Usai Juara Liga Europa, Kiper Chelsea Resmi Gantung Sepatu
Yaumil Azis | 1 Juni 2019 00:34
Bola.net - - Rob Green memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai pesepak bola bersama Chelsea. Kiper berumur 39 tahun itu terbilang cukup beruntung, karena berhasil menutup kiprahnya dengan medali juara Liga Europa di tangannya.
Di usianya yang semakin senja, Rob Green pun sudah jarang terlihat di atas lapangan. Bahkan sejak musim lalu, saat masih membela Huddersfield Town, ia tak pernah lagi diberi kesempatan untuk unjuk gigi di bawah mistar gawang.
Green jelas kalah saing dengan Kepa Arrizabalaga, yang direkrut dari Athletic Bilbao pada bursa transfer musim panas lalu. Di atasnya pun ada Willy Caballero, kiper asal Argentina yang hanya bermain sebanyak delapan kali di musim ini.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Perjalanan Green Sebagai Kiper
Karir Green di dunia sepak bola terbilang panjang. Ia bahkan sempat menjadi pilihan utama di Timnas Inggris dalam ajang Piala Dunia 2010 lalu. Sayangnya, satu kesalahan membuatnya harus rela menjadi penghangat bangku cadangan.
Green lebih sering bermain di klub yang lebih sering menghiasi papan tengah dan bawah Premier League, seperti Norwich, West Ham, QPR, dan juga Leeds. Ia sudah tampil sebanyak lebih dari 600 kali di semua kompetisi.
Segudang pengalaman itu tak membuat Maurizio Sarri selaku pelatih berniat untuk memberinya kesempatan merumput bersama Chelsea. Tapi, paling tidak, ia masih diperbolehkan untuk mengangkat trofi Liga Europa.
Gantung Sepatu
Kesempatan akan sulit didapatkannya, dan umurnya pun sudah semakin menua. Dengan pertimbangan itu, Green akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu dari dunia sepak bola.
"Menyusul malam indah di Baku pada hari Rabu [Kamis dini hari WIB], dan setelah 23 tahun berkarir, saya memutuskan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mengumumkan masa pensiun saya dari sepak bola profesional," tutur Green kepada situs resmi klub.
"Menjadi bagian dari klub dan perayaan dengan skuat berisikan pemain-pemain spesial usai memenangkan Liga Europa sepertinya cocok untuk mengakhiri perjalanan luar biasa saya," lanjutnya.
"Saya mencintai setiap momen dan merasa spesial karena bisa menikmati karir saya. Saya telah bermain, dan juga melawan, beberapa pemain terbaik di dunia dan mendapatkan pengalaman yang sangat banyak," tandasnya.
Baca Juga:
Analisis Andrea Pirlo: Masalah Chelsea Bukan di Pelatihnya
Terungkap, Andrea Pirlo Ternyata Nyaris Bergabung dengan Chelsea
Tumbang di Final Liga Europa, Pertahanan Arsenal Disebut Terlalu Bobrok
Eden Hazard Pamit Pergi, Chelsea Kebut Transfer Philipe Coutinho
Emerson Bisa Dipastikan Akan Bertahan di Chelsea Musim Depan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
LATEST UPDATE
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















