Atalanta vs Juventus 3-0: Malam Ajaib La Dea
Afdholud Dzikry | 6 Februari 2026 08:27
Bola.net - Atalanta sukses membantai Juventus dengan skor telak. Kemenangan 3-0 ini membawa mereka lolos ke semifinal Coppa Italia.
Raffaele Palladino menyebut laga ini sebagai malam yang ajaib. Sang pelatih sangat menikmati permainan terbuka yang diperagakan kedua tim.
Atmosfer stadion di Bergamo terasa begitu spesial bagi tuan rumah. Mereka sukses membalas kekalahan final pada edisi 2021 dan 2024 lalu.
Gianluca Scamacca membuka keunggulan lewat eksekusi penalti yang dingin. Kamaldeen Sulemana dan Mario Pasalic kemudian melengkapi pesta kemenangan La Dea.
Tuah Palladino Lawan Juventus
Palladino punya rekor bagus saat berjumpa dengan Si Nyonya Tua. Dia pernah mengalahkan Juventus saat melatih Monza di laga debutnya.
Hal ini menjadi catatan manis tersendiri bagi sang juru taktik. Apalagi dia pernah berseragam Juventus saat masih aktif bermain dulu.
"Itu benar, saya tidak bisa menyangkalnya," buka mantan pemain Juve tersebut kepada Sport Mediaset.
"Saya sangat senang, saya berterima kasih kepada para pemain, klub, dan semua penggemar kami yang fantastis, kami persembahkan kemenangan ini untuk mereka karena stadion bagaikan kawah candradimuka yang menginspirasi kami. Itu adalah malam yang sempurna, malam yang ajaib, karena kami ingin melangkah jauh dalam kompetisi ini," sambung Palladino.
Puji Kualitas Pasukan Spalletti
Juventus sebenarnya memiliki lebih banyak peluang mencetak gol secara keseluruhan. Namun tuan rumah Atalanta tampil jauh lebih klinis di depan gawang.
Soliditas pertahanan juga menjadi kunci kemenangan besar La Dea. Mereka mampu meredam agresivitas lawan di momen-momen yang sangat krusial.
"Kami tampil klinis saat dibutuhkan, bertahan dengan solid saat kami harus melakukan itu juga," tegas Palladino.
"Saya terkesan dengan kekuatan dan kualitas Juve, menghadapi salah satu pelatih terbaik di Italia dalam diri Luciano Spalletti. Jangan lupa mereka mendapatkan begitu banyak hasil positif dalam beberapa bulan terakhir, itu membuat kemenangan ini menjadi lebih penting bagi kami," lanjutnya.
DNA Menyerang La Dea
Laga ini menyajikan pertarungan taktik yang sangat menarik dan terbuka. Palladino bahkan sempat menawarkan opsi bertahan kepada pemainnya saat jeda.
Namun para pemain menolak dan memilih untuk terus menekan lawan. Mentalitas menyerang inilah yang membuat sang pelatih merasa sangat bangga.
"Itu adalah pertandingan yang seimbang, kami harus mengakui mereka memiliki peluang untuk unggul, tetapi permainan terbuka inilah yang saya nikmati," kata Palladino.
"Saya bertanya kepada para pemain di babak pertama apakah mereka ingin duduk sedikit lebih dalam, tetapi mereka ingin terus menekan, itulah yang ingin saya dengar," tambah sang pelatih.
Ujian Konsistensi Lawan Cremonese
Atalanta kini harus segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya. Mereka akan menghadapi Cremonese yang bisa menjadi ujian kedewasaan tim.
Palladino tidak ingin timnya terlena usai menang di laga besar. Konsistensi permainan menjadi harga mati untuk tetap bersaing di papan atas.
"DNA Atalanta adalah apa yang perlu kami temukan kembali. Ini adalah sekelompok orang hebat dan mereka bekerja sangat keras untuk mencapai hasil di tiga turnamen. Kami tahu ini adalah bulan yang sulit dengan komitmen Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia," ujar Palladino.
"Sekarang saya mengharapkan pertunjukan kedewasaan yang hebat melawan Cremonese pada hari Senin, karena terlalu sering kami meningkatkan permainan kami untuk malam-malam besar ini, kemudian bermain di bawah standar melawan tim yang mungkin lebih rendah di atas kertas, tetapi tidak lebih rendah di lapangan. Kami tidak bisa terus melakukan itu, jadi itu akan menjadi ujian nyata," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Kembali ke Jalur Kemenangan, Spalletti: Syukurlah!
Liga Italia 21 September 2026, 10:45
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Link Streaming Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026
Liga Italia 20 September 2026, 21:45
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 20 September 2026, 14:50
LATEST UPDATE
-
Prediksi Portugal vs Wales 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 11:31
-
Prediksi Belanda vs Jerman 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 11:02
-
Prediksi Serbia vs Yunani 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 10:54
-
Live Streaming Bulutangkis Indonesia vs China Final Beregu Putra Asian Games 2026 di Vidio
Bulu Tangkis 24 September 2026, 10:11
-
Jadwal Final Bulutangkis Beregu Putra Asian Games 2026: Indonesia vs China
Bulu Tangkis 24 September 2026, 09:57
-
Cristiano Ronaldo Bakal Jadi Starter di Laga Portugal vs Wales
Piala Eropa 24 September 2026, 07:04
-
Lamine Yamal Mengasah Kemampuan Free Kick dan Finishing di Barcelona
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:56
-
Jude Bellingham Segera Perpanjang Kontrak di Real Madrid
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:25
-
Ironi Pahit di Balik Komentar Ancelotti soal Endrick
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:16
-
Dean Huijsen Resmi Dijatuhi Skorsing Hanya Satu Laga
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:10
-
Bernardo Silva dan Masalah Hierarki di Real Madrid
Liga Spanyol 24 September 2026, 05:39
-
Rahasia di Balik Performa Mengejutkan Carlos Espi
Liga Spanyol 24 September 2026, 05:34
-
Arah Baru Strategi Transfer Juventus Bersama Giovanni Carnevali: Lebih Banyak Pemain Italia
Liga Italia 24 September 2026, 00:22
-
Manuver Deco untuk Bawa JJ Gabriel ke Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 23:26
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

