Playmaker Juventus Ini Menyukai Sarriball, Ada Tapinya
Yaumil Azis | 1 November 2019 22:30
Bola.net - Gelandang andalan Juventus, Miralem Pjanic, mengungkapkan rasa sukanya terhadap skema yang diterapkan oleh Maurizio Sarri. Tetapi, ia merasa bahwa skema tersebut akan sulit bekerja jika lini depan tak ikut berkontribusi maksimal.
Kehadiran Sarri di kursi kepelatihan Juventus sejauh ini memberikan efek positif. Klub berjuluk Bianconeri itu belum pernah kalah di kompetisi yang mereka ikuti seperti Serie A dan Liga Champions.
Terakhir, mereka berhasil menghindari hasil negatif saat bertemu Genoa dalam laga Serie A, Kamis (31/10/2019). Cristiano Ronaldo dkk keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1 dari laga yang berlangsung di Allianz Stadium itu.
Kemenangan tersebut berhasil mengangkat derajat Juventus kembali ke puncak klasemen dengan koleksi 26 poin. Sebelumnya, mereka sempat digeser oleh Inter Milan yang bermain sehari sebelumnya dan menang atas Bresica 2-1.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Pjanic Menyukai Sarriball
Dampak yang paling terasa dalam perubahan skema yang diterapkan oleh Sarri adalah Pjanic. Seperti yang pernah diutarakan Sarri saat baru tiba di Turin, pria asal Bosnia tersebut kini menjadi awal mula fase serang Bianconeri.
Pjanic sendiri mengaku senang dengan peran yang ia emban sekarang. Namun menurut pandangannya, ada beberapa hal yang patut diperbaiki terutama pada sektor penyerangan.
"Saya suka visinya dan bermain dengan satu-dua sentuhan. Kami harus mengedarkan bola lebih cepat dari kami karena bola harus beredar lebih cepat," ujar Pjanic kepada Tuttosport.
"Saya memegang peran yang sagat penting dan saya sudah merasa nyaman dalam sistem ini, walau belakangan kami tak bisa menuntaskan permainan dan mencetak gol jika dibandingkan dengan peluang yang kami miliki," tambahnya.
Lini Depan Kurang Tajam
Benar, belakangan ini lini depan Juventus tampak tumpul. Dari 10 pekan yang telah terlewati, mereka baru mencetak 18 gol saja. Tidak melebihi perolehan Inter Milan yang duduk di peringkat dua, atau bahkan Napoli yang menempati posisi enam.
Contoh yang paling jelas terlihat saat mereka bertemu dengan Genoa baru-baru ini. Gol penentu yang dicetak oleh Cristiano Ronaldo berasal dari titik putih di masa injury time. Sementara gol pertamanya diawali eksekusi sepak pojok yang disambut sundulan Leonardo Bonucci.
"Hal seperti itu membuat kami berada dalam posisi berbahaya dan tidak memberikan semua kepuasan yang bisa kami dapatkan dari cara kami bermain," tambah Pjanic.
"Kami harus lebih kejam dan tajam. Hal seperti itu juga akan membuat lawan kami lebih menghormati dan merasa takut terhadap kami," tutup mantan gelandang AS Roma tersebut.
(Football Italia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Hanya DNA 'Edan' Inter yang Bisa Balikkan Ketinggalan 0-2 Dua Kali atas Como
Liga Italia 22 April 2026, 08:55
-
Juventus Sudah Membaik, tapi Kualitas Skuad Masih Belum Cukup untuk Bersaing
Liga Italia 21 April 2026, 22:49
-
Juventus Inginkan Gelandang Atalanta, tapi Harga Tinggi Jadi Rintangan
Liga Italia 21 April 2026, 22:22
-
AC Milan Kehilangan Ritme, Juventus Lebih Stabil Jelang Duel Krusial Serie A
Liga Italia 21 April 2026, 20:15
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37












