Buffon Berhenti Jadi Striker Karena Ingin Tampil Beda
Editor Bolanet | 18 Desember 2014 15:19
- Kapten sekaligus Timnas Italia, Gianluigi Buffon membeberkan fakta menarik mengenai perjalanannya di awal karir. Pria yang kini sudah menginjak usia 36 tahun ini mengakui bahwa saat masih junior ia kerap bermain sebagai striker.
Meski demikian, jalan takdir pada akhirnya membuat Buffon berpindah posisi menjadi seorang penjaga gawang. Salah satu alasannya adalah karena Buffon merasa ia bisa mewujudkan ambisinya untuk selalu tampil beda di atas lapangan dengan berposisi sebagai kiper.
Saat masih junior, saya lebih senang bermain sebagai striker yang mencetak gol. Saya mengidolakan pemain seperti Mattheus Oliveira, Ruud Gullit, Marco Van Basten, Roberto Baggio, dan Salvatore Schillaci. Namun pada akhirnya saya menemukan hasrat untuk bermain sebagai kiper, ungkap Buffon seperti dilansir Diario AS.
Saya punya sifat yang selalu ingin tampil berbeda dari orang yang lainnya. Dalam hal ini, menjadi seorang kiper adalah pilihan yang sempurna. Sebagai kiper kami punya kostum yang berbeda, dan juga satu-satunya posisi yang diijinkan untuk menggunakan tangan. Kami juga mengenakan sarung tangan dan terkadang topi.[initial]
(as/mri)
Meski demikian, jalan takdir pada akhirnya membuat Buffon berpindah posisi menjadi seorang penjaga gawang. Salah satu alasannya adalah karena Buffon merasa ia bisa mewujudkan ambisinya untuk selalu tampil beda di atas lapangan dengan berposisi sebagai kiper.
Saat masih junior, saya lebih senang bermain sebagai striker yang mencetak gol. Saya mengidolakan pemain seperti Mattheus Oliveira, Ruud Gullit, Marco Van Basten, Roberto Baggio, dan Salvatore Schillaci. Namun pada akhirnya saya menemukan hasrat untuk bermain sebagai kiper, ungkap Buffon seperti dilansir Diario AS.
Saya punya sifat yang selalu ingin tampil berbeda dari orang yang lainnya. Dalam hal ini, menjadi seorang kiper adalah pilihan yang sempurna. Sebagai kiper kami punya kostum yang berbeda, dan juga satu-satunya posisi yang diijinkan untuk menggunakan tangan. Kami juga mengenakan sarung tangan dan terkadang topi.[initial]
Baca Juga
- Garcia: Juve Ungguli Roma Hanya Karena Gol Yang Tidak Sah
- Dortmund Jumpa Juve, Zorc Mengaku Lega
- Demi Savic, Juve Siap Korbankan Giovinco
- Agen Perin Mulai Tebar Pesona Pada Juve
- Tolak Inter dan Roma Demi Juve, Pereyra Tak Menyesal
- Setelah Duo Milan, Kramaric Tebar Pesona ke Juventus
- Marchisio Songsong 'Final' Lawan Atletico
- Minat Juve Pada Schar Tak Bertepuk Sebelah Tangan
- Lichtsteiner Akan Ditukar Nastasic?
- Juve Diminta Tebus Chiriches 10 Juta Euro
- Morata Akui Sepakbola Italia Tak Terlalu Menghibur
- Cruyff Kagumi Dominasi Juve di Serie A
- Juve Siapkan Rencana Rebut Wonderkid Bayern
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Milan vs Inter 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 23:13
-
Prediksi Genoa vs Roma 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 22:45
-
Prediksi Juventus vs Pisa 8 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 21:10
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Mansfield vs Arsenal: Noni Madueke
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:33
-
Hasil Mansfield vs Arsenal: The Gunners Menang dan Jaga Mimpi Quadruple
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:12
-
Tempat Menonton Juventus vs Pisa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 20:33
-
3 Hal Penting Jelang Athletic Club vs Barcelona di La Liga
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 18:25
-
Prediksi Susunan Pemain Newcastle vs Man City, Tim Tamu Tanpa Haalad
Liga Inggris 7 Maret 2026, 18:01
-
Tempat Menonton Wrexham vs Chelsea: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 18:00
-
Live Streaming Wrexham vs Chelsea - Link Nonton Piala FA/FA Cup di Vidio
Liga Inggris 7 Maret 2026, 17:45













