FIGC Selidiki Kasus Rasial Kevin Constant
Editor Bolanet | 25 Juli 2013 16:18
- Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) meluncurkan penyelidikan kepada seorang penggemar yang dituding melakukan pelecehan rasial kepada personil AC Milan, Kevin Constant.
Hal itu didapatkan Constant pada pertandingan persahabatan pramusim, yakni Trofeo TIM, tepatnya saat Rossoneri tumbang 1-2 dari .
FIGC telah membuka penyelidikan kepada kejadian rasis... di mana pemain Milan Kevin Constant menjadi target sejumlah lagu-lagu dari sejumlah pendukung di stadion, demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pemain internasional Prancis kelahiran Guinea, Constant terlihat bereaksi terhadap panggilan-panggilan rasis dan menyepak bola ke arah para penonton sebelum meninggalkan lapangan.
Wasit memperingatkan para penonton perihal ulah tersebut bahwa pertandingan akan dihentikan jika masih terdengar pelecehan rasial dan Constant kemudian digantikan gelandang remaja Mario Piccinocchi.
Reaksi Constant merupakan ulangan dari kemarahan pemain Milan Kevin-Prince Boateng, yang meninggalkan lapangan pada Januari menyusul pelecehan-pelecehan rasial pada pertandingan melawan klub divisi bawah Pro Patria.
Pada Juni, enam penggemar Pro Patria dihukum penjara masing-masing selama dua bulan dengan dakwaan menyuarakan kebencian rasial.[initial]
(met/lex)
Hal itu didapatkan Constant pada pertandingan persahabatan pramusim, yakni Trofeo TIM, tepatnya saat Rossoneri tumbang 1-2 dari .
FIGC telah membuka penyelidikan kepada kejadian rasis... di mana pemain Milan Kevin Constant menjadi target sejumlah lagu-lagu dari sejumlah pendukung di stadion, demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pemain internasional Prancis kelahiran Guinea, Constant terlihat bereaksi terhadap panggilan-panggilan rasis dan menyepak bola ke arah para penonton sebelum meninggalkan lapangan.
Wasit memperingatkan para penonton perihal ulah tersebut bahwa pertandingan akan dihentikan jika masih terdengar pelecehan rasial dan Constant kemudian digantikan gelandang remaja Mario Piccinocchi.
Reaksi Constant merupakan ulangan dari kemarahan pemain Milan Kevin-Prince Boateng, yang meninggalkan lapangan pada Januari menyusul pelecehan-pelecehan rasial pada pertandingan melawan klub divisi bawah Pro Patria.
Pada Juni, enam penggemar Pro Patria dihukum penjara masing-masing selama dua bulan dengan dakwaan menyuarakan kebencian rasial.[initial]
(met/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eks Real Madrid Ini Jadi Pembelian Kedua Ruben Amorim di AC Milan?
Liga Italia 4 Juli 2026, 14:00
-
RESMI: AC Milan Datangkan Goncalo Ramos dari PSG
Liga Italia 30 Juni 2026, 21:20
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












