Gelar Scudetto Musim Lalu Kurang Mendapat Pengakuan dari Petinggi Juventus
Ari Prayoga | 16 Oktober 2020 05:35
Bola.net - Petinggi Juventus, Andrea Agnelli mengakui bahwa pihaknya memberikan pengakuan yang kurang tepat terhadap gelar Scudetto musim lalu.
Juventus sukses meraih gelar juara Serie A untuk kesembilan kalinya secara beruntun. Namun, hanya berselang beberapa hari kemudian, Maurizio Sarri dipecat dari kursi pelatih.
Ada tiga hal yang menjadi dasar pemecatan Sarri, yakni kekalahan di final Supercoppa Italiana dan Coppa Italia, serta kegagalan di pentas Liga Champions.
Pengakuan Andrea Agnelli
Kesuksesan meraih Scudetti kesembilan beruntun tetap membuat banyak pihak yang kecewa terhadap Juventus. Hal itu pun diakui oleh Agnelli.
“Gelar Serie A kesembilan berturut-turut tidak mendapatkan pengakuan yang tepat dari kami, dari para penggemar dan pihak lainnya, tetapi saya yakin bahwa dalam beberapa tahun semua orang akan memahami apa yang telah kami lakukan," ujar Agnelli seperti dikutip Football Italia.
“Namun, ada kekecewaan, karena kami kalah di dua final. Hal tersebut masih menimbulkan kekecewaan seperti ketika tersingkir dari Liga Champions," imbuhnya.
Penghargaan untuk Sarri
Lebih lanjut, Agnelli menegaskan bahwa Juventus tak akan pernah melupakan jasa-jasa Sarri, meski sang pelatih hanya sanggup bertahan selama satu musim di kursi panas Bianconeri.
“Sarri adalah orang yang hebat, berbudaya dan memiliki selera humor, dengan banyak minat selain sepak bola yang merupakan gairah pertamanya, jadi saya sangat senang dia menjadi juara liga bersama kami," tutur Agnelli.
"Dia membawa Scudetto ke museum dan dia akan selamanya dikenang sebagai salah satu pelatih juara di Juventus," tukas Agnelli.
Sumber: Football Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Debut Sempurna Donyell Malen di AS Roma: Gol, 3 Poin, dan Pujian Gasperini
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:57
-
Alexis Saelemaekers: Bikin Assist Mahal untuk Fullkrug, Keluar Lapangan Pincang
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:39
-
Niclas Fullkrug: Gol Debut, Assist Mimpi, dan Pengakuan 100 Persen Bahagia di Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:29
LATEST UPDATE
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







