Kesulitan di Juventus, Mungkinkah Karier De Ligt Lebih Baik Andai Pilih Barcelona?
Richard Andreas | 11 Juli 2020 07:40
Bola.net - Musim 2019/20 jelas tidak berjalan sebaik yang diharapkan Matthijs De Ligt. Musim ini adalah musim debutnya di Juventus dan sejauh ini belum benar-benar memuaskan.
De Ligt merupakan salah satu bocah ajaib sepak bola modern. Musim sebelumnya dia tampil luar biasa bersama Ajax Amsterdam, bahkan dipercaya mengenakan ban kapten di usia 19 tahun.
Tentu saat itu sederet klub besar mulai merayu De Ligt. Ada Barcelona, Real Madrid, PSG, Juventus, bahkan Liverpool. Namun, pilihan De Ligt akhirnya jatuh pada Juve, dia mengaku ingin mempelajari seni bertahan Italia.
Kini, melihat situasi yang cukup sulit bagi De Ligt sendiri, mungkinkah dia menyesal telah memilih Juve? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Sudah sangat baik
De Ligt jelas kesulitan menyuguhkan level permainan terbaiknya di Juventus, bahkan sejak awal musim. Karena itulah muncul gagasan bahwa dia seharusnya memilih Barcelona, bukan Juve.
Namun, mantan staf pelatih Ajax, Michele Santoni, menolak gagasan tersebut. Dia percaya De Ligt sudah benar memilih Juventus, khususnya karena posisinya sebagai bek tengah.
"Ketika kita bicara soal detail, [Maurizio] Sarri adalah raja. Sebagai bek, dia [De Ligt] tidak bisa mengambil pilihan yang lebih baik lagi," ungkap Santoni dikutip dari Goal internasional.
"Lihat saja perkembangan Stefan de Vrij. Jika Anda ingin belajar cara bertahan lebih baik, Anda harus bermain di Italia. Saya tak pernah meragukan itu."
Sepak bola berubah
Santoni mengakui pemain Belanda memang punya hubungan spesial dengan Barcelona, seperti kasus Frenkie de Jong. Namun, De Ligt berbeda, sepak bola Italia pun sudah berbeda. Keputusan membela Juve sudah sangat tepat.
"Dengar, Barcelona selalu mencari bakat di Belanda. Setiap pemain top Belanda harus pergi ke Barcelona. Ini hubungan yang sangat mudah, karena pengaruh Johan Cruyff dan pemain-pemain belanda di sana," sambung Santoni.
"Tapi sekarang sepak bola di Italia telah berubah. Dahulu yang lebih diutamakan adalah strategi, banyak skor 0-0, tapi sekarang ada banyak pertandingan yang bisa dinikmati," tutupnya.
Sumber: Goal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Torino vs Juventus 25 Mei 2026
Liga Italia 24 Mei 2026, 15:21
-
Hubungan dengan CEO Juventus Retak, Spalletti Bakal Resign?
Liga Italia 24 Mei 2026, 15:14
-
Manchester United Tawarkan Joshua Zirkzee ke Juventus dan AS Roma
Liga Inggris 24 Mei 2026, 14:27
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Liga Inggris: Liverpool vs Brentford
Liga Inggris 24 Mei 2026, 20:56
-
Link Live Streaming Liga Inggris: Sunderland vs Chelsea
Liga Inggris 24 Mei 2026, 20:51
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Man City vs Aston Villa
Liga Inggris 24 Mei 2026, 20:51
-
Link Live Streaming Liga Inggris: Crystal Palace vs Arsenal
Liga Inggris 24 Mei 2026, 20:47
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Sunderland vs Chelsea
Liga Inggris 24 Mei 2026, 20:33
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Palace vs Arsenal
Liga Inggris 24 Mei 2026, 20:17
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Liverpool vs Brentford
Liga Inggris 24 Mei 2026, 19:58
-
Apakah Pertandingan Brighton vs MU Ditayangkan SCTV?
Liga Inggris 24 Mei 2026, 19:54
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25







