Fabio Capello: Jangan Coret Juventus dan AS Roma dari Perebutan Scudetto!
Afdholud Dzikry | 6 Januari 2026 11:53
Bola.net - Akhir pekan lalu bukanlah momen yang indah bagi dua raksasa Serie A, Juventus dan AS Roma. Kedua tim sama-sama terpeleset dan gagal mendulang poin penuh.
Juventus harus puas ditahan imbang 1-1 oleh Lecce di kandang sendiri. Sementara itu, AS Roma pulang dengan tangan hampa setelah kalah 0-1 dari Atalanta.
Hasil minor ini membuat posisi kedua tim tertahan di papan klasemen Liga Italia. Bianconeri dan Giallorossi kini sama-sama mengoleksi 33 poin.
Mereka duduk di peringkat empat dan lima. Ada jarak empat poin yang menganga antara Juventus dengan Napoli di posisi ketiga.
Situasi makin pelik karena Napoli, AC Milan, dan Inter Milan masih memiliki satu laga tabungan. Secara matematis, Juventus dan Roma makin tertinggal.
Namun, Fabio Capello punya pandangan lain. Legenda pelatih Italia ini enggan mencoret kedua mantan klubnya itu dari peta persaingan.
Menurut Capello, perburuan gelar Serie A belum selesai. Ia melihat potensi besar yang masih tersimpan di skuad kedua tim tersebut.
"Menurut pendapat saya, mereka masih berbahaya dan masih bersaing di setiap kompetisi," buka Fabio Capello dalam wawancaranya bersama La Gazzetta dello Sport.
Juventus Ada di Jalur yang Benar
Capello menyoroti performa Juventus secara spesifik. Meski gagal menang lawan Lecce, ia melihat ada perubahan karakter yang positif.
Secara permainan, Juventus dinilai sudah menunjukkan mentalitas yang tepat. Hanya saja, sebuah kesalahan kecil harus dibayar mahal.
"Pertrokan langsung antar tim papan atas akan mempersempit jarak di klasemen. Melihat pertandingannya, saya melihat tim Juventus yang luar biasa akhir-akhir ini," lanjut Capello.
Capello menilai Juventus hanya tidak beruntung. Mereka dihukum oleh satu kesalahan, padahal tampil dominan.
"Mereka tidak menang dan dihukum karena sebuah kesalahan, tapi saya pikir mereka bermain dengan semangat, kecepatan, dan kualitas," tegas Capello.
"Itulah yang diharapkan dari Bianconeri saat ini. Sayangnya bagi mereka, hasil di kandang lawan Lecce tidak terlalu positif, tapi mereka berada di jalur yang benar, jadi waspadalah terhadap Juventus," tambahnya.
Potensi Roma dan Kritik untuk Gasperini
Beralih ke ibu kota, Capello juga memberikan penilaiannya untuk AS Roma. Ia menyoroti babak pertama yang buruk saat melawan Atalanta.
Namun, Capello tidak sependapat dengan pelatih Roma, Gian Piero Gasperini. Gasperini sempat mengeluhkan keputusan wasit yang dianggap menguntungkan Atalanta.
"Mereka menjalani babak pertama yang buruk melawan Atalanta. Saya tidak setuju dengan Gasperini yang mengklaim bahwa Atalanta mendapat keputusan yang menguntungkan di awal laga," ujar Capello.
Capello justru melihat ada keputusan wasit yang merugikan lawan. Ia juga menyoroti peluang emas yang gagal dimanfaatkan pemain Roma.
"Bagi saya, gol La Dea dianulir dengan cara yang patut dipertanyakan. Lalu ada juga peluang Zalewski untuk membuat skor menjadi 2-0, saat satu lawan satu dengan kiper," analisisnya.
Meski begitu, Capello memuji respons Roma di paruh kedua laga. Ia melihat wajah asli Roma yang penuh potensi kembali muncul.
"Namun di babak kedua, saya melihat Roma yang sebenarnya lagi, tim dengan banyak potensi," puji Capello.
Butuh Belanja di Januari
Capello tidak menutup mata bahwa kedua tim butuh perbaikan. Bursa transfer Januari menjadi momen krusial bagi Spalletti di Juventus dan Gasperini di Roma.
Khusus untuk Juventus, Capello melihat ada kebutuhan mendesak di lini depan. Partisipasi di Liga Champions menuntut kedalaman skuad yang lebih baik.
"Mengingat Bianconeri juga harus berkompetisi di Liga Champions, mereka butuh bobot lebih di lini depan. Mereka kekurangan penyerang tengah yang punya fisik kuat," saran Capello.
Ia juga menilai proyek kedua pelatih baru ini, Spalletti dan Gasperini, masih berjalan separuh jalan. Keduanya butuh amunisi tambahan agar skema permainan berjalan sempurna.
"Jika rumor transfer itu benar dan klub berhasil menemukan pemain yang mereka cari, mereka akan berkembang pesat," tutur Capello.
"Luciano Spalletti telah membawa Juve kembali ke dalam persaingan dan memberi tim metode bermain yang jelas. Gasperini mencoba membawa agresi dan determinasi ke Roma, mentalitas yang sulit diterapkan di ibu kota," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 12:03
-
Pemain Terbaik dan Terburuk dari Laga Parma vs Inter di Ennio Tardini
Liga Italia 8 Januari 2026, 10:11
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58









