Pertahanan AC Milan yang Terlalu Longgar
Asad Arifin | 23 Februari 2024 10:21
Bola.net - AC Milan menelan kekalahan pada dua laga terakhir. Bukan hanya sekadar kalah, Rossoneri juga kebobolan tujuh kali pada dua laga itu. Jadi, ada masalah di lini belakang Milan.
Akhir pekan lalu, AC Milan kalah 2-4 dari Monza pada laga pekan ke-25 Serie A. Ini adalah kebobolan terbanyak kedua Milan musim ini. Sebelumnya, mereka sempat kebobolan lima kali pada duel lawan Inter Milan.
Setelah itu, Milan kalah dengan skor 2-3 dari Rennes pada leg kedua play-off Liga Europa 2023/2024. Benjamin Bourigeaud jadi momok bagi lini belakang Milan. Pemain 30 tahun itu bikin hattrick untuk Rennes.
Kebobolan tujuh kali hanya dalam dua laga tentu bukan kabar bagi untuk Milan. Ini adalah catatan buruk. Lantas, apa yang terjadi dengan Milan? Simak ulasannya di bawah ini ya Bolaneters.
Rapuhnya Pertahanan AC Milan

Pada duel lawan Monza, kinerja pertahanan Milan memang cukup buruk. Milan sebenarnya punya penguasaan bola dan peluang lebih banyak. Namun, lini belakang Milan rapuh dan mereka kebobolan tiga kali dari enam shots on target.
Milan memberikan terlalu banyak ruang bagi pemain depan Monza untuk melakukan manuver di area kotak penalti.
Pada duel lawan Rennes, kondisinya jauh berbeda. Rennes bermain sangat impresif dan mampu melepas 24 shots sepanjang laga. Milan benar-benar kehilangan kendali atas permainan. Milan kesulitan membendung agresivitas permainan Rennes.
"Kami seharusnya bisa memanfaatkan ruang dengan lebih baik di babak pertama, tapi mereka memainkan permainan yang intens. Itu tidak mudah," kata pelatih Stefano Pioli kepada Sky Sport Italia.
Komposisi Pemain yang Terus Berubah

Laga melawan Monza dan Rennes bukanlah gambaran umum lini belakang AC Milan pada musim 2023/2024. Terkadang, Milan tampil solid. Buktinya, sebelum kebobolan tujuh kali dalam dua laga, Milan selalu nirbobol pada dua laga yang dimainkan.
Milan hanya tidak menemukan performa yang konsisten di lini belakang. Salah satu alasannya adalah komposisi pemain yang terus berubah, termasuk karena cedera.
Fikayo Tomori dan Pierre Kalulu cedera dan absen cukup lama. Selama ini, merekalah yang jadi pilihan utama. Jadi, Milan harus memainkan Malick Thiaw, Simon Kjaer, dan Matteo Gabbia secara bergantian sebagai bek tengah.
Klasemen Serie A 2023/2024
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saingi AC Milan dan Inter Milan, Aston Villa Masuk Perburuan Mario Gila
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:52
-
Inter Milan Terjebak Tren Negatif, Puasa Kemenangan Terburuk Sejak 2023
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:46
-
Juventus Perlu Tegas Tentukan Algojo Penalti demi Hasil Maksimal
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:38
-
Bagaimana Hierarki Serangan Juventus Seiring Kembalinya Vlahovic dan Milik?
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:32
LATEST UPDATE
-
Tinggalkan Manchester United, Casemiro Bakal Lanjutkan Karir di Italia?
Liga Inggris 24 Maret 2026, 11:55
-
Masalah Besar Menanti Como jika Lolos ke Liga Champions Musim Depan
Liga Italia 24 Maret 2026, 11:36
-
Shevchenko Soroti Peran Rafael Leao di Milan, Tegaskan Bukan Striker Murni
Liga Italia 24 Maret 2026, 10:44
-
Duel Lawan Napoli Bisa Tentukan Arah Perburuan Scudetto Bagi AC Milan
Liga Italia 24 Maret 2026, 10:42
-
Andre Onana Bakal Balik ke MU? Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 24 Maret 2026, 10:33
-
Zinedine Zidane Capai Kesepakatan Lisan untuk Latih Timnas Prancis
Piala Eropa 24 Maret 2026, 10:20
-
Bukan ke MU, Roberto De Zerbi Bakal Latih Klub Ini?
Liga Inggris 24 Maret 2026, 10:20
-
Kritik Brutal Di Canio Pada Rafael Leao: Milan Lebih Baik Tanpa Dirinya
Liga Italia 24 Maret 2026, 09:58
-
Gabriel Magalhaes Cedera Lutut, Mundur dari Timnas Brasil
Piala Dunia 24 Maret 2026, 08:38
-
Chelsea di Era Rosenior: Antara Progres Nyata dan Jalan di Tempat
Liga Inggris 24 Maret 2026, 07:21
LATEST EDITORIAL
-
Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Mengejutkan di Premier League
Editorial 24 Maret 2026, 11:00
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00








