Como Pesta Gol ke Gawang Pisa, Tapi Fabregas Enggan Bicarakan Scudetto: Masih Ada Inter, Milan, dan Juventus!
Afdholud Dzikry | 7 Januari 2026 07:52
Bola.net - Como 1907 melanjutkan tren positif mereka di Serie A dengan kemenangan tandang yang meyakinkan. Skuad asuhan Cesc Fabregas melumat tuan rumah Pisa dengan skor telak 3-0 pada laga terbaru, Selasa (6/1/2026) malam WIB.
Kemenangan di Arena Garibaldi ini diwarnai dengan drama penalti dan sejumlah peluang emas. Anastasios Douvikas menjadi bintang lapangan lewat torehan dua golnya di babak kedua.
Jean Butez juga tampil gemilang di bawah mistar gawang Como dengan melakukan penyelamatan krusial. Ia sukses menepis penalti lawan dan menjaga gawangnya tetap perawan hingga peluit panjang.
Hasil impresif ini mendongkrak posisi Como ke peringkat 6 klasemen dengan 33 poin. Namun, Fabregas meminta timnya tetap membumi dan fokus pada perkembangan permainan.
Kebuntuan Babak Pertama dan Gol Pembuka Perrone

Babak pertama berjalan cukup alot dengan kedua tim saling bertukar serangan tanpa hasil nyata. Pisa sempat mengancam lebih dulu lewat aksi Matteo Tramoni dan M'Bala Nzola.
Kiper Jean Butez dipaksa bekerja keras sejak awal laga untuk mengamankan gawangnya. Ia melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk saat menggagalkan peluang Simone Canestrelli.
Tuan rumah sebenarnya memulai babak kedua dengan tekanan agresif ke pertahanan Como. Butez kembali menjadi penyelamat saat mementahkan dua peluang jarak dekat dari Gabriele Piccinini.
Como akhirnya berhasil memecah kebuntuan saat pertandingan memasuki menit ke-68. Maximo Perrone memanfaatkan bola liar di luar kotak penalti dengan tembakan mendatar yang akurat.
Drama Penalti dan Penyelesaian Klinis Douvikas
Hanya berselang delapan menit, tim tamu sukses menggandakan keunggulan mereka. Anastasios Douvikas lolos dari kawalan setelah menerima umpan terobosan yang sangat matang.
Penyerang asal Yunani itu menggiring bola dengan cepat sebelum melepaskan tembakan tenang ke sudut bawah. Pisa sempat mendapat angin segar saat wasit memberikan hadiah penalti akibat pelanggaran Caqueret.
Namun, momentum tuan rumah hancur setelah eksekusi M’Bala Nzola terbaca dengan baik. Butez melompat ke arah kiri untuk menepis bola dan memastikan gawangnya tetap clean sheet.
Como menutup pesta kemenangan mereka lewat gol tambahan di masa injury time. Douvikas mencetak gol keduanya malam itu melalui titik putih untuk memastikan skor akhir 3-0.
Fabregas Tolak Bicara Scudetto Meski Tembus Papan Atas
Meski timnya kini menembus posisi empat besar, Cesc Fabregas enggan membicarakan peluang juara. Ia menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini hanyalah proses perkembangan para pemain.
"Angka hanyalah angka," ujar Fabregas seperti dilansir dari AlfredoPedulla.com.
Sang pelatih mengakui Pisa memberikan perlawanan sengit yang sangat menguras energi. Ia harus melakukan perubahan taktik di tengah laga untuk menemukan celah di lini pertahanan lawan.
"Hal terpenting adalah tim terus berkembang," lanjutnya.
"Saya bersumpah tak pernah melihat klasemen. Salah satu staf memberitahu saya dan saya minta untuk berhenti. Ini bukan momen untuk berbicara mengenai hal itu. Tim seperti Inter dengan Chivu, Juventus, Napoli, dan Milan bisa berbicara tentang Scudetto. Kami tak bisa. Kami memiliki rencana dan itu sebuah proses," tegas mantan gelandang Arsenal dan Barcelona tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
2 Laga, 4 Keputusan Kontroversial: AC Milan vs Wasit Liga Italia
Liga Italia 24 Februari 2026, 08:40
-
Mandul Sejak Pergantian Tahun, Apa yang Terjadi dengan Christian Pulisic?
Liga Italia 24 Februari 2026, 03:04
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
LATEST UPDATE
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
-
Lionel Messi Akui Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Muda
Bola Dunia Lainnya 25 Februari 2026, 21:52
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming PSG vs Monaco - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Real Madrid vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
PPV Byon Combat Dibajak, Yoshua Marcellos Tegaskan Perang Lawan Pembajakan
Olahraga Lain-Lain 25 Februari 2026, 19:39
-
Pujian Senne Lammens untuk Michael Carrick: Pertahanan MU Jadi Solid!
Liga Inggris 25 Februari 2026, 19:19
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58






