Bukan Soal Negara Kelahiran, AC Milan Harusnya Takut dengan Pelatih yang Buruk
Yaumil Azis | 3 Mei 2020 13:01
Bola.net - Carlo Ancelotti turut menanggapi rumor yang mengaitkan mantan klub asuhannya, AC Milan, dengan Ralf Rangnick. Ia sepakat kalau Rossoneri mengangkatnya sebagai pelatih anyar untuk menggantikan Stefano Pioli.
Sebenarnya kiprah Pioli di Milan tidak begitu buruk. Berkat dirinya, Rossoneri yang sempat terdampar keluar dari 10 besar klasemen Serie A perlahan naik ke posisi tujuh saat ini.
Namun belakangan, ia disebut-sebut akan meninggalkan Milan. Disebutkan bahwa pimpinan klub, Ivan Gazidis, ingin menggantinya dengan Rangnick yang sedang menjabat posisi penting di RB Leipzig.
Kendati bekerja dari balik layar, namun sebenarnya Ralf Rangnick punya latar belakang yang cukup panjang sebagai pelatih. Ia memulai karirnya di tahun 1983 dan sempat menjad pelatih RB Leipzig pada musim 2018/19.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Negara Asal Bukan Masalah
Menurut laporan, Milan sudah menyiapkan dua jabatan sekaligus untuk Rangnick. Selain pelatih, pria berusia 61 tahun tersebut juga akan mengemban peran sebagai direktur olahraga.
Namun masalahnya adalah Milan tidak memiliki sejarah yang cukup baik dengan pelatih asing. Dalam kurun waktu satu dekade, Milan hanya pernah dilatih oleh dua pelatih asing yang semuanya menuai kegagalan.
Wajar bila fans sangsi dengan Rangnick. Namun Ancelotti, yang pernah mempersembahkan dua trofi Liga Champions ke Milan, beranggapan bahwa fans tak seharusnya meragukan Rangnick hanya karena latar belakang negaranya.
"Dia orang asing? Bukan masalah. Penggemar seharusnya khawatir soal pelatih yang buruk. Namun Milan sudah memilih banyak pelatih dan memilih yang bagus-bagus," ucap Ancelotti di media sosial Instagram.
Tidak Mengenal Rangnick Secara Mendalam
Ancelotti sendiri belum pernah memantau gaya melatih Rangnick. Satu-satunya hal yang diketahui oleh pelatih Everton tersebut adalah Rangnick adalah menyukai Milan saat ditukangi Arrigo Sacchi.
"Kami bertemu saat saya masih di Jerman. Saya tidak mengenalnya, dari apa yang saya baca dia menyukai Milan milik Sacchi, tapi saya tidak tahu metodologi miliknya," pungkasnya.
Sacchi merupakan salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Milan dan pernah mengasuh klub tersebut selama lima musim (1987-1991 dan 1996/97). Ia juga menyumbang dua trofi Liga Champions kepada Rossoneri.
(Goal International)
Baca juga:
- 'Malam Instanbul' Memang Menyakitkan, Tapi Itulah Skuat Terbaik AC Milan Versi Ancelotti
- AC Milan Siapkan Tawaran Perdana untuk Luka Jovic, Segini Harganya
- 13 Tahun Lalu, AC Milan Melumat Manchester United di San Siro
- AC Milan Gelar Negosiasi Kontrak dengan Gianluigi Donnarumma
- AC Milan 2003/04: Kaka, Shevchenko, Scudetto
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Kehilangan Ritme, Juventus Lebih Stabil Jelang Duel Krusial Serie A
Liga Italia 21 April 2026, 20:15
-
AC Milan dan Filosofi Corto Muso: Menang Tipis, tetapi Konsisten
Liga Italia 21 April 2026, 20:06
-
Krisis Lini Depan AC Milan Kian Nyata, Tak Peduli Kombinasi Penyerang
Liga Italia 21 April 2026, 19:58
-
Cukup Rp1 Triliun Saja, Rafael Leao Bisa Diangkut dari AC Milan
Liga Italia 21 April 2026, 16:43
-
Cristian Chivu Tampil Impresif di Inter Milan, Satu Catatan Jadi Sorotan
Liga Italia 21 April 2026, 15:41
LATEST UPDATE
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37











