Review: Roma Kandaskan Parma di Ennio Tardini
Editor Bolanet | 17 September 2013 03:40
- Penampilan impresif AS Roma di pekan-pekan awal Serie A terus berlanjut. Melawat ke kandang , Giallorossi sukses menumbangkan tuan rumah dengan skor 3-1.
Parma mampu unggul terlebih dahulu melalui gol yang diciptakan oleh Jonathan Biabiany di menit ke 39. Roma membalas dari aksi Alessandro Florenzi ketika pertandingan memasuki menit ke 47. Dan Fransesco Totti membawa timnya berbalik unggul di menit ke 70. Kevin Strootman menambah keunggulan sekaligus menutup kemenangan tim tamu dari eksekusi penalti pada menit ke 85.
Dengan hasil ini, Giallorossi meneruskan tren positifnya. Mereka berhasil mendapatkan kemenangan berturut-turut dalam tiga pekan awal Serie A. Sebaliknya bagi Parma, kekalahan ini membuat mereka gagal meraup poin penuh di kandang sendiri meski sempat memimpin di sepanjang babak pertama.
Jalannya babak, Roma menguasai permainan. Hal tersebut terlihat dari perbandingan ball possession, Parma 41% Sedangkan Roma 59%. Namun, usaha mereka tak kunjung berhasil untuk menyamakan kedudukan.
Menguasai jalannya pertandingan, tim tamu bukan tak memiliki peluang. Melalui Totti, Roma sempat mengancam gawang Parma yang dijaga oleh . Namun, sayang penyelesaian yang masih kurang sempurna masih menjauhkan Giallorossi dari keunggulan tuan rumah.
Tidak hanya Totti, peluang terbaik Roma didapatkan dari akselerasi . Dalam posisi bebas, pemain asal tersebut menembakkan tendangan voli. Sayang, tendangan masih menyamping dan peluang terbaik sepanjang babak pertama dibuang begitu saja.
Tak ada tambahan waktu di babak pertama ini, hingga turun minum keunggulan 1-0 untuk Gialloblu masih bertahan.
Memasuki babak kedua Roma langsung tancap gas. Hasilnya tak butuh waktu lama, dua menit berselang sejak kick-off babak kedua, Florenzi berhasil menyamakan kedudukan.
Hampir sama dengan skema peluang terbaik tim tamu melalui Maicon di babak pertama tadi, namun kali ini tendangan Florenzi berhasil menemui sasaran dan mampu menaklukkan Mirante.
Melihat peluang untuk membukukan kemenangan pertamanya terancam, tuan rumah meningkatkan tempo pertandingan. Parma memperagakan pressing ketat jauh hingga ke kotak penalti Roma.
Alih-alih mencetak gol, gawang Mirante justru kembali bobol. Memanfaatkan umpan matang dari Strootman, sang kapten, Totti yang lepas dari jebakan off-side dengan tenang menaklukkan Mirante.
Unggul satu gol tak membuat Giallorossi mengendurkan serangan. Sebaliknya, dalam posisi tertinggal, tuan rumah tampak panik. Serangan-serangan yang mereka bangun mudah terbaca oleh para punggawa Roma.
Kemenangan tampaknya masih menjadi mimpi bagi Parma, lima menit jelang bubaran, Strootman berhasil mengeksekusi penalti. Berawal dari akselerasi Gervinho, mantan pemain Arsenal tersebut dijatuhkan di kotak terlarang oleh Mattia Cassani. Strootman yang ditunjuk sebagai algojo tak mau menyia-nyiakannya.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Parma yang unggul di babak pertama tak mampu mengejar ketertinggalan atas tamunya dan kemenangan diraih oleh Roma.
Starting line-up kedua tim:
Parma (3-5-2): Mirante, Cassani, Felipe, Lucarelli; Biabiany (Sansone 77'), Gargano, Marchionni, Parolo, Gobbi (Mesbah 90'); Amauri (Okaka 69'), Cassano.
Roma (4-3-3): De Sanctis; Maicon, Benatia, Castan, Balzaretti; De Rossi, Pjanic, Strootman; Ljajic (Gervinho 54'), Totti (Borriello 76'), Florenzi (Marquinho 69').
Statistik Parma - AS Roma
Parma mampu unggul terlebih dahulu melalui gol yang diciptakan oleh Jonathan Biabiany di menit ke 39. Roma membalas dari aksi Alessandro Florenzi ketika pertandingan memasuki menit ke 47. Dan Fransesco Totti membawa timnya berbalik unggul di menit ke 70. Kevin Strootman menambah keunggulan sekaligus menutup kemenangan tim tamu dari eksekusi penalti pada menit ke 85.
Dengan hasil ini, Giallorossi meneruskan tren positifnya. Mereka berhasil mendapatkan kemenangan berturut-turut dalam tiga pekan awal Serie A. Sebaliknya bagi Parma, kekalahan ini membuat mereka gagal meraup poin penuh di kandang sendiri meski sempat memimpin di sepanjang babak pertama.
Jalannya babak, Roma menguasai permainan. Hal tersebut terlihat dari perbandingan ball possession, Parma 41% Sedangkan Roma 59%. Namun, usaha mereka tak kunjung berhasil untuk menyamakan kedudukan.
Menguasai jalannya pertandingan, tim tamu bukan tak memiliki peluang. Melalui Totti, Roma sempat mengancam gawang Parma yang dijaga oleh . Namun, sayang penyelesaian yang masih kurang sempurna masih menjauhkan Giallorossi dari keunggulan tuan rumah.
Tidak hanya Totti, peluang terbaik Roma didapatkan dari akselerasi . Dalam posisi bebas, pemain asal tersebut menembakkan tendangan voli. Sayang, tendangan masih menyamping dan peluang terbaik sepanjang babak pertama dibuang begitu saja.
Tak ada tambahan waktu di babak pertama ini, hingga turun minum keunggulan 1-0 untuk Gialloblu masih bertahan.
Memasuki babak kedua Roma langsung tancap gas. Hasilnya tak butuh waktu lama, dua menit berselang sejak kick-off babak kedua, Florenzi berhasil menyamakan kedudukan.
Hampir sama dengan skema peluang terbaik tim tamu melalui Maicon di babak pertama tadi, namun kali ini tendangan Florenzi berhasil menemui sasaran dan mampu menaklukkan Mirante.
Melihat peluang untuk membukukan kemenangan pertamanya terancam, tuan rumah meningkatkan tempo pertandingan. Parma memperagakan pressing ketat jauh hingga ke kotak penalti Roma.
Alih-alih mencetak gol, gawang Mirante justru kembali bobol. Memanfaatkan umpan matang dari Strootman, sang kapten, Totti yang lepas dari jebakan off-side dengan tenang menaklukkan Mirante.
Unggul satu gol tak membuat Giallorossi mengendurkan serangan. Sebaliknya, dalam posisi tertinggal, tuan rumah tampak panik. Serangan-serangan yang mereka bangun mudah terbaca oleh para punggawa Roma.
Kemenangan tampaknya masih menjadi mimpi bagi Parma, lima menit jelang bubaran, Strootman berhasil mengeksekusi penalti. Berawal dari akselerasi Gervinho, mantan pemain Arsenal tersebut dijatuhkan di kotak terlarang oleh Mattia Cassani. Strootman yang ditunjuk sebagai algojo tak mau menyia-nyiakannya.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Parma yang unggul di babak pertama tak mampu mengejar ketertinggalan atas tamunya dan kemenangan diraih oleh Roma.
Starting line-up kedua tim:
Parma (3-5-2): Mirante, Cassani, Felipe, Lucarelli; Biabiany (Sansone 77'), Gargano, Marchionni, Parolo, Gobbi (Mesbah 90'); Amauri (Okaka 69'), Cassano.
Roma (4-3-3): De Sanctis; Maicon, Benatia, Castan, Balzaretti; De Rossi, Pjanic, Strootman; Ljajic (Gervinho 54'), Totti (Borriello 76'), Florenzi (Marquinho 69').
Statistik Parma - AS Roma
Shots: 11 - 14
Shots on goal: 2 - 8
Penguasaan bola: 47% - 54%
Pelanggaran: 18 - 10
Corner: 5 - 2
Offside: 2 - 4
Kartu kuning: 4 - 0
Kartu merah: 0 - 0. (bola/gag)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ruben Amorim ke Milan Bisa Bikin Man United Lebih Hemat, Kok Bisa?
Liga Inggris 15 Juni 2026, 13:44
-
AC Milan Selangkah Lebih Dekat Pekerjakan Mantan Pelatih MU Ini
Liga Italia 13 Juni 2026, 14:34
-
Sambil Menunggu Ralf Rangnick, AC Milan Dekati Ruben Amorim
Liga Italia 11 Juni 2026, 15:59
-
Oliver Glasner Makin Dekat ke San Siro, Segini Tawaran AC Milan
Liga Italia 11 Juni 2026, 14:00
LATEST UPDATE
-
Kejutan! Ronaldinho Gabung Klub Serie C Italia Ravenna
Liga Italia 20 Juni 2026, 20:13
-
Manuel Akanji Yakin Kevin De Bruyne Bakal Bersinar di Serie A Musim Depan
Liga Italia 20 Juni 2026, 20:04
-
Inggris vs Ghana: Apakah Bukayo Saka Bakal jadi Starter?
Piala Dunia 20 Juni 2026, 19:52
-
Casemiro Sepakat Gabung Inter Miami
Liga Inggris 20 Juni 2026, 19:48
-
Carlo Ancelotti Tak Jamin Matheus Cunha Bakal Terus jadi Pemain Inti
Piala Dunia 20 Juni 2026, 19:43
-
Turki Gagal Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 17:40
-
Man of the Match Turki vs Paraguay: Matias Galarza
Piala Dunia 20 Juni 2026, 15:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28









