5 Alasan Mengapa Andrea Pirlo Layak Jadi Manajer Juventus
Serafin Unus Pasi | 9 Agustus 2020 09:00
Bola.net - Klub Serie A, Juventus tidak butuh waktu lama untuk menemukan pengganti Maurizio Sarri. Tim yang bermarkas di Turin itu resmi menunjuk Andrea Pirlo sebagai manajer baru mereka musim depan.
Kursi pelatih Juventus sempat kosong selama beberapa jam. Manajemen Si Nyonya Tua memutuskan memecat Maurizio Sarri setelah Cristiano Ronaldo dkk tersingkir dari Liga Champions.
Penunjukkan Pirlo sebagai manajer baru Juventus menimbulkan pro kontra. Meski sejauh ini memang lebih banyak yang kontra alias mempertanyakan keputusan ini.
Maklum, Pirlo memang tidak memiliki pengalaman melatih. Ia baru mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai seorang pelatih sekitar 10 hari yang lalu, di mana ia ditunjuk sebagai manajer Juventus U-23.
Minimnya jam terbang Pirlo di dunia kepelatihan ini menjadi kekhawatiran utama para Juventini. Namun kami melihat ada beberapa alasan kenapa Pirlo memang layak menjadi manajer Juventus.
Apa saja itu? Yuk intip di bawah ini.
Kenal Luar Dalam
Alasan pertama kenapa Andrea Pirlo layak menjadi manajer Juventus karena ia mengenal tim asal Turin itu luar dan dalam.
Ia tercatat menghabiskan empat tahun karirnya di Juventus dari tahun 2011-2015. Ia menjadi salah satu pemain yang membawa Juventus memenangkan Scudetto di tahun 2012, setelah sempat puasa selama sembilan tahun.
Selama empat tahun itu, Pirlo tahu betul mengenai selak beluk Juventus. Ia tahu seperti apa standard dan filosofi permainan Juventus.
Pengetahuan itu akan membantu Pirlo untuk bisa membentuk timnya sesuai dengan keinginan dan ekspektasi Juventini.
Pengalaman Bermain
Alasan kedua kenapa Andrea Pirlo layak menjadi manajer Juventus karena pengalaman bermainnya yang mentereng.
Seperti yang sudah diketahui, semasa karirnya Pirlo dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Ia memiliki kemampuan teknik di atas rata-rata dan juga visi permainan yang bagus serta kemampuan membaca permainan dengan baik.
Kemampuan membaca permainan ini menjadi salah satu modal yang berharga bagi Pirlo untuk menjadi seorang manajer. Meski memang, menjadi pemain bintang bukan berarti otomatis menjadi manajer yang hebat pula.
Mental Juara
Alasan ketiga mengapa Pirlo sangat layak menjadi manajer Juventus karena ia sudah terbukti memiliki mental juara.
Sepanjang karirnya, ia tercatat memenangkan banyak trofi bergengsi. Mulai total enam trofi Serie A, dua trofi Coppa Italia, dua trofi Liga Champions dan juga trofi Piala Dunia.
Mentalitas dan pengalaman juara ini akan sangat berguna bagi Pirlo untuk membantu Juventus mempertahankan dominasi mereka di Italia dan juga melebarkan dominasi mereka di Eropa.
Aura Bintang
Aura bintang adalah alasan keempat mengapa Andrea Pirlo sangat layak melatih skuat Juventus saat ini.
Sepanjang karirnya, Pirlo dikenal sebagai salah satu bintang besar dan juga gelandang terbaik dunia. Ia pernah satu tim dengan pemain-pemain terbaik dunia di masanya.
Dengan pengalamannya sebagai pemain bintang dan bermain dengan pemain-pemain bintang, maka ia tahu bagaimana cara menangani skuat bertabur bintang seperti yang dimiliki Juventus saat ini.
Tidak Perlu Keluar Biaya Ekstra
Alasan kelima kenapa Pirlo layak menjadi manajer Juventus karena Si Nyonya Tua tidak perlu keluar uang ekstra untuk mempekerjakannya.
Seperti yang sudah diketahui, 10 hari yang lalu, Juventus mengangkat Pirlo sebagai manajer Tim U-23 mereka. Jadi mereka hanya perlu melakukan penyesuaian kontrak untuk Pirlo.
Sementara jika seandainya Juve mengangkat katakanlah Simone Inzaghi, mereka harus menebus sejumlah mahar ke Lazio. Jadi penunjukkan Pirlo ini bisa menjadi perekrutan yang tepat guna oleh Juventus.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




