De Vrij Akhirnya Paham Mengapa Conte Sukses Sebagai Pelatih
Dimas Ardi Prasetya | 5 Mei 2021 01:55
Bola.net - Bek Inter Milan Stefan de Vrij mengungkapkan Antonio Conte bisa sukses sebagai pelatih karena ia begitu penuntut dan sangat kuat secara taktik.
Conte mulai menukangi Inter sejak tahun 2019 lalu. Ia didatangkan untuk menggantikan Luciano Spalletti.
Conte langsung mengubah wajah Inter. Nerrazurri tampil lebih garang.
Dalam dua musim, Conte langsung membawa Inter meraih Scudetto. Itu adalah gelar perdana Nerrazurri dalam 11 tahun terakhir di pentas Serie A.
Rahasia Sukses Conte
Antonio Conte memiliki jejak rekam yang ciamik sebagai pelatih. Ia merupakan pelatih yang berjasa memulai era dominasi Juventus di Serie A.
Ia juga sempat meraih sukses bersama Chelsea. Kini setelah dua musim, Stefan de Vrij mengaku bisa paham mengapa Conte memiliki karir yang apik sebagai pelatih.
“Jika Anda bekerja dengan pelatih ini, Anda memahami mengapa ia begitu sukses. Ia sangat bersemangat, sangat menuntut," kata De Vrij kepada Algemeen Dagblad, via Football Italia.
“Dan secara taktis, ia sangat kuat. Kami siap untuk setiap pertandingan dengan detail terkecil. Kami tahu segalanya tentang lawan, cara mereka menyerang dan bertahan," ungkap De Vrij.
Kisah-kisah Motivasional
Antonio Conte dulunya juga terbilang sukses sebagai pelatih. Ia pernah menjadi pilar Juventus dan Timnas Italia.
Menurut Stefan de Vrij, Conte kerap membagikan pengalaman pribadinya di atas lapangan sebagai alat untuk memotivasi dan sekaligus memberikan masukan pada anak-anak asuhnya.
“Conte membawa seluruh tim bersamanya saat ia bergabung dengan Inter. Dengan [Gabriele] Oriali sebagai asisten," tuturnya.
“Terkadang ia memberi tahu saya bahwa ia bermain melawan Cruijff pada tahun 1970-an. 'Kamu tidak bisa bertahan melawan dirinya', katanya pada saya," beber De Vrij.
(Football Italia)
Baca Juga:
- Tak Terima Inter Dicap Membosankan, Ini Balasan Menohok Conte
- Gak Ada Obat! Ini 9 Pemain dengan Double Digit Gol dan Assist di 5 Liga Top Eropa
- Marotta tak Sabar Saksikan Duel Lawan Juventus vs Inter Milan
- Setelah Raih Scudetto, Romelu Lukaku Kini Targetkan Juara Piala Eropa
- Romelu Lukaku: Saya Siap Mati untuk Antonio Conte
- Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga Italia: Parma Resmi Divonis Degradasi ke Serie B
- Perseteruan Belum Padam, Lukaku Ejek Ibrahimovic Usai Raih Scudetto
- 15 'Anak Emas' Antonio Conte di Inter Milan: Tulang Punggung Meraih Scudetto Serie A
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
LATEST UPDATE
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59







