5 Pelajaran dari Duel Inter Milan vs AS Roma: Conte Main Aman, Bek yang Bikin Gol
Richard Andreas | 10 Januari 2021 22:59
Bola.net - Antonio Conte kembali diserang kritik usai Inter Milan hanya bermain imbang 2-2 pada kunjungan ke markas AS Roma, duel pekan ke-17 Serie A 2020/21, Stadio Olimpico, Minggu (10/1/2021).
Laga ini seharusnya bisa jadi milik Inter. Mereka tertinggal terlebih dahulu, tapi bisa berbalik unggul 2-1 di babak kedua. Namun, Antonio Conte memilih bermain aman, bukan memburu gol ketiga.
Conte membuat sejumlah pergantian pemain yang dikritik fans. Usai pergantian ini permainan Inter berubah, tempo menurun, kehilangan kontrol, dan akhirnya Roma bisa menyamakan kedudukan.
Hasil ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara. Inter masih di peringkat ke-2 dengan 37 poin, Roma satu setrip di bawahnya dengan 34 poin.
Setidaknya ada lima pelajaran yang bisa dipetik dari duel imbang grande partita kali ini. Scroll ke bawah yuk, Bolaneters!
Conte main aman
Inter lagi-lagi menunjukkan masalah yang sama. Mereka menggebrak terlebih dahulu tapi tidak bisa bikin gol, akhirnya justru kebobolan.
Setelah kebobolan barulah Inter meningkatkan tempo menggempur Roma dan bisa berbalik unggul 2-1. Seharusnya saat itu momentum dipegang Inter.
Sayangnya Conte mengambil keputusan lain. Dia meminta timnya bermain aman setelah unggul, tempo permainan Inter menurun, jadilah Roma berbalik melawan.
Seharusnya Inter mendapatkan momentum untuk mencetak gol ketiga dan menuntaskan pertandingan, tapi bukan itu yang terjadi.
Bek yang bikin gol
Inter punya dua striker top: Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez. Nahasnya, justru dua bek yang mencetak gol pada laga ini: Milan Skriniar dan Achraf Hakimi.
Lukaku masih bermain baik, tapi tidak mendapatkan banyak peluang matang karena kurang suplai dari lini tengah. Lautaro lebih buruk, beberapa kali mendapatkan peluang matang, tapi finishingnya mengecewakan.
Sebaliknya, nyawa Inter ada pada bek-bek sayap mereka musim ini. Hakimi tampil impresif, berani menusuk ke depan dan mencetak gol, tapi entah mengapa Conte menariknya.
Perjuangan Roma
Roma tidak terlalu diperhatikan musim ini, tapi performa mereka sebenarnya terbilang apik. Saat ini Roma ada di peringkat ketiga klasemen sementara.
Roma bisa unggul terlebih dahulu pada laga ini, sempat tertekan dan tertinggal, tapi bisa menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan. Ini membuktikan perjuangan Paulo Fonseca.
Musim ini kekuatan Roma terbagi rata. Setiap penyerang bisa mencetak gol, dan suplai dari lini tengah puh cukup untuk para penyerang.
Pergantian pemain ala Conte
Pergantian pemain Conte jadi sorotan, lagi-lagi dikritik. Dia mengganti banyak pemain ketika Inter unggul 2-1. Pergantian ini bermaksud mempertahankan skor, bukan menambah skor.,
Hakim ditarik untuk Aleksandar Kolarov, Lautaro ditarik untuk Ivan Perisic, dan Vidal digantikan oleh Roberto Gagliardini. Tiga pergantian pemain ini mengubah permainan Inter.
Akibatnya Nerazzurri kehilangan kontrol, membiarkan Roma membawa bola, dan akhirnya kebobolan gol kedua. Conte harus bertanggung jawab untuk hasil ini.
Kehilangan poin
Kedua tim berbagi poin pada laga ini, hasil yang adil. Namun, sebenarnya lebih terasa bak kekalahan bagi Inter.
Inter masih di peringkat ke-2 klasemen sementara dengan 37 poin, tapi selisih dengan AC Milan di puncak klasemen melebar jadi 3 poin. Untungnya musim masih panjang, masih ada banyak kejutan.
Inter pun menunjukkan masalah yang sama seperti laga-laga sebelumnya. Mereka butuh dicambuk untuk bermain apik dan mencetak gol.
Suplai bola untuk para penyerang pun minim, dan finishing Lautaro masih buruk.
Sumber: Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




