Rabiot Bongkar Penyebab Milan Tumbang dari Napoli: Bukan Leao, Bukan Gimenez
Dimas Ardi Prasetya | 19 Desember 2025 08:52
Bola.net - Upaya AC Milan mempertahankan gelar Supercoppa Italiana harus kandas lebih cepat dari yang diharapkan. Rossoneri tumbang 0-2 dari Napoli pada semifinal Supercoppa Italiana/Piala Super Italia di Stadion Universitas King Saud, Riyadh, Arab Saudi, Jumat (19/12/2025).
Napoli tampil efektif sejak awal pertandingan dan mampu memaksimalkan celah di lini pertahanan Milan. Gol David Neres sebelum jeda dan Rasmus Hojlund di babak kedua memastikan langkah Partenopei ke partai final.
Kekalahan ini menambah catatan pahit Milan dalam periode krusial musim ini. Sebelumnya, mereka juga tersingkir dari Coppa Italia usai kalah 0-1 di markas Lazio.
Kini, Serie A menjadi satu-satunya kompetisi realistis yang masih bisa dikejar Milan. Tekanan pun semakin besar, terutama setelah sorotan tajam mengarah pada absennya sejumlah pemain kunci.
Absennya Leao & Gimenez Bukan Alasan Kekalahan Milan

Adrien Rabiot menilai kekalahan dari Napoli tidak bisa disederhanakan hanya pada faktor absennya Rafael Leao dan Santiago Gimenez. Menurutnya, Milan tetap memiliki kualitas untuk bersaing meski kehilangan beberapa pemain penting.
Di laga tersebut, Massimiliano Allegri memang melakukan rotasi demi menjaga kebugaran tim plus karena sejumlah pemain masih cedera. Namun dominasi penguasaan bola yang dimiliki Milan tidak sejalan dengan efektivitas di lini depan.
Rabiot menegaskan bahwa masalah utama Milan bukan terletak pada siapa yang bermain atau absen. Ia menilai tim masih mampu mencetak gol dalam situasi serupa pada pertandingan sebelumnya.
“Tidak, saya rasa tidak," jawabnya ketika ditanya Sportmediaset, via SempreMilan, apakah absennya Leao dan Gimenez jadi alasan kekalahan Milan. "Perbedaannya bukan karena Gimenez ada di sana bulan lalu. Dan kami mencetak gol bahkan ketika Leao tidak ada. Ini bukan tentang kehilangan pemain.”
Milan Diminta Kembali Menemukan Kekompakan

Rabiot lantas menyoroti menurunnya kekompakan tim sebagai faktor yang lebih krusial. Ia menilai kerja sama Milan tidak lagi sekuat seperti saat mereka tampil konsisten di awal musim.
Napoli mampu memanfaatkan kesalahan individu di lini belakang Milan. Beberapa momen krusial menunjukkan koordinasi tim yang tidak berjalan optimal, terutama saat menghadapi transisi cepat lawan.
Rabiot mengingatkan bahwa soliditas kolektif adalah fondasi utama kesuksesan Milan sebelumnya. Tanpa itu, dominasi permainan sulit diubah menjadi hasil positif.
“Kita perlu mendapatkan kembali kekompakan dan soliditas yang sedikit hilang dalam beberapa pertandingan terakhir," tegas Rabiot.
Klasemen Liga Italia
(SempreMilan)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sempat Bilang Casemiro Sudah 'Habis', Legenda Liverpool Ini Minta Maaf
Liga Inggris 3 Februari 2026, 11:18
-
Cristiano Ronaldo Membangkang di Al-Nassr: Ada Apa dengan PIF hingga CR7 Ogah Main?
Asia 3 Februari 2026, 11:13
-
Namanya Matheus Cunha, Pujaan Baru di Old Trafford
Liga Inggris 3 Februari 2026, 10:46
LATEST UPDATE
-
Bobol Gawang Fulham, Benjamin Sesko Diprediksi Bakal Semakin Tokcer di MU!
Liga Inggris 3 Februari 2026, 12:01
-
Harry Maguire Siap Berkorban demi Bertahan Lebih Lama di Manchester United
Liga Inggris 3 Februari 2026, 11:39
-
Apa Alasan Juventus Rekrut Jeremie Boga-Emil Holm dan Tolak Mauro Icardi?
Liga Italia 3 Februari 2026, 11:19
-
Sempat Bilang Casemiro Sudah 'Habis', Legenda Liverpool Ini Minta Maaf
Liga Inggris 3 Februari 2026, 11:18
-
Cristiano Ronaldo Membangkang di Al-Nassr: Ada Apa dengan PIF hingga CR7 Ogah Main?
Asia 3 Februari 2026, 11:13
-
Namanya Matheus Cunha, Pujaan Baru di Old Trafford
Liga Inggris 3 Februari 2026, 10:46
-
Jadwal Lengkap Badminton Asia Team Championships 2026, 3-8 Februari 2026
Bulu Tangkis 3 Februari 2026, 10:33
LATEST EDITORIAL
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42
-
5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terakhir Bursa Januari 2026
Editorial 2 Februari 2026, 13:18
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06









