Tiga Aspek Penting Menurut Solskjaer Agar MU Bisa Cetak Gol
Editor Bolanet | 6 Februari 2019 03:32
Bola.net - - Jumlah gol yang diciptakan oleh Manchester United meningkat sejak Ole Gunnar Solskjaer hadir di kursi kepelatihan. Dan menurutnya, ada tiga aspek yang harus dipenuhi jika para pemain The Red Devils ingin mencetak gol.
Performa Manchester United mengalami peningkatan drastis dalam 10 pertandingan terakhir. Sejak menang telak atas Cardiff City di bulan Desember lalu, total sudah 25 gol yang telah dibukukan oleh Paul Pogba dkk di semua kompetisi.
Melonjaknya jumlah tersebut tak lepas dari andil Solskjaer selaku pengatur strategi The Red Devils. Berkat itu juga, Manchester United berhasil menuai sembilan kemenangan dan hanya mendapatkan hasil imbang satu kali.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Tiga Aspek Penting
Solskjaer pun tak sungkan untuk mengungkapkan sedikit rahasia dari kebangkitan bekas klubnya tersebut pada musim ini. Ia mengatakan ada tiga aspek yang harus dilakukan oleh para pemainnya untuk menyarangkan bola ke gawang lawan.
"Gol dicetak melalui serangan balik, bola mati, dan membongkar lawan saat mereka bermain terlalu dalam, jadi anda harus memiliki semua dari ketiga aspek itu," tutur Solskjaer dalam wawancara eksklusif bersama Sky Sports.
"Cara kami bermain dengan kecepatan serta tenaga, kami tak boleh lupa bahwa sejarah kami adalah bermain serangan balik, meskipun kami adalah salah satu tim yang ingin mendominasi permainan," tambahnya.
Butuh Serangan Balik
Solskjaer melanjutkan, bahwasanya bermain dengan serangan balik bukan karena penerapan strategi sepak bola yang negatif. Konsep serangan balik dalam pandangannya adalah mencuri bola dalam fase bertahan guna melancarkan serangan cepat.
"Bila sebuah tim bermain lebih dalam, kami butuh cara untuk bermain melawan tim seperti itu," sambungnya.
"Tetapi juga saat kami bertahan, kami bertahan untuk mendapatkan bola kembali guna melancarkan serangan balik cepat. Untuk menang, anda harus mengoper bola ke depan dan berlari," tandasnya.
Skema bertahan kerap kali terlihat dalam masa kepelatihan Jose Mourinho dulu. Hal tersebut diyakini publik telah mematikan talenta yang dimiliki oleh para pemain berbakat seperti Alexis Sanchez dan Paul Pogba.
Saksikan Juga Video Ini
Berita video insiden mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho, kepleset di lapangan hoki es sebelum pertandingan dimulai.
Baca Juga:
- Ada Andil Ibrahimovic dalam Kebangkitan Lindelof di MU
- Kluivert: Suksesor Suarez di Barcelona? Saya Pilih Rashford
- Soal Calon Juara Premier League, Guardiola Ogah Lupakan MU dan Chelsea
- Performa Bagus, McClaren Yakin MU Tak Akan Kesulitan Permanenkan Solskjaer
- Solskjaer Beber Alasan Gagal di Cardiff dan Sukses di MU
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gelandang Flop Manchester United Ditawarkan ke Juventus
Liga Italia 30 April 2026, 15:07
-
Manchester United Diminta Gasak Enzo Fernandez dari Chelsea
Liga Inggris 30 April 2026, 14:17
-
Dahlah! Manchester United Mulai Mundur dari Perburuan Elliot Anderson?
Liga Inggris 30 April 2026, 14:16
LATEST UPDATE
-
Inzaghi Kaget Inter Dikaitkan Skandal Wasit Serie A: Lebih Sering Dirugikan!
Liga Italia 30 April 2026, 19:19
-
Prediksi Osasuna vs Barcelona 3 Mei 2026
Liga Spanyol 30 April 2026, 19:17
-
Prediksi Arsenal vs Fulham 2 Mei 2026
Liga Inggris 30 April 2026, 18:26
-
Real Madrid Minta Tolong Toni Kroos untuk Rayu Jurgen Klopp?
Liga Spanyol 30 April 2026, 18:18
-
Link Live Streaming BRI Super League: Bhayangkara FC vs Persib
Bola Indonesia 30 April 2026, 18:01
-
Prediksi Como vs Napoli 2 Mei 2026
Liga Italia 30 April 2026, 17:52
-
Meski Minim Gol, Duel Atletico vs Arsenal Punya Daya Tariknya Sendiri
Liga Champions 30 April 2026, 17:47
-
Cristiano Ronaldo Menuju Gelar Liga Arab Saudi Pertama!
Asia 30 April 2026, 17:17
-
Luis Enrique Mantap Tolak Manchester United, Pilih Bertahan di PSG!
Liga Inggris 30 April 2026, 17:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20










