Momentum Kebangkitan Inter usai Tersingkir dari Liga Champions

Gia Yuda Pradana | 1 Maret 2026 06:26
Momentum Kebangkitan Inter usai Tersingkir dari Liga Champions
Para pemain Inter Milan menyapa para suporter seusai laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia, Sabtu, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Inter vs Genoa menjadi laga penegas karakter Inter Milan setelah kegagalan mereka di Liga Champions beberapa hari sebelumnya. Kemenangan 2-0 di San Siro menghadirkan jawaban atas tuntutan reaksi cepat dari ruang ganti Nerazzurri.

Hasil itu terasa penting karena datang setelah Inter tersingkir dari kompetisi Eropa oleh Bodo/Glimt. Tim asuhan Cristian Chivu menunjukkan respons positif dengan menjaga gawang tetap bersih dan mengontrol jalannya pertandingan.

Advertisement

Penjaga gawang Yann Sommer menempatkan kemenangan tersebut dalam konteks yang lebih luas daripada sekadar tiga poin di Serie A. Ia menilai laga Inter vs Genoa sebagai titik balik mental setelah kekecewaan besar di Liga Champions.

1 dari 3 halaman

Makna Kemenangan Setelah Luka Eropa

Makna Kemenangan Setelah Luka Eropa

Pemain Inter Milan Federico Dimarco (kanan) merayakan gol pembuka timnya pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia, Sabtu, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Sommer mengakui kemenangan ini membawa arti emosional bagi seluruh skuad setelah tersingkir dari Liga Champions. Ia mengatakan, “Kemenangan ini sangat penting bagi kami setelah tersingkir dari Liga Champions.”

Ia menambahkan bahwa lawan mereka di Eropa tampil sangat kuat, tetapi Inter mampu bangkit dengan cara yang tepat. Sommer menyatakan, “Bodo sangat kuat, tetapi penting bagi kami untuk bereaksi dan menatap ke depan, dan kami melakukannya dengan sangat baik.”

Kiper asal Swiss itu juga menegaskan bahwa tim besar harus mampu berdiri tegak setelah mengalami kekalahan besar. Ia berkata, “Tim yang hebat harus tetap kuat bahkan setelah kekalahan seperti di Liga Champions. Tahun lalu, kami tampil baik, sayang sekali, dan kami harus terus melangkah bersama.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemenangan atas Genoa bukan sekadar pemulihan klasemen, tetapi juga pemulihan kepercayaan diri. Inter memanfaatkan laga ini untuk menegaskan bahwa musim mereka belum kehilangan arah.

2 dari 3 halaman

Fondasi Pertahanan yang Kolektif

Fondasi Pertahanan yang Kolektif

Pemain Inter Milan Hakan Calhanoglu merayakan gol kedua timnya melalui titik penalti pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia, Sabtu, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Sommer memberi penghormatan khusus kepada para pemain bertahan yang bekerja di depannya sepanjang pertandingan. Ia menyampaikan, “Bagi seorang penjaga gawang, adalah sebuah kesenangan bermain di belakang pertahanan seperti ini. Dalam banyak pertandingan, kami bertahan dengan sangat baik.”

Menurut Sommer, kekuatan utama Inter terletak pada organisasi tim yang rapi dan kesadaran kolektif saat bertahan. Ia menjelaskan, “Kami ingin mengontrol permainan dan menjaga kekompakan secara kolektif. Kami kuat dalam duel dan menjaga bentuk permainan dengan baik.”

Pendekatan tersebut menjadi pola yang konsisten sepanjang musim dan kembali terlihat saat menghadapi Genoa. Akan tetapi, ujian sesungguhnya adalah menjaga stabilitas ini dalam rangkaian pertandingan berikutnya.

Kata-kata itu mencerminkan sikap satu suara di ruang ganti yang ingin segera melupakan kegagalan Eropa dan memusatkan energi pada kompetisi domestik.

Kemenangan ini menjadi simbol bahwa Inter mampu merespons tekanan dengan cara yang terukur. Laga Inter vs Genoa pun tercatat sebagai langkah awal untuk kembali membangun momentum positif setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Bodo/Glimt.

Sumber: Sempre Inter

3 dari 3 halaman

Klasemen

LATEST UPDATE