Dengan 150 Operan, Sarri Patok Pjanic Sebagai Pusat Filosofinya
Yaumil Azis | 20 Juni 2019 22:41
Bola.net - Miralem Pjanic akan mendapatkan peran penting dalam filosofi yang diusung Maurizio Sarri. Pelatih anyar Juventus tersebut berkata bahwa sang gelandang bakalan menjadi pusat permainan dan mendapatkan 150 operan untuk diedarkan kembali.
Pemain asal Bosnia tersebut memang dikenal sebagai pengatur serangan Juventus selama ini. Ya, dia memang diproyeksi sebagai suksesor Andrea Pirlo saat diboyong dari AS Roma dengan mahar 36 juta pada tahun 2016 lalu.
Kepiawaiannya serta akurasi dalam mengantarkan bola ke pemain menyerang menjadi senjata utamanya. Pada musim 2018-2019 lalu, Pjanic berhasil membukukan total delapan assist dari 44 penampilan di semua kompetisi yang banyak mengarah ke Cristiano Ronaldo.
Sarri sendiri diketahui sering membutuhkan sosok pengatur serangan yang bermain lebih ke dalam, tepat di depan lini pertahanan. Saat ia masih menukangi Chelsea dan Napoli, peran tersebut kerap diserahkan kepada Jorginho.
Dan kini, pelatih berumur 60 tahun itu ingin mengimplementasikan kepada Pjanic. Tak tanggung-tanggung, ia berharap sang gelandang bisa mendapatkan 150 operan untuk dikonversi menjadi assist kepada barisan penyerang Bianconeri.
"Saya ingin melihat Pjanic menyentuh bola sebanyak 150 kali di tiap pertandingannya," tutur Sarri dalam konferensi persnya, dikutip dari Football Italia. "Namun, semua harus seimbang dengan karakteristik yang berbeda," sambungnya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Beri Kebebasan ke Pemain
Bersama Juventus, Sarri akan menerapkan filosofi yang membebaskan para pemain lebih kreatif kala bertanding tanpa harus mengutak-atik karakteristiknya masing-masing. Terutama di sektor penyerangan.
"Saya harus mendapatkan poin lebih banyak sembari menggunakan filosofi saya. Ini tengan keseimbangan atas seberapa banyak taktik dan berapa banyak hal yang kita serahkan kepada para pemain," lanjutnya.
"Saya ingin memberikan kebebasan kepada tim saya mulai dari sisi penyerangan, karena di situlah para pemain bisa sedikit berimprovisasi," tambahnya.
"Setiap tim selayaknya seorang anak, tak bisa sama, ataupun sesuai dengan keinginan anda. Mereka punya karakteristik masing-masing," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

