Membedah Taktik Igor Tudor di Juventus: 3 Bek Sejajar, Vertikal, Agresif, dan Bakal Lebih Efisien?
Asad Arifin | 12 Juni 2025 12:18
Bola.net - Juventus menemukan kestabilan di bawah kendali Igor Tudor. Sejak ditunjuk menggantikan Thiago Motta pada penghujung musim 2024/2025, pelatih asal Kroasia memberi efek positif dengan sekali kalah dari sembilan laga Serie A.
Catatan tersebut cukup mengesankan dan membuat manajemen klub yakin untuk mempertahankan Tudor sebagai pelatih kepala di musim 2025/2026. Bahkan, Juventus dikabarkan telah menawarkan kontrak baru hingga tahun 2027 kepada sang allenatore.
Di balik hasil impresif itu, terdapat pendekatan taktis yang sangat berbeda dibandingkan era sebelumnya. Tudor pun bukan sosok asing di kancah sepak bola Italia. Sebelum membesut Juventus, ia pernah menukangi Hellas Verona dan Lazio.
Tudor hadir dengan filosofi dan struktur permainan yang jelas. Ia berhasil membawa Juventus keluar dari fase inkonsistensi dengan pendekatan baru yang lebih agresif, vertikal, dan efisien. Berikut ulasan lengkapnya:
Perubahan Formasi: Tiga Bek Jadi Kunci

Salah satu perubahan paling kentara yang dibawa Igor Tudor adalah formasi dasar tim. Bila Thiago Motta cenderung mengandalkan empat bek, Tudor memilih kembali ke skema andalannya: formasi tiga bek sejajar.
Formasi 3-4-2-1 menjadi opsi utama. Federico Gatti, Renato Veiga, dan Pierre Kalulu dipercaya mengisi posisi bek tengah, sementara Lloyd Kelly masuk dalam rotasi untuk menambah kekuatan fisik serta fleksibilitas lini belakang.
Meski tidak mudah, mengingat skuad Juventus awalnya dibentuk untuk sistem empat bek, transisi ke skema Tudor berjalan relatif lancar berkat pendekatan komunikatif dan tegas sang pelatih.
Hasilnya cukup menjanjikan: Juventus hanya kebobolan tujuh gol dalam sembilan laga di bawah Tudor musim lalu, serta mencatat tiga kali nirbobol.
Dari Kuasai Bola ke Kuasai Ruang

Perubahan mencolok lainnya ada pada filosofi permainan di lini tengah. Bila Motta cenderung menekankan penguasaan bola dan ritme lambat, Tudor justru mendorong para gelandang bermain lebih vertikal dan langsung.
Manuel Locatelli dan Khephren Thuram menjadi duet utama di lini tengah, sementara Douglas Luiz hadir sebagai alternatif eksplosif. Alih-alih mempertahankan bola terlalu lama, mereka diarahkan untuk segera mengalirkan bola ke depan guna mengeksploitasi ruang sebelum lawan sempat membentuk blok pertahanan.
Di sisi lain, peran bek sayap dalam sistem Tudor menjadi sangat krusial. Andrea Cambiaso dan Timothy Weah ditugaskan untuk menjaga lebar serangan serta aktif membantu pertahanan.
Keduanya kerap melakukan overlap, rutin mengirimkan umpan dari sisi lapangan, dan berperan penting dalam transisi cepat dari fase bertahan ke menyerang.
Kenan Yildiz dan Wajah Baru Lini Depan

Salah satu pemain yang paling merasakan dampak positif dari perubahan sistem ini adalah Kenan Yildiz. Di era Motta, pemain asal Turki itu sering terlihat terisolasi dan pergerakannya dibatasi oleh struktur permainan.
Tudor mengubah pendekatan tersebut. Ia memberikan Yildiz kebebasan berekspresi, membiarkannya bergerak ke ruang-ruang berbahaya, menghubungkan lini tengah dan lini serang, bahkan masuk langsung ke area kotak penalti. Kini, Yildiz menjadi sosok sentral dalam skema ofensif Juventus.
Jika Motta lebih sering mengandalkan satu striker, Tudor justru memasang dua penyerang sekaligus: Dusan Vlahovic dan Randal Kolo Muani. Kombinasi ini terbukti ampuh. Vlahovic tampil lebih bebas berkat kehadiran partner yang mampu mengalihkan perhatian bek lawan.
Identitas Baru: Pressing Intensif dan Serangan Kilat

Yang paling mencolok dari era Tudor adalah pendekatan permainan secara keseluruhan. Juventus kini bukan tim yang menunggu atau bertahan pasif. Mereka aktif menekan sejak awal pertandingan, menerapkan pressing tinggi dengan sistem satu lawan satu untuk mengganggu ritme permainan lawan.
Tim bermain dengan intensitas tinggi dan memiliki tujuan yang jelas: merebut bola secepat mungkin dan langsung melancarkan serangan. Gaya bermain seperti ini membutuhkan kebugaran prima dan kekompakan tim, dua aspek yang mulai terbangun di skuad Bianconeri saat ini.
Rencana pemberian kontrak baru kepada Tudor hingga tahun 2027 menjadi sinyal kuat bahwa manajemen Juventus menaruh kepercayaan besar pada proyek jangka panjang ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Viktor Gyokeres Didekati Milan dan Juventus, Pertimbangkan Tinggalkan Arsenal
Liga Inggris 22 September 2026, 21:45
-
Francesco Totti Ungkap 2 Klub Serie A yang Ingin Merekrutnya Usai Pensiun
Liga Italia 22 September 2026, 16:55
-
Djed Spence Segera Debut di Inter, Siap Tampil Usai Jeda Internasional
Liga Italia 22 September 2026, 16:20
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi, Tetap Tersedia untuk Juventus
Liga Italia 22 September 2026, 15:45
-
AC Milan yang Ini Mampu Tampil Agresif Sejak Menit Awal
Liga Italia 22 September 2026, 14:11
LATEST UPDATE
-
Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Menang 2-0, tapi Malaysia di Puncak
Tim Nasional 25 September 2026, 22:10
-
Hasil Timnas Indonesia vs Singapura: Diwarnai Kartu Merah, Garuda Menang 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 21:58
-
Fakta Unik Starting XI Timnas Indonesia Vs Singapura: Cuma 1 Pemain dari Liga Domestik!
Tim Nasional 25 September 2026, 21:31
-
Pada Diri Luke Vickery, John Herdman Akhiri Pencarian Winger Kanan Timnas Indonesia?
Tim Nasional 25 September 2026, 21:08
-
Florentino Perez Siap Ubah Kebijakan Transfer Real Madrid demi Jose Mourinho
Liga Spanyol 25 September 2026, 21:06
-
Hernan Crespo Soroti Goncalo Ramos: Bukan Pencetak Gol Kelas Atas
Liga Italia 25 September 2026, 20:26
-
Manchester United Kirim Scout untuk Pantau Kandidat Pengganti Lewis Hall
Liga Inggris 25 September 2026, 19:46
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura: Luke Vickery Jalani Debut untuk Garuda
Tim Nasional 25 September 2026, 19:32
-
Hasil Australia vs Brasil: Gol Menit 90+5 Selamatkan Pasukan Carlo Ancelotti dari Kekalahan
Piala Dunia 25 September 2026, 19:14
-
Mourinho Soroti Kontribusi Bertahan Mbappe dan Vinicius di Real Madrid
Liga Spanyol 25 September 2026, 19:06
-
Debut Sempurna Bergson da Silva Bersama Timnas Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 25 September 2026, 18:47
-
Barcelona Sempat Coba Datangkan Lautaro Martinez dari Inter Milan
Liga Spanyol 25 September 2026, 18:26
-
MOJI Resmi Gelar Liga Voli Mahasiswa 2026, 36 Tim Siap Adu Kekuatan di 3 Kota
Voli 25 September 2026, 18:11
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

