Periode Gelap Dalam Sejarah Parma
Editor Bolanet | 4 Februari 2015 15:22
- , yang pernah jadi klub elit Italia di era 1990-an, kini sedang mengalami salah satu periode paling gelap dalam sejarah mereka. Selain krisis finansial yang memicu terjadinya eksodus pemain besar-besaran pada bursa musim dingin 2015, Parma juga tak berdaya di atas arena.
Terakhir, Parma tumbang 1-3 melawan tuan rumah AC Milan pada giornata 21 Serie A 2014/15. Hasil itu membuat Parma menelan delapan kekalahan tandang secara beruntun untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di kompetisi kasta tertinggi Italia.
Dalam delapan laga tandang terakhirnya, selain selalu kalah, pasukan Roberto Donadoni juga cuma bisa mencetak lima gol, sedangkan gawang Antonio Mirante 23 kali dibobol lawan. Sungguh performa yang mengenaskan.
Performa tandang Parma di Serie A 2014/15:
Saat ini, Parma terdampar di posisi terbawah classifica dengan koleksi hanya 9 poin dalam 21 pertandingan. Parma terpaut 10 poin dari Cagliari di batas zona aman.
Sejak promosi ke Serie A pertama kali tahun 1990 silam, Parma sempat mengalami situasi serupa seiring kebangkrutan sponsor utama mereka, Parmalat. Pemilik tiga gelar Coppa Italia, satu titel Supercoppa Italiana serta dua trofi UEFA Cup dan sebuah Piala Super Eropa itu lantas kembali ke Serie B pada musim 2007/08.
Parma hanya semusim berkubang di kasta kedua, lalu naik lagi ke level tertinggi. Di bawah kepemimpinan Tommaso Ghirardi, Parma lahir kembali. Musim 2013/14 kemarin, Parma bersama sang bintang Antonio Cassano bahkan finis di zona Eropa untuk pertama kalinya sejak 2007. Namun, kelolosan mereka ke kompetisi Benua Biru musnah karena tak mendapat lisensi UEFA seiring (lagi-lagi) masalah finansial.
Musim ini, situasi menjadi lebih tidak kondusif lagi di Ennio Tardini. Setelah Ghirardi melego Parma ke Dastraso Holding Ltd, yang merupakan sebuah kumpulan investor asal Rusia dan Siprus yang bergerak di bisnis minyak, ternyata situasi internal Parma belum juga stabil.
Hal itu merembet ke banyak bidang. Cassano yang belum digaji selama beberapa bulan memutuskan hengkang, begitu pula sejumlah rekan-rekannya. Delapan kekalahan tandang secara beruntun pun kemudian seolah menjadi pelengkap derita Parma.
Masih ada 17 laga sisa bagi Parma untuk mempertahankan eksistensi mereka di Serie A. Bukan hal yang mustahil, tapi sepertinya bakal sangat sulit untuk diwujudkan. [initial]
(bola/gia)
Terakhir, Parma tumbang 1-3 melawan tuan rumah AC Milan pada giornata 21 Serie A 2014/15. Hasil itu membuat Parma menelan delapan kekalahan tandang secara beruntun untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di kompetisi kasta tertinggi Italia.
Dalam delapan laga tandang terakhirnya, selain selalu kalah, pasukan Roberto Donadoni juga cuma bisa mencetak lima gol, sedangkan gawang Antonio Mirante 23 kali dibobol lawan. Sungguh performa yang mengenaskan.
Performa tandang Parma di Serie A 2014/15:
01-09-2014 Cesena 1-0 Parma
21-09-2014 Chievo 2-3 Parma
30-09-2014 Udinese 4-2 Parma
19-10-2014 Atalanta 1-0 Parma
30-10-2014 Torino 1-0 Parma
09-11-2014 Juventus 7-0 Parma
30-11-2014 Palermo 2-1 Parma
19-12-2014 Napoli 2-0 Parma
11-01-2015 Verona 3-1 Parma
02-02-2015 Milan 3-1 Parma.
Saat ini, Parma terdampar di posisi terbawah classifica dengan koleksi hanya 9 poin dalam 21 pertandingan. Parma terpaut 10 poin dari Cagliari di batas zona aman.
Sejak promosi ke Serie A pertama kali tahun 1990 silam, Parma sempat mengalami situasi serupa seiring kebangkrutan sponsor utama mereka, Parmalat. Pemilik tiga gelar Coppa Italia, satu titel Supercoppa Italiana serta dua trofi UEFA Cup dan sebuah Piala Super Eropa itu lantas kembali ke Serie B pada musim 2007/08.
Parma hanya semusim berkubang di kasta kedua, lalu naik lagi ke level tertinggi. Di bawah kepemimpinan Tommaso Ghirardi, Parma lahir kembali. Musim 2013/14 kemarin, Parma bersama sang bintang Antonio Cassano bahkan finis di zona Eropa untuk pertama kalinya sejak 2007. Namun, kelolosan mereka ke kompetisi Benua Biru musnah karena tak mendapat lisensi UEFA seiring (lagi-lagi) masalah finansial.
Musim ini, situasi menjadi lebih tidak kondusif lagi di Ennio Tardini. Setelah Ghirardi melego Parma ke Dastraso Holding Ltd, yang merupakan sebuah kumpulan investor asal Rusia dan Siprus yang bergerak di bisnis minyak, ternyata situasi internal Parma belum juga stabil.
Hal itu merembet ke banyak bidang. Cassano yang belum digaji selama beberapa bulan memutuskan hengkang, begitu pula sejumlah rekan-rekannya. Delapan kekalahan tandang secara beruntun pun kemudian seolah menjadi pelengkap derita Parma.
Masih ada 17 laga sisa bagi Parma untuk mempertahankan eksistensi mereka di Serie A. Bukan hal yang mustahil, tapi sepertinya bakal sangat sulit untuk diwujudkan. [initial]
Klik Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Matteo Gabbia Diragukan Tampil Saat AC Milan Hadapi Juventus
Liga Italia 3 September 2026, 11:09
-
Lautaro Martinez Benarkan Minat Barcelona, tetapi Ia Bertahan di Inter Milan
Liga Italia 3 September 2026, 11:03
-
Cesc Fabregas Dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A 2025-26
Liga Italia 3 September 2026, 11:00
-
Juventus Lepas Sang Bek ke FC Porto?
Liga Italia 2 September 2026, 23:59
-
AS Roma Bantah Halangi Manu Kone ke Chelsea: Nawar Aja Kagak!
Liga Italia 2 September 2026, 23:45
LATEST UPDATE
-
Jose Mourinho Kecewa: Betis Mencari Imbang, Malah Dapat Jackpot
Liga Spanyol 5 September 2026, 11:00
-
6 Pemain Real Madrid yang Tampil Buruk saat Kalah dari Betis
Liga Spanyol 5 September 2026, 10:51
-
Real Madrid Kalah dari Betis, Mourinho Bingung
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:52
-
5 Hal Menarik dari Kemenangan Pertama Liverpool di Premier League Musim Ini
Liga Inggris 5 September 2026, 08:46
-
Rating Pemain Real Madrid saat Tersungkur di Markas Real Betis: Sebuah Kontradiksi
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:30
-
Rating Pemain Liverpool saat Tundukkan Ipswich: Kolaborasi Maut Isak dan Gakpo
Liga Inggris 5 September 2026, 08:21
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 08:09
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:07
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 08:05
-
Jadwal BRI Super League 2026/27: Menjelang Pertandingan Persib vs PSM di Vidio
Bola Indonesia 5 September 2026, 07:58
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 07:07
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 07:05
-
Man of the Match Betis vs Madrid: Alvaro Valles
Liga Spanyol 5 September 2026, 06:58
-
Man of the Match Ipswich vs Liverpool: Alexander Isak
Liga Inggris 5 September 2026, 06:51
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

