Kekacauan Jadwal Liga Italia: Antara Final Tenis, Derby Roma, dan Ancaman Mogok Sarri
Afdholud Dzikry | 15 Mei 2026 08:25
Bola.net - Gelaran Serie A akhir pekan ini sedang berada dalam situasi yang sangat kacau. Otoritas liga dan pemerintah setempat akhirnya menyepakati jadwal baru untuk lima pertandingan krusial di pekan ke-37. Keputusan mendadak ini membuat sepuluh tim sempat terkatung-katung tanpa kejelasan jadwal bertanding yang pasti.
Langkah ini diambil setelah pertemuan darurat dilakukan untuk mengakhiri perselisihan yang terjadi selama berhari-hari. Sebelumnya, banding darurat yang diajukan ke tribun TAR sempat ditolak secara mentah-mentah. Alhasil, pertandingan tetap harus digelar pada hari Minggu demi menjaga integritas kompetisi yang sedang memanas.
Sebanyak lima pertandingan yang melibatkan pemburu tiket Liga Champions diwajibkan melakukan kick-off secara bersamaan. Laga-laga tersebut mencakup duel panas Roma vs Lazio, Como vs Parma, Genoa vs Milan, Juventus vs Fiorentina, serta Pisa vs Napoli. Keputusan memainkan lima laga serentak ini bertujuan agar tidak ada tim yang merasa dirugikan oleh hasil pertandingan lainnya.
Namun, ketetapan ini justru memicu konflik baru yang melibatkan otoritas keamanan dan cabang olahraga lain. Penentuan jam tanding dianggap tidak mempertimbangkan aspek keselamatan publik di kota Roma. Kini, atmosfer menjelang pertandingan pekan ke-37 justru lebih didominasi oleh ketegangan di luar lapangan hijau.
Bentrok Jadwal dengan Final Tenis Italian Open
Pusat persoalan berada pada laga Roma kontra Lazio di Stadion Olimpico. Lokasi stadion yang berdekatan dengan venue final tunggal putra Italian Open memunculkan kekhawatiran soal penumpukan massa di kawasan Foro Italico.
Pihak keamanan menilai risiko akan meningkat jika dua agenda olahraga besar berlangsung dalam waktu berdekatan. Ribuan pendukung sepak bola dan tenis diperkirakan memadati area yang sama pada hari yang sama.
Otoritas setempat sempat mengusulkan agar Derby Roma dipindahkan ke hari Senin. Namun, opsi itu kembali menemui hambatan karena adanya rencana mogok transportasi umum yang dijadwalkan berlangsung pada hari tersebut.
Kritik Pedas dan Penolakan dari Federasi Tenis
Usulan Lega Serie A untuk menggeser jadwal final Italian Open demi memberi ruang bagi Derby Roma langsung ditolak Federasi Tenis Italia. Presiden federasi, Angelo Binaghi, menyampaikan penolakannya dengan nada tajam.
"Supervisor ATP ada di sini dan turnamen ini diatur secara berbeda dari kompetisi sepak bola," tegas Angelo Binaghi.
Binaghi mengatakan pihaknya tidak memiliki keleluasaan mengubah jadwal karena terikat berbagai kewajiban eksternal. Ia juga menyindir penyusunan kalender Serie A yang dianggap sejak awal tidak mempertimbangkan agenda olahraga lain.
"Mereka bisa berubah kapan saja mereka mau, kami tidak bisa, karena kami punya kewajiban lain. Dan kami tidak bisa diharapkan untuk memindahkan final kami hanya karena beberapa orang bodoh mengetik daftar jadwal dengan kaki mereka," tutur Binaghi.
Perpecahan Sikap Antar-Klub
Ketegangan tidak hanya terjadi di level penyelenggara, tetapi juga di antara klub yang terlibat. Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, bahkan sempat mengancam tidak akan hadir jika timnya dipaksa bermain pada Minggu siang.
Sementara itu, Roma mengambil sikap berbeda. Manajemen Giallorossi justru mendukung tuntutan suporter yang meminta pertandingan tetap digelar sesuai jadwal awal pada hari Minggu.
Opsi memajukan laga ke hari Sabtu juga dinilai sulit diterapkan. Lazio baru saja memainkan final Coppa Italia melawan Inter Milan pada Rabu malam sehingga kondisi fisik pemain menjadi pertimbangan utama.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool Punya Starting XI Menjanjikan, tapi Kedalaman Skuad Masih Mengkhawatirkan
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 13:12
-
3 Sinyal Positif dari Kemenangan 2-0 Liverpool atas Como
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 09:40
-
Djed Spence dan Sejarah Panjang Inter Milan yang Membuatnya Tertarik Pindah ke Italia
Liga Italia 17 Agustus 2026, 08:35
-
Juventus Siapkan Transfer Ganda, Incar Fofana dan Tomori dari AC Milan
Liga Italia 17 Agustus 2026, 08:01
LATEST UPDATE
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
-
Barcelona Siapkan Manuver Kejutan: Viktor Gyokeres Masuk Radar Transfer
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 21:23
-
Here We Go! AC Milan Gelontorkan Rp 1 Triliun untuk Boyong Pemain Timnas Belgia Ini
Liga Italia 17 Agustus 2026, 20:57
-
Tidak Ada yang Gratis Bagi Marcus Rashford di MU: Dia Harus Berjuang!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 20:30
-
3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 20:16
-
Juventus Incar 2 Pemain AC Milan Sekaligus: Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:18
-
Juventus Resmikan Transfer John Lucumi dari Bologna
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



