Juventus 2-4 Parma, Tripletta Hernan Crespo dan Keperkasaan I Gialloblu
Gia Yuda Pradana | 17 April 2020 15:05
Bola.net - Musim 1998/99 adalah salah satu musim terburuk Juventus di Serie A. Sebaliknya, itu merupakan salah satu musim terbaik Parma di kasta tertinggi Italia.
Juventus sejatinya berstatus juara bertahan, setelah musim sebelumnya meraih Scudetto dengan pelatih Marcello Lippi sebagai otak dan Alessandro Del Piero sebagai motor serangan.
Namun, Juventus tampil inkonsisten dan memble di musim 1998/99. Itu tak lepas dari sebuah kesialan di awal musim, di mana Del Piero dihantam cedera.
Musim itu, Juventus menelan total 10 kekalahan dari 34 pertandingan di Serie A. Kekalahan terburuk mereka telan di laga kandang melawan Parma, dengan skor 2-4.
Striker I Gialloblu asal Argentina, Hernan Crespo, meruntuhkan sang juara bertahan dengan tripletta, tiga golnya.
Parma yang Perkasa
Parma 1998/99 adalah tim yang cukup perkasa. Waktu itu, Parma memiliki pemain-pemain seperti Gianluigi Buffon di bawah mistar, Fabio Cannavaro dan Lilian Thuram di lini belakang, Dino Baggio dan Juan Sebastian Veron di lini tengah, serta duet maut Hernan Crespo dan Enrico Chiesa di lini serang.
Tim ini dipoles oleh Alberto Malesani dengan tangan dinginnya. Musim itu, mereka bahkan sukses meraih dua gelar juara, yakni Coppa Italia dan UEFA Cup.
Di final Coppa Italia, Parma mengalahkan Fiorentina yang diperkuat Gabriel Batistuta lewat keunggulan gol tandang dalam agregat 3-3. Di final UEFA Cup, Parma menghancurkan Marseille tiga gol tanpa balas.
Itulah sekilas tentang kekuatan Parma di musim 1998/99.
Persaingan Ketat di Serie A
Namun, Parma belum cukup kuat untuk bersaing di Serie A. Musim itu, Parma finis peringkat empat, di bawah AC Milan, Lazio, dan Fiorentina.
Di Serie A musim itu, Parma meraih 15 kemenangan, sepuluh hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Parma juga mencetak 55 gol, hanya terpaut empat gol dari Milan yang keluar sebagai juara.
Dari 15 kemenangan yang diraih Parma musim itu, satu yang paling berkesan adalah ketika tandang melawan Juventus pada pekan 20.
Juventus Tanpa Sejumlah Pilar

Juventus menjamu Parma di Stadio delle Alpi, 7 Februari 1999. Waktu itu, Juventus berada di posisi 9 klasemen sementara, sedangkan Parma di posisi 3.
Juventus turun di laga itu tanpa sejumlah pilar. Juventus kehilangan Del Piero dan Filippo Inzaghi, sementara Antonio Conte dan Didier Deschamps hanya cukup fit untuk duduk di bangku cadangan.
Lippi pun dipaksa memutar otak. Namun, strateginya tak membuahkan hasil sesuai harapan.
Gol pembuka Alessio Tacchinardi di menit 15 justru memancing serangan balasan gila-gilaan dari Parma.
Crespo 3, Chiesa 1

Setelah tertinggal, Parma berusaha menekan balik. Dimotori Veron di tengah, serta lesatan-lesatan Antonio Bennarivo dan Thuram dari posisi bek sayap, Parma mendapatkan gol balasan di menit 35.
Gol balasan dicetak Crespo, dari assist Chiesa. Setelah itu, ganti Chiesa yang membobol gawang Angelo Peruzzi untuk membawa Parma berbalik memimpin.
Parma menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1, setelah Crespo menuntaskan operan Bennarivo untuk mencetak golnya yang ke-13 musim itu.
Di babak kedua, pada menit 58, Crespo menggenapi tripletta-nya. Dari crossing sang kompatriot Veron, Crespo membobol gawang Juventus sebuah instep-backheel yang brilian.
Juventus cuma bisa menipiskan selisih skor lewat Daniel Fonseca, yang memaksimalkan operan Zinedine Zidane.
Susunan Pemain dan Cuplikan Gol
Juventus XI: Angelo Peruzzi; Mark Iuliano, Zoran Mirkovic, Paolo Montero, Gianluca Pessotto; Edgar Davids, Angelo Di Livio, Alessio Tacchinardi, Zinédine Zidane; Juan Esnaider, Daniel Fonseca.
Pelatih: Marcelo Lippi.
Parma XI: Gianluigi Buffon; Antonio Benarrivo, Fabio Cannavaro, Nestor Sensini, Lilian Thuram; Dino Baggio, Stefano Fiore, Diego Fuser, Juan Sebastian Veron; Enrico Chiesa, Hernan Crespo.
Pelatih: Alberto Malesani.
Menandari Akhir Era Kepelatihan Lippi
Saat itu, Lippi telah melatih Juventus sejak 1994. Selama itu, Lippi mempersembahkan sederet gelar juara.
Termasuk di antaranya adalah Scudetto Serie A 1994/95, 1996/97, dan 1997/98 dan Liga Champions 1995/96.
Namun, kekalahan memalukan dari Parma menandai akhir dari era kepelatihannya. Setelah kekalahan itu, Lippi mengundurkan diri dari posisinya. Juventus kemudian menunjuk Carlo Ancelotti sebagai penggantinya.
Sementara itu, Lippi lalu melatih Inter Milan periode 1999-2000, sebelum akhirnya kembali ke Juventus periode 2001-2004.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Gol Terakhir Free-Kick Master David Beckham di Real Madrid
Manchester United vs Barcelona 1998: 2 Bentrokan, 12 Gol, Tanpa Pemenang
Momen Paling Pedih Manchester United: 5 Menit di Stadium Etihad dan Duka di Stadium of Light
5 Hal yang Patut Diperhatikan Pada Pertemuan Darurat Klub Premier League Jumat Ini
Juan Roman Riquelme: Seniman yang Dibuang Barcelona dan Pernah Tolak MU
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Matteo Gabbia Diragukan Tampil Saat AC Milan Hadapi Juventus
Liga Italia 3 September 2026, 11:09
-
Lautaro Martinez Benarkan Minat Barcelona, tetapi Ia Bertahan di Inter Milan
Liga Italia 3 September 2026, 11:03
-
Cesc Fabregas Dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A 2025-26
Liga Italia 3 September 2026, 11:00
-
Juventus Lepas Sang Bek ke FC Porto?
Liga Italia 2 September 2026, 23:59
-
AS Roma Bantah Halangi Manu Kone ke Chelsea: Nawar Aja Kagak!
Liga Italia 2 September 2026, 23:45
LATEST UPDATE
-
Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
Tim Nasional 4 September 2026, 15:46
-
Prediksi Susunan Pemain Ipswich vs Liverpool: Barcola Berpeluang Debut
Liga Inggris 4 September 2026, 15:35
-
Marc Klok dan Laga Emosional Persib vs PSM Makassar
Bola Indonesia 4 September 2026, 15:14
-
Gabung Al-Hilal, Gabriel Martinelli Jadi Penjualan Termahal Arsenal
Liga Inggris 4 September 2026, 15:00
-
Target Persib di ACL Two 2026/2027, Umuh Muchtar: Mudah-mudahan Juara
Bola Indonesia 4 September 2026, 14:44
-
Link Nonton Siaran Langsung Bali United vs PSS Sleman FC di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 4 September 2026, 13:42
-
Prediksi Arsenal vs Chelsea Versi Gary Neville: The Gunners Menang 2-0
Liga Inggris 4 September 2026, 13:36
-
Xabi Alonso Siapkan Perubahan pada 2 Sektor Chelsea untuk Hadapi Arsenal
Liga Inggris 4 September 2026, 13:29
-
Dusan Vlahovic Akhirnya Ungkap Alasan di Balik Kepergiannya dari Juventus
Liga Italia 4 September 2026, 13:20
-
Ruben Amorim Berpeluang Cetak Sejarah di Laga Juventus vs Milan
Liga Italia 4 September 2026, 13:12
-
Link Nonton Siaran Langsung Arema FC vs Insenmulang FC di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 4 September 2026, 13:10
-
KapanLagi Book Club Gelar Silent Reading di Tengah Karya Seni Museum MACAN
Lain Lain 4 September 2026, 12:38
-
Julian Alvarez Hadapi Kenyataan Pahit Usai Gagal Tinggalkan Atletico
Liga Spanyol 4 September 2026, 11:05
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


