Penyesuaian yang Perlu Dilakukan Agar AC Milan Kembali Stabil
Gia Yuda Pradana | 16 April 2026 15:09
Bola.net - Kekalahan telak yang dialami AC Milan dari Udinese membuka banyak masalah yang sebelumnya tertutup rapi. Dalam 37 menit pertama, fondasi permainan runtuh dan meninggalkan pertanyaan besar tentang arah tim.
Keputusan Massimiliano Allegri mengubah sistem menjadi 4-3-3 menjadi titik awal persoalan yang melebar. Perubahan itu tidak memberi dorongan di lini depan, justru memperlemah keseimbangan tim secara keseluruhan.
Trio Rafael Leao, Christian Pulisic, dan Alexis Saelemaekers gagal memberi ancaman nyata sepanjang laga. Sementara itu, lini belakang kehilangan perlindungan dan terlalu sering berada dalam situasi satu lawan satu.
Gol bunuh diri Davide Bartesaghi dan sundulan Jurgen Ekkelenkamp memperlihatkan betapa renggangnya struktur pertahanan. Kekalahan 0-3 memperkecil peluang finis empat besar dan menuntut respons cepat.
Hasil ini juga menegaskan bahwa perubahan taktik tanpa dukungan performa individu tidak akan efektif. Kini, fokus beralih pada langkah konkret agar AC Milan kembali stabil di fase krusial musim.
Keseimbangan yang Hilang di Formasi 4-3-3
Perubahan ke 4-3-3 mengorbankan kekuatan utama AC Milan, yaitu organisasi pertahanan yang selama ini cukup solid. Ketika satu elemen penting dihilangkan, sistem menjadi rapuh dan mudah ditembus.
Lini belakang kerap terekspos karena jarak antar lini terlalu jauh. Bahkan dalam proses gol pertama, bentuk tim terlihat terpecah dan kehilangan koneksi antar pemain.
Karakter pragmatis Allegri yang biasanya mengutamakan efisiensi justru tidak terlihat, padahal pendekatan tersebut selama ini membantu AC Milan bertahan dalam banyak pertandingan ketat.
Kembali ke Fondasi 3-5-2
Mengembalikan formasi 3-5-2 menjadi langkah paling logis dalam waktu dekat. Sistem ini memberi perlindungan ekstra di belakang dan menjaga jarak antarlini tetap rapat.
Masuknya Matteo Gabbia sebagai jangkar pertahanan bisa menjadi solusi stabilitas. Ia mampu melengkapi peran Koni De Winter dan Strahinja Pavlovic dalam tiga bek sejajar.
Di lini tengah, kombinasi Adrien Rabiot, Luka Modric, dan Youssouf Fofana memberi keseimbangan yang sulit tergantikan. Fofana khususnya menawarkan energi dan perlindungan yang krusial.
Perbaikan Lini Depan Jadi Kunci
Masalah utama AC Milan tetap berada di lini serang yang tumpul dalam beberapa bulan terakhir. Kombinasi Leao dan Pulisic belum berjalan optimal karena faktor kebugaran dan kurangnya ritme bermain bersama.
Memberi kesempatan kepada Santiago Gimenez bisa menjadi solusi untuk membuka ruang. Pergerakan tanpa bola yang ia miliki dapat membantu menciptakan peluang bagi rekan setim.
Opsi dari bangku cadangan seperti Christopher Nkunku dan pemain lain dapat menjadi pembeda di fase akhir laga. Fleksibilitas ini penting untuk menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Pada akhirnya, Allegri tidak perlu mengubah arah besar yang sudah dibangun selama berbulan-bulan. Penyesuaian kecil, tapi tepat, bisa cukup untuk membawa AC Milan melewati garis akhir dan kembali ke Liga Champions.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
LATEST UPDATE
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





