Bedanya Pemecatan Motta dan Tudor di Juventus: Lebih Traumatis
Gia Yuda Pradana | 28 Oktober 2025 15:29
Bola.net - Thiago Motta dan Igor Tudor datang ke Turin dengan harapan besar, tetapi sama-sama meninggalkan Juventus dalam waktu singkat. Dua periode singkat itu menyisakan cerita berbeda di ruang ganti, di lapangan, dan di mata publik. Menurut jurnalis Italia Francesco Cosatti, cara keduanya dipecat menunjukkan kontradiksi dalam gejolak internal klub raksasa Serie A tersebut.
Motta hanya bertahan delapan bulan sebelum dipecat pada Maret lalu. Rangkaian hasil buruk — termasuk kekalahan beruntun dari Atalanta dan Fiorentina, kegagalan di Coppa Italia setelah disingkirkan Empoli, serta tersingkir dari Liga Champions oleh PSV Eindhoven — membuat posisinya tidak bisa diselamatkan lagi. Juventus lalu menunjuk Tudor, yang kala itu sukses mengamankan tiket empat besar di detik-detik akhir musim.
Meski sempat dikonfirmasi sebagai pelatih permanen setelah klub gagal merekrut Antonio Conte, perjalanan Tudor pun tidak panjang. Pada Senin pagi, Juventus mengumumkan pemecatan pelatih berusia 46 tahun itu. Untuk sementara, posisi pelatih kepala diisi oleh manajer tim Next Gen, Massimo Brambilla, sembari menunggu penunjukan bos baru.
Perbedaan yang Nyata di Balik Dua Pemecatan Pelatih Juventus

Menurut Cosatti, dua pemecatan ini tidak bisa disamakan. Ia menegaskan bahwa pemecatan Motta jauh lebih “dramatik” dan penuh tekanan dibandingkan dengan Tudor.
“Dari sisi manusiawi, saya akan mengatakan bahwa kepergian Tudor tidak terlalu dramatis,” ujar koresponden Sky Sport Italia itu kepada JuventusNews24. “Ini jelas berbeda dengan pekan-pekan terakhir masa Thiago Motta, jika kita ingin membandingkannya secara kronologis. Akhir dari masa Thiago Motta jelas lebih traumatis dari sudut pandang ini.”
Cosatti menilai, tidak seperti Motta yang kehilangan kepercayaan pemain di ruang ganti, Tudor masih menjaga hubungan yang sehat dengan skuad hingga akhir. Salah satu buktinya adalah dukungan terbuka dari kiper Mattia Perin setelah pertandingan terakhir.
“Dari apa yang bisa kita simpulkan, hubungan Igor Tudor dengan skuad masih cukup baik. Kata-kata Mattia Perin yang kita dengar tadi malam sangat menggambarkan hal itu, menurut saya, dan ia merespons dengan jelas,” lanjut Cosatti. “Mattia Perin adalah salah satu sosok penting di tim ini dan sangat memahami dinamika ruang ganti.”
Motta Kehilangan Ketenangan, Tudor Pergi dengan Kepala Tegak

Dalam konteks Juventus yang tengah berbenah pasca-krisis finansial dan performa, dua pemecatan beruntun ini menunjukkan bahwa stabilitas masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen. Perbedaan nasib Motta dan Tudor pun mencerminkan dua cara berbeda dalam menghadapi tekanan.
Motta terdepak di tengah suasana yang panas dan kacau, dengan ruang ganti yang terpecah dan performa yang anjlok. Tudor, sebaliknya, pergi dengan kepala tegak — masih dihormati pemain, dan tanpa drama di belakang layar.
Bagi Cosatti, dua momen itu menjadi cermin bahwa bukan hanya hasil di lapangan yang menentukan masa depan seorang pelatih di Juventus. Cara mereka mengelola ruang ganti dan menjaga kepercayaan pemain bisa menjadi pembeda antara perpisahan yang traumatis dan perpisahan yang bermartabat.
Klasemen Serie A/Liga Italia
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Antara Spalletti dan Palladino: 2 Arah Baru Juventus Pasca-Pemecatan Tudor
Prediksi AS Roma vs Parma 30 Oktober 2025
Prediksi Juventus vs Udinese 30 Oktober 2025
Prediksi Lorient vs PSG 30 Oktober 2025
Prediksi Inter Milan vs Fiorentina 30 Oktober 2025
Prediksi Arsenal vs Brighton 30 Oktober 2025
Prediksi Swansea City vs Manchester City 30 Oktober 2025
Prediksi Liverpool vs Crystal Palace 30 Oktober 2025
Prediksi Wolverhampton vs Chelsea 30 Oktober 2025
Prediksi FC Koln vs Bayern Munchen 30 Oktober 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Setia Menunggu Kembalinya Ketajaman Randal Kolo Muani
Liga Italia 22 September 2026, 09:08
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi Usai Juventus Kalahkan Atalanta
Liga Italia 21 September 2026, 21:46
-
Resep AC Milan Bekuk Lecce: Ruben Amorim Belajar dari Kesalahan di MU!
Liga Italia 21 September 2026, 11:30
LATEST UPDATE
-
Lolos Semifinal Bulu Tangkis Beregu Putri Asian Games 2026, Indonesia Bakal Bertemu China
Bulu Tangkis 22 September 2026, 16:31
-
Tidak Ada Alasan Lamine Yamal Tidak Juara Ballon d'Or 2026!
Liga Spanyol 22 September 2026, 16:24
-
Djed Spence Segera Debut di Inter, Siap Tampil Usai Jeda Internasional
Liga Italia 22 September 2026, 16:20
-
Luis De La Fuente Mengaku 'Kecele' Rodri Gabung Barcelona dan Bukannya Real Madrid!
Liga Spanyol 22 September 2026, 16:13
-
Pesan Michael Carrick ke Skuad MU: Gak Usah Overthinking, Kerja, Kerja dan Kerja!
Liga Inggris 22 September 2026, 16:03
-
Matheus Cunha Ingin Hilangkan Kebiasaan Buruk MU ini, Apa Itu?
Liga Inggris 22 September 2026, 15:50
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi, Tetap Tersedia untuk Juventus
Liga Italia 22 September 2026, 15:45
-
Target Tinggi Timnas Thailand di FIFA ASEAN Cup!: Juara itu Wajib!
Tim Nasional 22 September 2026, 15:30
-
Gary Neville Kritik Skuad Manchester United: Dasar Pemalas!
Liga Inggris 22 September 2026, 15:20
-
Menanti Debut Dion Markx Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 22 September 2026, 15:15
-
Terungkap! Benjamin Sesko Alami Cedera dan Batal Main di Jeda Internasional September 2026
Liga Inggris 22 September 2026, 15:04
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





