Torres: Saya Bagaikan Raja di Liverpool
Editor Bolanet | 29 Mei 2014 05:28
- Penyerang asal Spanyol, Fernando Torres, mengungkapkan bahwa ia merasa bagaikan seorang raja saat masih membela dulu. Ia juga membeberkan alasannya keluar dari Anfield.
Torres datang ke Liverpool pada tahun 2007. Ia pun langsung menjadi idola publik Anfield kala itu berkat kehebatannya di depan gawang lawan. Namun, ia seketika menjadi musuh banyak suporter The Reds saat memutuskan hijrah ke pada tahun 2011 lalu.
Striker yang berasal dari akademi klub Atletico Madrid ini pun akhirnya mengungkapkan alasan mengapa ia akhirnya merasa perlu untuk pindah dari Anfield, ke Stamford Bridge.
Di Liverpool, saya memiliki semuanya, kecuali titel juara. Di sana, saya merasa seperti seorang raja, namun, tim tersebut tengah mengalami kehancuran. Para direktur klub menjual Javier Mascherano ke Barcelona, dan kemudian Xabi Alonso ke Real Madrid, tanpa menginvestasikan uang penjualan itu untuk mengkompensasikan kepergian dua gelandang kunci tersebut, ungkapnya pada majalah Prancis, So Foot.
Umur saya saat itu 27 tahun, saya ingin tahu rasanya mengangkat trofi Liga Champions dan saya merasa bahwa hal itu tak bakal dapat terlaksana bila tetap bersama The Reds. Liverpool kemudian berada dalam masa transisi penuh, klub sedang dalam proses dijual dan dalam kasus itu, kecuali klub itu adalah Manchester City atau PSG, maka butuh waktu lama sebelum akhirnya tim tersebut bisa menjadi tim yang kompetitif lagi, beber Torres.
Penyerang berjuluk Il Nino itu sendiri akhirnya bisa merasakan nikmatnya meraih trofi Liga Champions pada tahun 2012 bersama Chelsea. [initial]
(mir/dim)
Torres datang ke Liverpool pada tahun 2007. Ia pun langsung menjadi idola publik Anfield kala itu berkat kehebatannya di depan gawang lawan. Namun, ia seketika menjadi musuh banyak suporter The Reds saat memutuskan hijrah ke pada tahun 2011 lalu.
Striker yang berasal dari akademi klub Atletico Madrid ini pun akhirnya mengungkapkan alasan mengapa ia akhirnya merasa perlu untuk pindah dari Anfield, ke Stamford Bridge.
Di Liverpool, saya memiliki semuanya, kecuali titel juara. Di sana, saya merasa seperti seorang raja, namun, tim tersebut tengah mengalami kehancuran. Para direktur klub menjual Javier Mascherano ke Barcelona, dan kemudian Xabi Alonso ke Real Madrid, tanpa menginvestasikan uang penjualan itu untuk mengkompensasikan kepergian dua gelandang kunci tersebut, ungkapnya pada majalah Prancis, So Foot.
Umur saya saat itu 27 tahun, saya ingin tahu rasanya mengangkat trofi Liga Champions dan saya merasa bahwa hal itu tak bakal dapat terlaksana bila tetap bersama The Reds. Liverpool kemudian berada dalam masa transisi penuh, klub sedang dalam proses dijual dan dalam kasus itu, kecuali klub itu adalah Manchester City atau PSG, maka butuh waktu lama sebelum akhirnya tim tersebut bisa menjadi tim yang kompetitif lagi, beber Torres.
Penyerang berjuluk Il Nino itu sendiri akhirnya bisa merasakan nikmatnya meraih trofi Liga Champions pada tahun 2012 bersama Chelsea. [initial]
Baca Juga:
- Torres Siap Bertarung Demi ke Brasil
- Torres: Tangani Costa, Spanyol Tak Ambil Resiko
- Del Bosque Isyaratkan Bawa Torres ke Brasil
- Walau Minim Gol, Mourinho Tetap Jamin Masa Depan Torres
- Torres dan Ba Dipertahankan, Eto'o Akan Tinggalkan Chelsea
- Mourinho Enggan Kritik Pemain Chelsea
- Kembali ke Atletico, Torres Merasa Luar Biasa
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wah! Andai Jadi Juara EPL, Gelar Arsenal Bisa Dipertanyakan
Liga Inggris 6 Maret 2026, 12:17
-
Absen di Dua Laga Terakhir Arsenal, Begini Update Cedera Martin Odegaard
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:45
LATEST UPDATE
-
Kalah dari Newcastle, Bukti Mental Juara MU Belum Cukup Oke
Liga Inggris 6 Maret 2026, 15:21
-
Inikah Calon Pengganti Manuel Ugarte di Manchester United?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 15:07
-
Situasi Memanas di Bernabeu: Arbeloa Terancam Jadi Korban Berikutnya
Liga Spanyol 6 Maret 2026, 14:59
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55















