Inter vs Atalanta: Kemarahan Gasperini pada VAR
Editor Bolanet | 3 Januari 2025 09:55
Bola.net - Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, meluapkan kekecewaannya setelah timnya kalah 0-2 dari Inter Milan dalam ajang Supercoppa Italiana yang berlangsung di Riyadh, Jumat (3/1/2025) dini hari WIB. Ia mengkritik keputusan VAR yang dianggapnya "absurd" dan menyebut bahwa Italia sedang mengekspor versi buruk dari teknologi tersebut.
Dalam pertandingan yang seharusnya menjadi ajang prestisius bagi sepak bola Italia di mata internasional, Gasperini merasa keputusan-keputusan VAR justru menunjukkan sisi terburuk dari permainan.
Gol-gol Denzel Dumfries yang membawa Inter unggul membuatnya semakin frustrasi terhadap beberapa keputusan wasit, terutama setelah satu gol Ederson dibatalkan.
"Tidak mudah menciptakan peluang melawan Inter Milan, tetapi permainan berubah dengan gol absurd dari sudut yang seharusnya tidak ada,” ungkap Gasperini dalam konferensi persnya.
Kritik terhadap Keputusan VAR

Gasperini menegaskan bahwa keputusan VAR dalam pertandingan ini sangat merugikan timnya. "Itu bukan tendangan, Stefan de Vrij offside dan berdiri di depan kiper, ditambah ada pelanggaran jelas Dumfries terhadap Giorgio Scalvini," jelasnya.
Ia juga menyoroti ketidakadilan saat VAR menghabiskan waktu tujuh menit untuk memeriksa offside Charles De Ketelaere, tetapi tidak memperhatikan tiga situasi jelas lainnya.
"Ini adalah Italia yang memperlihatkan versi buruk dari VAR," tambahnya dengan nada kesal.
Kekalahan ini menambah catatan buruk Gasperini yang belum pernah menang dalam tujuh pertemuan terakhir melawan pelatih Inter, Simone Inzaghi.
"Kesulitannya adalah Inter memiliki pemain hebat dan terorganisir dengan baik. Kami selalu bermain untuk menang,” ujarnya.
Menjawab Kritikan Media
Tidak hanya mempertanyakan beberapa keputusan wasit dan VAR, Gasperini pada konferensi pers juga menjawab pertanyaan mengenai keputusannya tidak memainkan beberapa pemain terbaiknya.
Ya, pada laga tersebut, Gasperini memilih untuk tidak memainkan De Ketelaere, Ademola Lookman, dan Ederson sejak awal. Meskipun demikian, ia bersikukuh bahwa strategi yang diterapkan sudah sesuai dengan rencana.
"Kami melakukan apa yang ingin kami lakukan,” tegas Gasperini.
"Penting untuk memberi kesempatan kepada pemain lain, seperti Nicolo Zaniolo yang belum pernah bermain starter sejak awal musim dan Lazar Samardzic yang baru beberapa kali bermain," tambahnya.
Dengan hasil ini, Atalanta kini harus kembali ke Italia tanpa meraih hasil positif dari Riyadh. Sementara itu, Inter akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Juventus dan Milan pada 6 Januari mendatang.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Inter vs Napoli - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 11 Januari 2026, 19:45
LATEST UPDATE
-
Rencana B Juventus Bikin Kaget, Nama Anak Legenda Milan Masuk Daftar Belanja
Liga Italia 12 Januari 2026, 07:39
-
Lewati 3 Bulan Berat, Vinicius Akhiri Puasa Gol di Final Supercopa de Espana!
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 07:00
-
Inter Milan Siap Bajak Dusan Vlahovic dari Juventus, AC Milan Terancam Kena Tikung!
Liga Italia 12 Januari 2026, 07:00
-
Vinicius Ditarik Keluar di Final Supercopa, Xabi Alonso Beri Penjelasan
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 06:53
-
Bukan Hanya Masalah Mental, Ini Peringatan Fletcher untuk Calon Pelatih Baru MU
Liga Inggris 12 Januari 2026, 06:15
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 12 Januari 2026, 05:36
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52








