawatan

Pemain berusia 28 tahun itu tak menampik adanya keraguan mental saat berjuang melawan cedera panjang. Tekanan ekspektasi publik untuk mencetak gol sempat membebaninya, namun ia memilih untuk berserah diri.

"Dalam tiga bulan pertama, saya memiliki banyak keraguan di kepala saya, dan kemudian saya bisa lebih fokus pada apa yang Tuhan inginkan dari saya," ungkap Jesus merefleksikan masa-masa sulitnya bulan lalu.

Ia melanjutkan curahan hatinya mengenai betapa berartinya bisa kembali menyentuh bola.

"Semua orang mengharapkan saya mencetak gol, dan tentu saja saya ingin mencetak gol. Saya punya beberapa peluang, tapi bahkan dengan itu, saya sangat bahagia dan senang," tuturnya.

Jesus menggambarkan momen kembalinya ke lapangan sebagai sebuah anugerah setelah 11 bulan bergelut dengan rasa takut akan keterbatasan fisik.

"Hanya untuk berjalan keluar dan bermain dengan teman-teman, saya sangat senang. Saya merasa lebih dari siap. Jadi, saya di sini untuk mengatakan bahwa Tuhan menyelamatkan hidup saya," imbuh Jesus dengan emosional.

2 dari 3 halaman

Hasrat Besar yang Tertunda

Secara statistik, kontribusi Jesus masih terbilang positif meski waktu bermainnya terpotong. Ia telah tampil 107 kali untuk Arsenal dengan torehan 27 gol dan 21 asis. Musim ini, ia mencatatkan 11 penampilan dengan kontribusi dua gol saat Arsenal tengah memuncaki klasemen Premier League.

Namun, Jesus merasa belum memberikan segalanya. Ia menyadari bahwa dari empat musim statusnya sebagai pemain Arsenal, hanya separuhnya ia benar-benar fit.

"Ini adalah musim keempat saya di Arsenal dan sayangnya saya mungkin (hanya) bermain satu setengah atau dua musim, dan sisanya dengan cedera," akunya jujur.

Situasi ini adalah anomali bagi kariernya yang sebelumnya relatif bersih dari cedera serius.

"Itu tidak pernah terjadi pada saya sebelumnya, tetapi terjadi di sini, saya tidak tahu mengapa. Target pertama saya adalah menjadi sehat mulai sekarang hingga akhir musim," tegasnya.

Karena itulah, ia berharap manajemen memberinya waktu lebih lama untuk membuktikan diri dan menuntaskan misinya.

"Dan jelas, seperti yang saya katakan sebelumnya, keinginan saya adalah bertahan di Arsenal. Saya juga punya kontrak. Saya ingin memperpanjang kontrak saya, saya ingin bertahan, saya ingin memenangkan trofi bersama Arsenal karena saya datang ke sini dengan tujuan dan hanya itu," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Membela Viktor Gyokeres

Tak hanya memikirkan nasibnya sendiri, Jesus juga pasang badan untuk rekan setimnya, Viktor Gyokeres. Striker yang didatangkan dari Sporting CP dengan mahar awal £55 juta (sekitar Rp1,1 triliun) ini sedang menjadi sorotan tajam karena produktivitasnya yang macet.

Gyokeres, yang mencetak 97 gol sensasional dalam 102 laga di Portugal, baru mengemas delapan gol dalam 26 penampilan bersama Arsenal. Kritik pun mulai berdatangan untuk pemain internasional Swedia tersebut.

Sebagai sesama penyerang, Jesus memahami betul beban berat yang dipikul Gyokeres dan meminta publik untuk melihat kontribusi sang pemain lebih luas dari sekadar angka di papan skor.

"Vik adalah pemain yang luar biasa. Dia adalah striker yang bisa mencetak gol setiap saat, di setiap menit," puji Jesus membela rekannya.

Jesus menekankan bahwa posisi sulit yang dialami Gyokeres pernah ia rasakan juga, dan dukungan tim adalah kunci kebangkitannya.

"Saya pernah berada di posisi Vik sekarang, dan itu tidak mudah. Tapi saya yakin semua orang di sini, tidak hanya pelatih dan staf, para pemain juga, akan mendukungnya dan memberinya keyakinan bahwa dia ada di sini untuk membantu kami," tandasnya.

Ia menutup pembelaannya dengan menyoroti etos kerja Gyokeres yang sering luput dari perhatian.

"Dia sudah banyak membantu. Dan di setiap pertandingan dia membantu dengan sesuatu, (selain) terkadang tidak mencetak gol, tetapi dia membantu dengan pergerakan lain atau bertarung untuk memenangkan pertandingan," tutup Jesus.

LATEST UPDATE