Deschamps Kenang Masa-Masa Juventus di Serie B
Richard Andreas | 3 Januari 2019 14:00
Bola.net - - Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps mengaku tak pernah menyesali keputusannya tetap menangani Juventus ketika terdegradasi ke Serie B. Dia percaya saat itu adalah salah satu momen terbaik dalam karier kepelatihannya.
Deschamps menanangai Juventus ketika mereka terdegradasi ke Serie B karena skandal Calciopoli yang tersohor itu di tahun 2006. Kala itu, Juve dianggap sudah mendekati akhir kejayaannya.
Betapa tidak, pemain-pemain seperti Patrick Vieira, Fabio Cannavaro, serta Zlatan Ibrahimovic memutuskan pergi dari klub. Kekuatan Juve berkurang drastis meski masih ada beberapa penggawa senior yang bertahan.
Sebagai pelatih, Deschamps ternyata begitu mengenang perjalanan Juve di Serie B. Baca pengakuan selengkapnya di bawah ini:
Petualangan
Menurut Deschamps, menangani tim sekelas Juve bukan hanya soal sepak bola. Lebih dari itu, Juve adalah tim yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. Juve punya begitu banyak suporter yang setia.
"Melatih Juventus adalah petualangan keolahragaan dan kemanusiaan. Saya begitu terikat dengan klub tersebut, dan itulah pertama kalinya mereka bermain di Serie B," ungkap Deschamps di tribalfootball.
"Kami bermain melawan tim-tim kecil, dan segera ada kepuasan saat menjuarai liga dengan cepat."
Memberi Kembali

Deschamps akan selalu dikenal sebagai pelatih yang berperan penting dalam sejarah Juve, dia membawa tim itu kembali ke Serie A. Namun, di balik dedikasinya itu, Deschamps ternyata hanya ingin membalas budi pada klub.
"Juve memberi saya begitu banyak hal sebagai pemain, jadi bagi saya sangatlah penting untuk memberi sesuatu kembali, yakni dengan berkontribusi untuk mengembalikan mereka ke Serie A," tutupnya.
Kini, hasil kerja keras Deschamps itu dioper pada Massimiliano Allegri, yang mengubah Juve sebagai salah satu tim terkuat di Eropa.
Berita Video
Berita video Time Out yang membahas tentang para bintang Liga Inggris yang memutuskan gantung sepatu pada tahun 2018.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 19 Januari 2026, 08:38
-
Juventus Abaikan Chiesa, Alihkan Fokus ke Maldini, Ini Alasannya
Liga Italia 19 Januari 2026, 00:49
-
Juventus Petakan 2 Alternatif Mateta, Termasuk Striker Manchester United
Liga Italia 19 Januari 2026, 00:43
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
-
Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
Otomotif 21 Januari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







