Pengakuan Dosa Pasca Derby d'Italia: Bos Juventus Minta Maaf
Editor Bolanet | 18 Februari 2026 12:11
Bola.net - Damien Comolli akhirnya buka suara soal keributan di Derby d'Italia. CEO Juventus itu mengakui reaksinya terlalu berlebihan saat melawan Inter Milan.
Laga panas di San Siro itu memang berakhir penuh drama. Keputusan wasit soal kartu merah Pierre Kalulu memicu amarah besar.
Comolli bahkan harus menerima sanksi berat dari otoritas liga. Ia dilarang mendampingi tim hingga akhir Maret dan didenda €15.000.
Di sisi lain, Alessandro Bastoni juga menyampaikan penyesalan mendalam. Bek Inter Milan itu mengaku salah atas selebrasi kartu merah lawan.
Keduanya kini berusaha meredakan tensi panas pasca pertandingan. Pengakuan jujur meluncur demi menjaga citra masing-masing pihak.
Sanksi Berat dan Pembelaan Diri
Comolli menyadari emosinya tak terkendali saat mendatangi wasit Federico La Penna. Namun, ia menegaskan itu semata demi membela harga diri klub.
Ia merasa Juventus menjadi korban ketidakadilan keputusan wasit malam itu. Rasa frustrasi itu meledak di lorong ganti pemain saat jeda.
"Gairah saya berlebihan, reaksi saya juga berlebihan," kata Comolli kepada Sky Sport Italia.
"Saya minta maaf jika menyinggung orang lain, namun saya di sini untuk membela klub saya," tegasnya.
"Saya merasa itu ketidakadilan, kami bereaksi dengan cara yang salah," lanjut Comolli mengakui.
Kritik Keras Sistem Wasit
Protes keras Juventus sebenarnya bukan tertuju pada personal wasit tertentu. Comolli menyoroti sistem perwasitan Italia yang dianggap cacat dan defective.
Ia dan Giorgio Chiellini ingin berkolaborasi memperbaiki kualitas liga. Tujuannya agar sepak bola Italia menjadi jauh lebih baik.
"Kami hanya ingin bekerja sama dengan semua klub," ujar Comolli.
"Ini untuk memperbaiki sistem yang tidak bekerja, yang cacat," tambahnya.
"Kami tidak pernah mengatakan itu masalah satu orang, masalahnya adalah sistem dan kami ingin itu menjadi lebih baik," jelas sang CEO.
Pengakuan Dosa Alessandro Bastoni
Sorotan tajam juga mengarah pada perilaku provokatif Alessandro Bastoni. Ia terlihat merayakan pengusiran Pierre Kalulu dengan sangat berlebihan.
Aksi teatrikal itu memicu gelombang kritik pedas dari publik. Bastoni mengakui dirinya melebih-lebihkan kontak fisik atau diving yang terjadi.
"Apa yang saya rasakan adalah kontak di lengan saya," ungkap Bastoni.
"Itu kemudian ditekankan saat saya menontonnya kembali," akunya jujur.
"Manusia berhak membuat kesalahan, tetapi juga wajib mengakuinya," tutur bek Timnas Italia itu.
"Saya di sini untuk bertanggung jawab atas kesalahan itu," tegas Bastoni.
Teror Mengerikan Pasca Laga
Imbas insiden itu ternyata jauh lebih mengerikan dari dugaan awal. Bastoni mengungkapkan dirinya menerima ancaman pembunuhan dari oknum suporter.
Bek andalan Inter itu merasa situasi sudah melampaui batas wajar. Ia berharap karakter aslinya tidak dinilai dari satu insiden saja.
"Banyak hal terjadi lebih dari yang saya bayangkan," keluh Bastoni.
"Saya berterima kasih kepada mereka yang hanya menyebut saya bodoh dan menyudahinya," sindirnya halus.
"Karier dan karakter saya tidak boleh didefinisikan oleh insiden ini," harap pemain berusia 24 tahun itu.
Dukungan untuk Giorgio Chiellini
Kembali ke kubu Juventus, fokus manajemen kini beralih ke masa depan. Comolli memuji peran krusial Giorgio Chiellini di jajaran manajemen Bianconeri.
Legenda hidup itu dianggap aset berharga bagi sepak bola Italia. Ia dinilai mampu membawa perubahan positif di level eksekutif.
"Chiellini adalah eksekutif yang lebih baik daripada saat bermain," puji Comolli.
"Dia mewakili masa kini dan masa depan Juventus," sanjungnya.
"Makin banyak eksekutif muda yang kita miliki, makin baik," pungkas Comolli optimis.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Tekuk Torino, Berikut Performa Pemain di Setiap Lini
Liga Italia 24 Agustus 2026, 09:53
-
Juventus Tekuk Frosinone, Bremer Gemilang, Kolo Muani Melempem
Liga Italia 24 Agustus 2026, 09:07
-
Man of the Match Torino vs Milan: Samuel Chukwueze
Liga Italia 24 Agustus 2026, 06:43
-
Hasil Torino vs Milan: Adrien Rabiot Merevitalisasi Rossoneri
Liga Italia 24 Agustus 2026, 06:10
-
Man of the Match Frosinone vs Juventus: Bremer
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:44
LATEST UPDATE
-
Hasil Fulham vs Chelsea: Drama Lima Gol, Era Xabi Alonso Dimulai dengan Manis
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 04:16
-
Enzo Fernandez Paksakan Pindah ke Manchester City?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 23:33
-
Arsenal dan Julian Alvarez Terpisah Upeti Rp3 Triliun
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 21:33
-
Singkat, Padat, Jelas! Lewis Hall Gak Dijual, MU!
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 21:06
-
Jose Mourinho Temukan Formula Agar Jude Bellingham dan Arda Guler Bisa Main Bersama
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 20:14
-
Debut Impian Anthony Gordon di Barcelona
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 19:49
-
Wajah Baru AC Milan Era Ruben Amorim: Proaktif dan Agresif
Liga Italia 24 Agustus 2026, 19:27
-
Sempat Menolak, Gabrile Martinelli Kini Terbuka Pindah ke Arab Saudi?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 19:23
-
Kabar Baik MU! Amad Diallo Segera Beraksi Lagi!
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 19:12
-
Ada Tangis Lamine Yamal di Balik Kemenangan 5-0 Barcelona atas Elche
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 19:04
-
Ada Raphinha, Barcelona Tidak Perlu Beli Striker Baru!
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 18:58
-
Transfer Beres, Carlos Baleba Belum Bisa Bela MU, Kenapa Begitu?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 18:49
-
Update Transfer Alejandro Balde ke MU: Agen Jorge Mendes Jadi Kunci
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 18:38
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59


