Zabaleta: Taktik Pellegrini Biang Kekalahan City
Editor Bolanet | 27 Agustus 2013 16:30
- Defender Manchester City, Pablo Zabaleta, menilai jika perubahan taktik yang dilakukan manajer Manuel Pellegrini menjadi penyebab kekalahan timnya atas Cardiff City.
Bertandang ke Cardiff City Stadium akhir pekan lalu, The Citizens dipaksa takluk dari tim promosi dengan skor 2-3. Sempat unggul melalui Edin Dzeko, tuan rumah membalikkan kedudukan melalui Aron Gunarsson dan brace Fraizer Campbell.
Sepasang gol Campbell terbilang cukup unik, karena tercipta melalui proses serupa dengan sisi sudut yang berbeda. Melalui crossing dari sepak pojok, striker 25 tahun itu sama-sama sukses menyundul bola ke dalam gawang.
Kala itu, Zabaleta bertugas untuk mengawal Campbell dengan metode man-marking. Sayang dua kegagalan tersebut nyatanya harus dibayar mahal. Akan tetapi, Zabaleta justru menilai perubahan taktik Pellegrini-lah yang menjadi penyebab kekalahan.
Dua gol dari bola mati bagi kami sungguh sulit. Semuanya berubah bagi kami, karena musim lalu kami menerapkan zona marking dan kini marking secara individu. Terkadang ini menyulitkan, tukas Zabaleta.
Meski begitu, bek kanan asal Argentina itu mengakui jika Campbell merupakan sosok yang piawai di udara. Selain itu, kemenangan tuan rumah juga dibantu dengan solidnya mereka merapatkan barisan sepanjang laga.
Campbell memang sangat kuat di udara. Mereka bertahan dan menutup ruang dengan baik, serta tidak memberi kami kesempatan untuk membuat banyak peluang. Pertahanan kami tidak cukup baik saat bola mati dan kami kalah.
Sementara satu gol City lainnya dicetak melalui sundulan striker baru, Alvaro Negredo. [initial] (dnw/atg)
Bertandang ke Cardiff City Stadium akhir pekan lalu, The Citizens dipaksa takluk dari tim promosi dengan skor 2-3. Sempat unggul melalui Edin Dzeko, tuan rumah membalikkan kedudukan melalui Aron Gunarsson dan brace Fraizer Campbell.
Sepasang gol Campbell terbilang cukup unik, karena tercipta melalui proses serupa dengan sisi sudut yang berbeda. Melalui crossing dari sepak pojok, striker 25 tahun itu sama-sama sukses menyundul bola ke dalam gawang.
Kala itu, Zabaleta bertugas untuk mengawal Campbell dengan metode man-marking. Sayang dua kegagalan tersebut nyatanya harus dibayar mahal. Akan tetapi, Zabaleta justru menilai perubahan taktik Pellegrini-lah yang menjadi penyebab kekalahan.
Dua gol dari bola mati bagi kami sungguh sulit. Semuanya berubah bagi kami, karena musim lalu kami menerapkan zona marking dan kini marking secara individu. Terkadang ini menyulitkan, tukas Zabaleta.
Meski begitu, bek kanan asal Argentina itu mengakui jika Campbell merupakan sosok yang piawai di udara. Selain itu, kemenangan tuan rumah juga dibantu dengan solidnya mereka merapatkan barisan sepanjang laga.
Campbell memang sangat kuat di udara. Mereka bertahan dan menutup ruang dengan baik, serta tidak memberi kami kesempatan untuk membuat banyak peluang. Pertahanan kami tidak cukup baik saat bola mati dan kami kalah.
Sementara satu gol City lainnya dicetak melalui sundulan striker baru, Alvaro Negredo. [initial] (dnw/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Transfer Sukses Mbeumo dan Cunha Jadi Cetak Biru Strategi Man Utd
Liga Inggris 5 Juni 2026, 04:56
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 5 Juni 2026, 21:36
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














