Kerusuhan Suporter, FIGC Ingin Hentikan Serie A Sementara Waktu
Editor Bolanet | 27 Desember 2018 20:30
Bola.net - - Laga pekan ke-18 Serie A yang mempertemukan dua klub raksasa Italia, Inter Milan dan Napoli, berakhir dengan kericuhan. Insiden tersebut membuat presiden FIGC, Gabriele Gravina, menimbang keputusan untuk menghentikan kompetisi sementara waktu.
Pertemuan tim penghuni tiga besar itu berakhir dengan kedudukan 1-0 untuk kemenangan Inter Milan. Gol semata wayang Nerazzurri diciptakan oleh sang penyerang anyar, Lautaro Martinez, jelang wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Partai itu sendiri sukses mencuri perhatian penikmat sepak bola, khususnya penggemar Serie A. Bukan karena pertandingan tersebut berjalan seru, namun karena berbagai insiden kurang terpuji yang terjadi dalam hingga luar lapangan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Duduk Perkara Insiden
Insiden pertama yang terjadi adalah kasus rasisme yang dilakukan oknum suporter Inter Milan terhadap bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Hal tersebut sampai membuat sang bek emosi dan terpaksa keluar lapangan dengan cara yang tak menyenangkan.
Kala itu, Koulibaly yang mendapat perlakuan rasis melanggar pemain Inter Milan, Matteo Politano. Wasit yang melihat hal itu langsung mengganjarnya dengan kartu kuning. Emosi Koulibaly semakin tersulut, dan memberikan gestur kurang menyenangkan ke wasit.
Berkat itu, ia langsung diganjar kartu kuning kedua sekaligus merah hingga membuatnya harus meninggalkan lapangan. Namun situasi panas tidak terhenti sampai di situ saja. Di luar lapangan, kisruh terjadi antara suporter dari kedua belah pihak.
Dilansir dari Football Italia, empat suporter Napoli ditemukan mengalami luka tusuk di luar San Siro usai laga. Tak hanya itu, satu fans Nerazzurri juga harus mengalami perawatan intensif lantaran ditabrak oleh sebuah mobil yang melintas di sekitaran stadion.
Pertimbangan FIGC
Serangkaian insiden itu lalu mengundang perhatian dari presiden FIGC, Gabriele Gravina. Sebagai imbas dari serangkaian insiden kurang terpuji tersebut, ia beserta federasi sedang menimbang opsi untuk menghentikan kompetisi sementara waktu.
"Itu adalah suatu hal yang sedang kami pertimbangkan. Sekarang kami butuh waktu dan berkordirasi antara satu sama lain: Ada masalah ketertiban dan harus segera ditangani," ujar Gravina kepada Il Messaggero baru-baru ini.
"Saya khawatir dengan iklim saat ini. Saya bukan psikolog, tetapi jelas bahwa beberapa pemain merasa sangat gugup di San Siro. Saat ini, saya sedang dalam periode refleksi karena apa yang terjadi sangat serius. Kami akan mendengar saran dari kementerian serta CONI lalu membuat keputusan," lanjutnya.
"Para pemain sangat gugup di lapangan. Wasit akan menuliskan apa yang ia pikir, tetapi bila dia membuat beberapa kesalahan maka dia juga akan kami pantau," tandasnya.
Saksikan Juga Video Ini
Informasi soal hasil lengkap Pekan ke-18 Serie A yang digelar pada hari Rabu (26/12) hingga Kamis (27/12) bisa Bolaneters sekalian simak melalui tautan video di bawah ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Como vs Inter: Tak Puas 0-0, Cesc Fabregas Klaim Timnya Layak Menang
Liga Italia 4 Maret 2026, 08:35
-
Man of the Match Como vs Inter: Josep Martinez
Liga Italia 4 Maret 2026, 06:14
-
Tempat Menonton Como vs Inter, Coppa Italia 4 Maret 2026
Liga Italia 3 Maret 2026, 23:30
LATEST UPDATE
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37















