Cambiasso: Treble Inter Istimewa
Editor Bolanet | 9 Juli 2012 08:30
- Esteban Cambiasso meyakini bahwa masih memiliki keinginan besar untuk kembali ke jalur juara. La Beneamata saat ini sedang menjalani persiapan pramusim untuk menjalani musim depan.
Saya senang karena selalu ada hal yang bisa memotivasi kami. Mungkin persiapan pramusim adalah masa terberat sepanjang tahun, namun kami semua di Inter menjalaninya dengan penuh rasa lapar akan gelar, ucap pemain asal Argentina ini kepada Inter Channel.
Saya sudah berulang kali mengatakan tentang musim buruk kami kemarin. Musim seperti itu bisa membantu kami untuk belajar dari kesalahan dan memulai lagi dengan awal yang baru. Selalu ada kemarahan jika tim kita tidak menang, tambahnya.
Inter sempat meraih treble winner kala diasuh The Special One Jose Mourinho. Namun sejak Mou pergi, Inter seperti kesulitan menemukan kembali cara untuk menjadi juara. Cambiasso mengakui hal itu sebagai hal yang normal.
Tentu saja akan menyenangkan jika bisa melanjutkan kemenangan tersebut selama lima, enam atau mungkin 30 tahun. Tapi tak pernah ada tim yang bisa melakukannya. Yang kami raih itu sudah merupakan hal yang istimewa.
Mungkin kami tidak menghargai kemenangan itu. Namun itu masih normal. Itu adalah bagian dari kehidupan. Semua orang baru merasa kehilangan jika yang dimilikinya sudah hilang, pungkasnya. (foti/hsw)
Saya senang karena selalu ada hal yang bisa memotivasi kami. Mungkin persiapan pramusim adalah masa terberat sepanjang tahun, namun kami semua di Inter menjalaninya dengan penuh rasa lapar akan gelar, ucap pemain asal Argentina ini kepada Inter Channel.
Saya sudah berulang kali mengatakan tentang musim buruk kami kemarin. Musim seperti itu bisa membantu kami untuk belajar dari kesalahan dan memulai lagi dengan awal yang baru. Selalu ada kemarahan jika tim kita tidak menang, tambahnya.
Inter sempat meraih treble winner kala diasuh The Special One Jose Mourinho. Namun sejak Mou pergi, Inter seperti kesulitan menemukan kembali cara untuk menjadi juara. Cambiasso mengakui hal itu sebagai hal yang normal.
Tentu saja akan menyenangkan jika bisa melanjutkan kemenangan tersebut selama lima, enam atau mungkin 30 tahun. Tapi tak pernah ada tim yang bisa melakukannya. Yang kami raih itu sudah merupakan hal yang istimewa.
Mungkin kami tidak menghargai kemenangan itu. Namun itu masih normal. Itu adalah bagian dari kehidupan. Semua orang baru merasa kehilangan jika yang dimilikinya sudah hilang, pungkasnya. (foti/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Emoh Balik ke Real Madrid, Nico Paz Pilih Bertahan di Como
Liga Italia 27 Mei 2026, 08:13
LATEST UPDATE
-
Guillermo Ochoa, Ikon Timnas Meksiko di Piala Dunia
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:31
-
3 Tim kuda hitam di Piala Dunia 2026: Norwegia Punya Erling Haaland!
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:30
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 19:58
-
Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 19:45
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:51
-
Pembagian Grup Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19














