Arrivederci, Parma
Editor Bolanet | 30 April 2015 14:05
Parma dipastikan terdegradasi ke Serie B. Dengan lima laga tersisa, Parma (16 poin) tak bisa lagi mengejar Atalanta (32 poin) di batas zona aman.
Parma, yang selalu ambil bagian di 24 dari 25 musim terakhir Serie A dan pernah menjuarai Coppa Italia tiga kali, Supercoppa Italiana, UEFA Cup dua kali, Piala Super Eropa serta jadi runner-up Serie A 1996/97, harus turun dari kasta tertinggi Italia. Ini adalah degradasi kedua Parma dari Serie A setelah sebelumnya mereka juga mengalami hal serupa pada musim 2007/08.
Kekalahan di Olimpico memang tak bisa dihindari. Lazio lebih kuat dan mencetak empat gol melalui Marco Parolo (10'), Miroslav Klose (13'), Antonio Candreva (16') serta Keita (81').
Arrivederci, Parma. Selamat tinggal, Parma. [initial]
Stat Attack:
- 32 Gol Bunuh Diri di La Liga Musim Ini
- 200 Laga Simeone, Terbaik Dalam Sejarah Atletico
- Torres Nomor 12 di Daftar Abadi Atletico Madrid
- James Terbukti Lebih Baik Daripada Di Maria
- Kontribusi Signifikan Arbeloa
- James, Gelandang Paling Mematikan Dari Luar Kotak
- Torres, Spesialis Pemangsa Villarreal
- Fabregas 2014/15 Selevel Fabregas 2007/08
- 18 Gol dan 15 Assist Oleh Lini Defensif Chelsea
- Kuatnya Mental Juara Chelsea
- Tradisi 100 Gol Liga Madrid Era Ronaldo
- Bek-bek Tertajam Dalam Sejarah Premier League
- Barisan Pencetak Gol ke-100 Madrid di La Liga
- Parade Pesta Gol Barcelona di La Liga 2014/15
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Penalti tapi Cetak Brace, Nico Paz Jadi Mimpi Buruk Lazio di Olimpico
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:07
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Debut Sempurna Donyell Malen di AS Roma: Gol, 3 Poin, dan Pujian Gasperini
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:57
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




