Magis Cesc Fabregas! Como Singkirkan Napoli, Ternyata Ini Mantra Ajaibnya
Afdholud Dzikry | 11 Februari 2026 15:00
Bola.net - Cesc Fabregas sukses membawa Como menembus semifinal Coppa Italia secara dramatis. Klub berjuluk I Lariani ini berhasil menyingkirkan raksasa Napoli lewat adu penalti, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB.
Prestasi ini menjadi sejarah baru bagi klub setelah penantian panjang sejak 1986. Kala itu, mereka juga menyingkirkan juara bertahan Serie A, Hellas Verona.
Kini, korban keganasan Como adalah Napoli di Stadio Diego Armando Maradona. Fabregas punya peran krusial dalam membangun mentalitas anak asuhnya.
Sang pelatih membeberkan instruksi khususnya jelang babak tos-tosan. Ia meminta skuad mudanya untuk tetap tenang dan menikmati momen langka tersebut.
Tekanan Ada di Lawan

Fabregas menggunakan pengalaman pribadinya sebagai pemain top dunia. Ia menanamkan pola pikir bahwa beban berat justru ada di pundak Napoli.
Sebagai tim besar dan tuan rumah, Napoli haram hukumnya kalah. Situasi psikologis inilah yang dimanfaatkan Fabregas untuk membakar semangat tim.
"Saya katakan, saya pernah berada di posisi Napoli sebagai tim 'besar' yang diharapkan menang," ujar Fabregas kepada Sport Mediaset.
Mentalitas nothing to lose membuat pemain Como tampil lepas tanpa beban. Hal ini terbukti ampuh saat eksekusi penalti dilakukan.
"Itu (status unggulan) menambah sedikit rasa takut," lanjut mantan pemain Arsenal tersebut.
Nikmati Momen Bersejarah
Sebelum adu penalti dimulai, Fabregas memberikan pidato singkat di ruang ganti. Ia tidak menuntut kemenangan, melainkan rasa syukur dan kebanggaan.
Mayoritas skuad Como saat ini adalah pemain muda yang minim pengalaman. Rata-rata usia pemain mereka hanya 22 tahun jika pemain senior dikesampingkan.
"Saya berterima kasih kepada mereka karena telah memberi saya pengalaman ini sebagai pelatih," ungkap Fabregas.
Fabregas menekankan pentingnya kepercayaan diri di momen genting. Ia ingin para pemain muda ini merasakan atmosfer pertandingan besar.
"Sangat penting bagi mereka untuk memiliki keyakinan, tetapi juga perlu menikmati momen ini," tambahnya.
Keputusan Taktis yang Jenius
Selain faktor mental, kecerdasan taktis Fabregas juga layak diacungi jempol. Ia melakukan pergantian pemain yang sangat krusial di babak kedua.
Jacobo Ramon nyaris mendapat kartu kuning kedua usai melanggar Rasmus Hojlund. Melihat gelagat bahaya, Fabregas langsung menarik keluar bek muda tersebut.
"Jelas, dia akan dikeluarkan pada pelanggaran berikutnya," jelas Fabregas mengenai keputusannya.
Langkah preventif ini menyelamatkan Como dari situasi kalah jumlah pemain. Bermain dengan 10 orang di kandang Napoli tentu akan menjadi bencana.
"Saya harus menariknya keluar, karena bermain dengan 10 orang dalam situasi seperti ini akan membuat segalanya jauh lebih sulit," tegasnya.
Drama Adu Penalti
Laga sendiri berakhir imbang 1-1 di waktu normal. Gol Martin Baturina sempat membawa Como unggul sebelum disamakan Antonio Vergara.
Di babak adu penalti, keberuntungan memihak tim tamu. Romelu Lukaku gagal menjalankan tugasnya karena tendangannya melebar.
Kiper Jean Butez juga tampil heroik dengan menepis tendangan Stanislav Lobotka. Sementara Vanja Milinkovic-Savic sempat menahan eksekusi Maximo Perrone.
Kemenangan ini membawa Como menantang Inter Milan di semifinal. Duel ini akan menjadi Lombardy Derby yang sangat dinantikan.
Jangan Terlena Euforia
Meski baru mencetak sejarah, Fabregas langsung memperingatkan anak asuhnya. Ia meminta euforia kemenangan ini segera diakhiri.
Fokus tim harus segera beralih ke laga lanjutan Serie A akhir pekan nanti. Jadwal padat menuntut pemulihan fisik dan mental yang cepat.
"Kami harus meninggalkan euforia ini hingga akhir musim," pesan Fabregas dengan tegas.
Como masih membutuhkan poin penuh untuk bersaing di liga domestik. Konsistensi permainan menjadi PR utama bagi skuad muda Fabregas.
"Kami mendengarkan musik selama 10 menit di ruang ganti, sekarang kami akan mulai bersiap untuk akhir pekan," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Berpeluang Dapat Rp96 Miliar dari Transfer Romelu Lukaku
Liga Inggris 10 Agustus 2026, 08:23
-
Trevoh Chalobah Resmi Hijrah dari Chelsea ke Como
Liga Italia 10 Agustus 2026, 04:02
-
Napoli Incar Benoit Badiashile, Chelsea Buka Jalan untuk Sang Bek
Liga Italia 8 Agustus 2026, 13:43
-
Gabriel Jesus Bakal Tinggalkan Arsenal untuk Berkarir di Italia?
Liga Inggris 7 Agustus 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Kalah tapi Menang Agrgegat, Timnas Thailand ke Final Piala AFF 2026
Tim Nasional 18 Agustus 2026, 21:59
-
Comeback Lawan Bali United, Persib Bandung Juara Dewata Challenge Series 2026
Bola Indonesia 18 Agustus 2026, 21:29
-
Gavi Pindah ke Manchester United? Begini Sabda Fabrizio Romano
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 19:45
-
AS Roma Hubungi Real Madrid, Ingin Boyong Pemain Ini ke Olimpico
Liga Italia 18 Agustus 2026, 19:30
-
Lupakan Lewis Hall, MU Fokus Datangkan Bek Kiri Ini
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 19:15
-
Cabut dari AC Milan, Rafael Leao Merantau ke Arab Saudi?
Liga Italia 18 Agustus 2026, 19:00
-
Manchester United Beli Gelandang Baru? Bisa Iya, Bisa Tidak!
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 18:45
-
Cocok dengan Barcelona, Fermin Lopez Doakan Julian Alvarez Mendarat di Camp Nou
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 18:30
-
Marcus Rashford Mantapkan Hati Lanjut Bersama Manchester United
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 18:15
-
Fermin Lopez Benarkan Serahkan Nomor 16 Barcelona ke Rodri: Dia Layak Mengenakannya!
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 18:00
-
Memancing di Air Keruh, MU Coba Bajak Gavi dari Barcelona
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 17:45
-
Santiago Gimenez Selangkah Lebih Dekat Tinggalkan AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



