Kabar Oknum Pelempar Flare ke Arah Emil Audero: 3 Jarinya Putus Karena Ledakan
Editor Bolanet | 2 Februari 2026 10:49
Bola.net - Karma instan menimpa seorang oknum suporter Inter Milan di markas Cremonese. Kabarnya, tiga jarinya putus akibat ledakan petasan yang ia pegang sendiri.
Insiden horor ini terjadi saat laga tandang Nerazzurri berlangsung panas. Pelaku sebelumnya nekat melempar petasan ke arah kiper Emil Audero.
Presiden Inter, Beppe Marotta, langsung bereaksi sangat keras usai laga. Ia mengutuk aksi konyol yang mencoreng nama besar klub.
Laga di Stadio Giovanni Zini sempat dihentikan wasit sementara waktu. Asap tebal memenuhi udara akibat ulah tak bertanggung jawab tersebut.
Petaka Senjata Makan Tuan
Laporan dari Football Italia menyebut pelaku berniat melempar petasan atau flare kedua ke lapangan. Nahas, bahan peledak itu justru meledak di tangannya sendiri.
Akibatnya sangat fatal bagi sang perusuh tribun tersebut. Ia dilaporkan kehilangan tiga jari tangan karena ledakan jarak dekat.
Emil Audero sendiri sempat terkena dampak dari lemparan pertama pelaku. Kiper itu mengalami luka sayat kecil dan bekas luka bakar.
Meski demikian, Audero tetap mampu melanjutkan pertandingan hingga selesai. Kondisi mental sang kiper tetap terjaga meski ada teror.
Identitas Terbongkar di Rumah Sakit
Aksi nekat ini memicu amarah fans Inter lainnya. Keributan sempat pecah di tribun tandang suporter Nerazzurri.
Mereka murka karena ulah satu orang bisa merugikan tim. Fans lain menganggap pelaku membahayakan nasib pertandingan malam itu.
Identitas pelaku akhirnya terungkap dengan cara yang cukup ironis. Ia terlacak saat mencari pengobatan darurat di rumah sakit Cremona.
Media lokal mengonfirmasi cedera tangan parah pelaku tersebut. Polisi siap melakukan penangkapan dan memberikan sanksi larangan masuk stadion.
Kekesalan Beppe Marotta
Beppe Marotta tak bisa menyembunyikan kekecewaannya pasca pertandingan. Ia menyebut insiden ini sebagai pengalaman terburuk dalam kariernya.
Mantan petinggi Juventus itu menilai aksi tersebut sangat tidak masuk akal. Investigasi mendalam kini sedang dilakukan pihak berwajib.
"Situasi yang belum pernah saya alami selama bertahun-tahun dalam karier saya," ujar Marotta kepada Sky Sport Italia.
"Itu adalah tindakan bodoh. Sebuah tindakan sensasional atas nama anti-sportivitas," tegasnya dengan nada geram.
Pujian untuk Profesionalisme Audero
Manajemen Inter merasa bertanggung jawab untuk membina perilaku suporter. Mereka ingin mencegah kejadian memalukan serupa terulang kembali.
Marotta menegaskan bahwa kultur positif harus dibangun di kalangan fans. Kejadian luar biasa ini harus menjadi pelajaran terakhir.
"Kami memiliki kewajiban untuk menciptakan budaya dan mencegah situasi ini. Kami mengutuk insiden luar biasa ini," tambah Marotta.
Bos Inter itu juga memberikan apresiasi khusus kepada Emil Audero. Sang kiper dipuji karena tetap tenang dan mau melanjutkan laga.
"Kami juga ingin berterima kasih kepada Audero atas profesionalismenya, karena akhirnya pertandingan ini bisa dimainkan sampai akhir," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Prancis 2026 di Vidio, 8-10 Mei 2026
Otomotif 8 Mei 2026, 08:20
-
Chelsea Tanpa Robert Sanchez saat Hadapi Liverpool
Liga Inggris 8 Mei 2026, 01:02
-
Jangan Sampai Chelsea Rekrut Cesc Fabregas!
Liga Inggris 8 Mei 2026, 00:57
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55



















