Rahasia Transformasi Politano: Ada Peran Vital Antonio Conte, Seperti Apa?
Editor Bolanet | 20 November 2025 14:39
Bola.net - Matteo Politano sedang menghadapi periode sulit bersama Napoli dan Timnas Italia saat ini. Kedua tim yang dibelanya sama-sama mengalami penurunan performa yang cukup signifikan.
Winger berusia 32 tahun itu merasa bertanggung jawab penuh atas situasi pelik ini. Ia bertekad membawa kedua timnya kembali ke jalur kemenangan dengan segera.
Situasi ini tentu menjadi ujian berat bagi mentalitas sang pemain sayap lincah. Namun, ada satu sosok yang membuatnya tetap berkembang di tengah tekanan berat.
Sosok tersebut adalah pelatihnya di Napoli saat ini, Antonio Conte. Sang juru taktik dinilai memberikan dampak masif bagi perkembangan kariernya.
Sentuhan Emas Antonio Conte

Politano harus beradaptasi cepat dengan skema baru yang diterapkan oleh sang pelatih. Perubahan taktik dari 4-3-3 ke 3-5-2 tentu bukan hal yang mudah.
Namun, transisi ini justru membawa dampak positif bagi permainan individunya di lapangan hijau. Ia merasa menjadi pemain yang jauh lebih lengkap di bawah asuhan Conte.
Conte menanamkan mentalitas kerja keras yang sebelumnya mungkin kurang maksimal dalam dirinya. Politano mengakui adanya peningkatan besar dalam aspek pengorbanan untuk tim.
"Conte benar-benar meningkatkan saya sebagai pemain, terutama dalam pentingnya semangat pengorbanan," ujar Matteo Politano.
Peningkatan ini menjadi modal penting baginya untuk terus bersaing di level tertinggi. Ia kini menjadi sosok yang lebih militan saat bertahan maupun menyerang.
Misi Wajib Lolos Piala Dunia
Fokus Politano tidak hanya tersita untuk urusan klub semata saat ini. Timnas Italia baru saja menelan kekalahan telak 1-4 dari Norwegia di kandang.
Hasil buruk itu memaksa Gli Azzurri masuk ke babak play-off Piala Dunia 2026. Laga hidup mati ini rencananya akan digelar pada bulan Maret mendatang.
Ia menyadari bahwa intensitas tim menurun drastis pada babak kedua laga tersebut. Kesalahan fatal ini tidak boleh terulang lagi di laga penentuan nanti.
"Kami mendominasi babak pertama lawan Norwegia, tapi intensitas turun setelah jeda," kata Politano.
Kualitas lawan akhirnya menghukum kelengahan Italia yang kehilangan fokus di momen krusial. Politano menegaskan bahwa tidak ada tawar-menawar lagi untuk laga berikutnya.
"Tidak ada alternatif lain, kami harus memberikan segalanya di dua laga itu," tegasnya.
Napoli Harus Segera Bangkit
Tugas berat juga menanti Politano saat kembali memperkuat Napoli di kancah Serie A. Kekalahan 0-2 dari Bologna menjadi tamparan keras bagi sang juara bertahan.
Partenopei harus segera melakukan evaluasi menyeluruh bersama tim pelatih demi perbaikan performa. Bulan depan akan menjadi periode yang sangat krusial bagi nasib mereka.
"Bersama pelatih, kami akan menganalisis kesalahan yang dibuat agar bisa melangkah maju," ucap Politano.
Lawan berat berikutnya adalah Atalanta yang kini ditangani oleh pelatih baru. Laga ini diprediksi akan berjalan sengit karena lawan pasti tampil berapi-api.
Politano yang sudah menganggap Naples sebagai rumah kedua meminta dukungan penuh suporter. Ia berharap chemistry antara tim dan fans tetap terjaga di momen sulit.
"Saya mendesak fans kami untuk mendampingi kami, terutama di masa-masa sulit," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Liga Champions 8 April 2026, 17:50
-
Liga Champions 8 April 2026, 17:37

LATEST UPDATE
-
Live Streaming Milan vs Udinese - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 11 April 2026, 16:00
-
Enzo Fernandez Sudah Minta Maaf, tapi Hukuman Tetap Berlaku
Liga Inggris 11 April 2026, 15:45
-
Klasemen Pembalap ASB1000 ARRC Asia Road Racing Championship 2026
Otomotif 11 April 2026, 15:43
-
Kapan Barcelona Bisa Juara La Liga? Ini Hitung-hitungan Lengkapnya
Liga Spanyol 11 April 2026, 15:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45









