Diego Moreira, Amunisi Serbaguna untuk AC Milan

Gia Yuda Pradana | 19 Agustus 2026 10:27
Diego Moreira, Amunisi Serbaguna untuk AC Milan
Winger Timnas Belgia, Diego Moreira (c) Belgian Red Devils Official

Bola.net - Kedatangan Diego Moreira ke AC Milan tidak sekadar menghadirkan pemain baru untuk mengisi satu posisi. Pemain asal Belgia itu menawarkan fleksibilitas yang dapat membantu Ruben Amorim mengatasi sejumlah persoalan di skuad Rossoneri.

AC Milan dan Strasbourg mencapai kesepakatan senilai 50 juta euro (sekitar Rp1,04 triliun) plus bonus untuk Moreira. Nilai transfer tersebut bahkan berpotensi melampaui 60 juta euro (sekitar Rp1,24 triliun), yang membuatnya menjadi salah satu pembelian termahal dalam sejarah klub.

Advertisement

Pertanyaan berikutnya adalah posisi yang akan ditempati Moreira. Rekam jejaknya menunjukkan bahwa pemain berusia muda itu mampu beroperasi di sejumlah area sehingga Amorim memiliki banyak opsi untuk memaksimalkan kemampuan sang calon amunisi anyar.

1 dari 3 halaman

Moreira Punya Banyak Peran

Moreira Punya Banyak Peran

Selebrasi winger Strasbourg, Diego Moreira usai laga melawan FSV Mainz 05 di perempat final Liga Konferensi Eropa, 17 April 2026. (c) AP Photo/Antonin Utz

Posisi yang paling sering dimainkan Moreira adalah winger kiri dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. Dari 45 penampilan di posisi tersebut, ia mencatat delapan gol dan 11 assist.

Moreira juga mampu bermain sebagai winger kanan dengan torehan tujuh gol dan tujuh assist dari 34 pertandingan. Selain itu, ia memiliki pengalaman sebagai gelandang kiri atau wing-back dengan 25 penampilan, satu gol, dan tujuh assist.

Ketika memperkuat Strasbourg, Moreira bahkan dimainkan dalam enam posisi berbeda dari 76 pertandingan. Ia paling sering menjadi wing-back kiri, tetapi justru menghasilkan catatan lebih baik ketika beroperasi sebagai winger kanan dengan empat gol dan lima assist dari 19 laga.

2 dari 3 halaman

Fleksibilitas Cocok dengan Amorim

Fleksibilitas Cocok dengan Amorim

Pelatih AC Milan Ruben Amorim memimpin sesi latihan di markas AC Milan di Carnago, Italia, Senin, 13 Juli 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Perkembangan Moreira di Strasbourg tidak lepas dari pendekatan Liam Rosenior. Sang pelatih memanfaatkannya sebagai wing-back dalam formasi 3-4-2-1 serta bek sayap dalam 4-2-3-1 karena kecepatan dan kemampuan Moreira melakukan overlap maupun underlap.

Setelah Rosenior pergi, Gary O'Neil menggesernya ke sisi kanan dalam trio gelandang serang. Perubahan tersebut membuat Moreira semakin terbiasa masuk ke area tengah dan memanfaatkan kaki kirinya untuk menciptakan ancaman.

Profil tersebut cocok dengan kebutuhan Amorim yang ingin AC Milan bermain agresif. Moreira dapat menjadi opsi menyerang dari sisi kiri, tetapi juga mampu berpindah ke kanan atau bermain lebih dekat dengan penyerang ketika situasi pertandingan membutuhkan perubahan pendekatan.

3 dari 3 halaman

Moreira Bisa Bantu Goncalo Ramos

Moreira Bisa Bantu Goncalo Ramos

Pemain Portugal, Gon?alo Ramos mendapat ucapan selamat dari Cristiano Ronaldo setelah mencetak gol lawan Kroasia di Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026). (c) AP Photo/Sam Balkansky

Kehadiran Moreira juga berpotensi meningkatkan efektivitas Goncalo Ramos di lini depan. Pengalaman di Strasbourg menunjukkan bahwa kemampuan umpannya dari sisi lapangan dapat membantu penyerang mendapatkan lebih banyak peluang.

Di Strasbourg, kontribusi Moreira ikut membantu Joaquin Panichelli berkembang menjadi penyerang produktif. Kini, ia akan memiliki kesempatan membangun koneksi serupa dengan Ramos yang memiliki pergerakan cerdas di area kotak penalti.

Bagi Amorim, nilai utama Moreira bukan hanya kemampuan bermain di banyak posisi. Fleksibilitas tersebut memungkinkan AC Milan mengubah bentuk serangan tanpa harus melakukan pergantian pemain sehingga kehadiran Moreira bisa menjadi solusi untuk beberapa kebutuhan sekaligus.

Sumber: Sempre Milan