Inter Milan, Kemenangan, dan Simbol Ambisi yang Lebih Besar

Gia Yuda Pradana | 5 Februari 2026 06:44
Inter Milan, Kemenangan, dan Simbol Ambisi yang Lebih Besar
Pemain Inter Milan Andy Diouf (atas) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Torino pada laga Coppa Italia/Piala Italia antara Inter vs Torino di Monza, Italia, Rabu, 4 Februari 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

Bola.net - Pertandingan Inter vs Torino pada perempat final Coppa Italia 2025/2026 berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Inter Milan di Stadio Brianteo, Monza, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini mengantar Nerazzurri melangkah ke semifinal di tengah kondisi tim yang tidak ideal.

Laga tersebut dimainkan di stadion netral karena San Siro tidak dapat digunakan akibat persiapan Olimpiade Musim Dingin 2026. Inter melakukan sejumlah rotasi pemain karena badai cedera, tetapi tetap mampu menjaga ritme permainan.

Advertisement

Dua gol kemenangan Inter dicetak Ange-Yoan Bonny pada menit ke-35 dan Andy Diouf pada menit ke-47. Torino sempat memperkecil ketertinggalan lewat Sandro Kulenovic pada menit ke-57, tetapi tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

1 dari 2 halaman

Kedalaman Skuad Menjadi Kunci Kemenangan Inter

Kedalaman Skuad Menjadi Kunci Kemenangan Inter

Pemain Inter Milan Ange-Yoan Bonny merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Torino pada laga Coppa Italia/Piala Italia antara Inter vs Torino di Monza, Italia, Rabu, 4 Februari 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

Inter membuka keunggulan lewat sundulan Bonny yang memanfaatkan umpan silang Issiaka Kamate pada awal babak kedua. Gol tersebut memperlihatkan kontribusi pemain muda yang mendapatkan kepercayaan di pertandingan penting Inter vs Torino.

Andy Diouf kemudian menggandakan keunggulan hanya dua menit setelah turun minum. Torino sempat memberi ancaman serius ketika Matteo Prati mencetak gol, tetapi wasit menganulirnya karena posisi offside.

Bonny mengakui laga berjalan sulit karena Torino selalu menjadi lawan yang merepotkan. “Torino selalu menjadi lawan yang rumit, tetapi kami senang bisa lolos ke fase berikutnya,” ujar Bonny kepada Sport Mediaset.

Striker asal Prancis itu juga mengalami luka di lutut saat pertandingan. Namun, kondisinya tidak menunjukkan masalah serius dan diperkirakan segera kembali berlatih.

“Dalam pertandingan seperti ini, Anda harus bertarung, dan kami senang bisa melakukannya,” kata Bonny. Ia menambahkan bahwa semua penyerang siap membantu tim kapan pun dibutuhkan.

2 dari 2 halaman

Mental Juara dan Target Musim Ini

Mental Juara dan Target Musim Ini

Pemain Inter Milan, Andy Diouf (kanan), berebut bola dengan pemain Torino, Adrien Tameze, dalam pertandingan Coppa Italia, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Carlos Augusto menilai performa pemain muda memberi bukti bahwa Inter memiliki kedalaman skuad yang solid. “Para pemain muda bekerja bersama kami setiap pekan dalam latihan. Kami percaya pada mereka, dan mereka bermain baik,” ucapnya kepada Sport Mediaset.

Kemenangan atas Torino membuat Inter melaju ke semifinal Coppa Italia dan akan menghadapi Napoli atau Como. Inter juga masih memimpin klasemen Serie A serta bersiap tampil di play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt.

Musim lalu, Inter hampir meraih gelar di berbagai ajang tetapi akhirnya finis tanpa trofi. Pengalaman itu memperkuat tekad tim untuk lebih konsisten musim ini.

“Kami tahu apa yang terjadi musim lalu, tetapi kami adalah Inter, dan kami bermain di setiap turnamen dengan target menang,” ujar Carlos Augusto. Pernyataan tersebut menjadi pesan jelas bahwa laga Inter vs Torino bukan sekadar kemenangan tunggal, melainkan simbol ambisi lebih besar.

Dengan jadwal padat di Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions, Inter menempatkan mental juara sebagai fondasi utama. Keberhasilan melewati Torino menjadi bukti bahwa Nerazzurri tetap kompetitif meski dilanda keterbatasan pemain.

Sumber: Football Italia

LATEST UPDATE