AC Milan, Fleksibilitas Sistem Permainan, dan Transformasi Taktik 3-2-5
Gia Yuda Pradana | 20 Agustus 2025 01:12
Bola.net - AC Milan mengawali musim 2025/26 dengan kemenangan 2-0 atas Bari di Coppa Italia. Hasil ini membawa Rossoneri lolos ke babak 16 besar dan menambah kepercayaan diri skuad.
Namun, perhatian bukan hanya pada skor akhir. Massimiliano Allegri memperlihatkan pendekatan taktik baru dengan formasi 3-5-2 yang bertransformasi menjadi 3-2-5 saat menyerang.
Eksperimen tersebut langsung memberi efek positif. Rafael Leao dan Christian Pulisic sama-sama mencatatkan nama di papan skor, membuktikan fleksibilitas sistem permainan baru Milan.
Pola Serangan yang Lebih Luas
Dalam penguasaan bola, Milan membentuk lini depan dengan lima pemain. Formasi 3-2-5 ini membuat Bari kesulitan menjaga area sayap.
Pulisic memainkan peran penting dengan menjaga lebar permainan. Hal itu membuka jalur untuk Youssouf Fofana bergerak masuk ke ruang kosong di half-space.
Leao juga mendapat keuntungan dari situasi ini. Gol sundulannya tercipta setelah Tomori mengirimkan umpan silang dan Loftus-Cheek cerdik menghalangi bek lawan.
Transformasi Saat Bertahan
Ketika kehilangan bola, Milan kembali ke pola 3-5-2 yang rapat. Leao dan Pulisic memimpin tekanan tinggi, sementara Ricci berperan sebagai penghubung di lini tengah.
Wing-back kerap naik untuk memotong jalur serangan sayap Bari. Aksi Saelemaekers di sisi kanan menjadi contoh bagaimana Milan menekan lawan lebih agresif.
Bari berusaha mematikan Ricci, tapi justru membuka celah bagi Pavlovic. Bek tengah itu dengan percaya diri membawa bola maju, menciptakan opsi progresif baru.
Babak Kedua dan Catatan Kecil
Di babak kedua, Milan sedikit menurunkan garis pertahanan. Santiago Gimenez bekerja keras memutus distribusi bola lawan di area tengah.
Pervis Estupinan tampil menonjol di sektor kiri. Dengan melebar, ia mampu menarik blok pertahanan Bari dan memberi ruang tambahan untuk Saelemaekers.
Meski begitu, masih ada detail yang perlu dibenahi. Koordinasi antara Ricci dan Pulisic sempat tumpang tindih, tapi hal ini wajar di laga perdana dan bisa diperbaiki seiring waktu.
Sumber: Sempre Milan
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Messi, Pemain Rival yang Paling Membuat Mourinho Berkembang Sebagai Pelatih
- Musim Panas Hemat ala Barcelona: Dari Jual Pemain sampai Pangkas Beban Gaji Skuad
- Target Jangka Panjang Barcelona: Bek Tengah Berkualitas Milik Inter Milan
- Gelandang Rp1 Triliun Real Madrid Masuk Radar Transfer Manchester United
- Aurelien Tchouameni dan Keistimewaannya Kini Dipandang Sebagai Elemen Kunci di Real Madrid
- Menimbang Target Juventus di 3 Kompetisi: Berapa Trofi yang Paling Realistis?
- Nego dengan Sancho Tersendat, Roma Siap Tikung Atletico untuk Winger Juventus
- Inter Milan Menjaga Akar Italia, Tolak Tawaran untuk 3 Bintang Tim Nasional
- Inter Milan Lirik Bek-bek Arsenal dan Chelsea untuk Persolid Barisan Pertahanan
- Operasi Perburuan Striker Baru AC Milan: Vlahovic Nomor Satu, tapi Opsi Lain Terbuka
- Persaingan Memanas: Hojlund Kini Jadi Rebutan Milan, Napoli, dan sang Mantan
- Xabi Alonso dan 2 Debutnya di Real Madrid: Dulu Datang Bersama Ronaldo dan Kaka, Sekarang Jadi Pelatih
- Kontroversi Penalti Lukas Nmecha saat Leeds Raih Kemenangan Dramatis atas Everton
- Harga Transfer Nkunku yang Realistis dan Ideal: Analisis Berdasarkan Performa dan Kontrak
- Mengenal Christopher Nkunku: Karier dan Prestasi Sebelum Bergabung dengan Chelsea
- Here We Go! Noah Okafor Dilepas AC Milan ke Leeds United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





