APPI-nya Italia: Pemotongan Gaji Pemain Memalukan dan Gila!
Asad Arifin | 7 April 2020 11:03
Bola.net - Asosiasi Pemain Italia [AIC], serupa dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia [APPI] di Indonesia, menolak rencana Serie A memotong gaji pemain. Menurut AIC, rencana tersebut dirasa memalukan dan gila.
Seperti diketahui, Serie A musim 2019/2020 harus ditangguhkan karena pandemi virus corona. Kondisi ini membuat sejumlah klub diklaim mengalami krisis finansial karena pemasukan turun.
Tidak ada pertandingan dan nasib musim 2019/2020 pun belum jelas. Hal ini membuat pemasukan klub dari hak siar dan pertandingan menjadi tidak pasti. Aktivitas komersial lainnya pun terdampak.
Serie A kemudian menggelar pertemuan dengan klub dan AIC untuk membahas nasib para pemain. Pihak Serie A menyepakati ide klub untuk melakukan pemotongan gaji. Akan tetapi, hal itu ditolak perwakilan asosiasi pemain atau AIC.
Pemain Serie A Tolak Potong Gaji
Wakil Presiden AIC, Umberto Calagno, hadir dalam pertemuan antara Serie A dan 20 klub pada Senin (7/4/2020) yang lalu. Pada pertemuan itu, pihak Serie A menyepakati klub memotong gaji pemain hingga sepertiga dari jumlah seharusnya.
"Itu proposal yang memalukan dan tidak dapat diterima. Jelas bahwa mereka hanya ingin para pemain membayar kerusakan yang disebabkan oleh krisis," kata Umberto Calagno.
Dari 20 klub Serie A, 19 klub sepakat tentang rencana pemotongan gaji. Sedangkan satu klub tidak memberikan suara yakni Juventus. Sebab, pemain Juventus lebih dulu mengusulkan pada klub untuk memotong gaji mereka selama pandemi virus corona melanda.
"Satu-satunya bagian yang relevan dari sikap Serie A adalah penyebutan bahwa tim harus menegosiasikan perubahan kontrak dengan pemain individu," tambah Umberto Calagno.
Keputusan Gila dari Serie A
Presiden AIC, Damiano Tommasi, juga mengkritik keras keputusan yang diambil klub dan Serie A. Damiano Tommasi menilai pemain tidak seharusnya dikorbankan demi tetap berjalannya bisnis klub.
"Saya tidak bisa memahami logika bisnis di balik perilaku ini: menempatkan pemain sebagai protagonis utama, dalam situasi yang buruk, ketika hampir semua orang sudah berdiskusi dengan klub bagaimana cara keluar dari krisis ini bersama-sama," buka Damiano Tommasi.
"Rasanya gila bagi saya. Perilaku liga tidak bisa dipahami pada saat seperti ini," katanya.
Damiano Tommasi menilai solusi yang tepat adalah negosiasi ulang kontrak antara klub dan pemain. Sebab, pemain masih bekerja sampai Maret dan saat ini pun tetap menjalankan program dari tim pelatih.
Sumber: Football Italia
Baca Ini Juga:
- Tertinggal dari Juventus, Inter Diklaim Masih Punya Kans Raih Scudetto
- Dari London ke Milan, Hector Bellerin Pindah ke Inter dan Lucas Torreira untuk AC Milan?
- Javier Saviola: Lautaro Martinez Sempurna untuk Barcelona
- Cerita Sandro Tonali: Mirip Andrea Pirlo, Ngefans AC Milan, Hingga Idolakan Luka Modric
- Thiago Silva Kembali ke AC Milan? Semuanya Masih Mungkin Terjadi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
PSIM vs Persija Jakarta: Misi Macan Kemayoran Jaga Tren Menang di Gianyar
Bola Indonesia 22 April 2026, 12:18
-
Profil Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026: Sudah Saatnya Juara Lagi
Piala Dunia 22 April 2026, 12:11
-
Trofi Apa Saja yang Bisa Dimenangkan Inter Milan Musim Ini?
Liga Italia 22 April 2026, 12:00
-
Kalau Gak Main di MU, Bruno Fernandes Sudah Jadi Pemenang Ballon d'Or!
Liga Inggris 22 April 2026, 11:32
-
Inter Milan Sudah di Final Coppa Italia, tapi Siapa Lawannya?
Liga Italia 22 April 2026, 11:10
-
Brighton vs Chelsea, Yang Jadi Masalah Adalah Etos Kerja Pemain The Blues
Liga Inggris 22 April 2026, 10:37
-
Apa Rahasia Hancurkan Chelsea 3-0, Brighton?
Liga Inggris 22 April 2026, 10:22
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59













