Review: Roma Terkapar, Juventus Scudetto!
Editor Bolanet | 4 Mei 2014 22:07
- AS Roma berkunjung ke Stadio Angelo Massimino untuk menghadapi tim juru kunci Serie A pada Minggu (04/05). Roma berusaha menunda pesta juara Scudetto Juventus yang baru akan bermain pada tengah pekan nanti.
Meski mendominasi pertandingan, Roma justru takluk dengan skor besar 1-4. Kekalahan Roma ini memastikan meraih Scudetto ketiga beruntun mereka.
Roma mengawali pertandingan dengan agresif, seperti biasanya. Mereka segera mengambil inisiatif menyerang begitu pertandingan dimulai. Maicon bahkan sudah melepas tendangan jarak jauh ketika laga belum genap berjalan tiga menit.
Sempat tertekan, Catania yang butuh kemenangan untuk menjaga asa tetap di Serie A mulai bangkit. Mereka mulai mengimbangi permainan Roma dengan serangan-serangan balik yang cepat.
Catania akhirnya bisa unggul pada menit ke-25. Tendangan dari sisi kanan kotak penalti Roma bersarang di pojok gawang Morgan De Sanctis. Gol itu merupakan hasil serangan balik cepat yang digawangi Sebastian Leto.
Keunggulan Catania bertambah delapan menit berselang, lagi-lagi lewat . Menerima umpan heading dari Gonzalo Bergessio, Izco tanpa kesulitan menaklukkan De Sanctis untuk kali kedua.
Hanya tiga menit kemudian, tepatnya pada menit ke-36, Francesco Totti sukses memperkecil ketertinggalan timnya. Umpan Daniele De Rossi diteruskan Alessandro Florenzi dengan kepalanya kepada Totti. Sang kapten mengarahkan bola ke tengah gawang Catania. Kedudukan 2-1 untuk Catania bertahan hingga babak pertama selesai.
Memasuki babak kedua, Roma mau tak mau menjadi lebih aktif menyerang. Namun absennya beberapa pilar tim nampaknya membuat serangan-serangan Roma mudah diantisipasi oleh kini pertahanan Catania.
Sibuk menyerang, Roma kembali tertunduk ketika Bergessio mencetak gol ketiga Catania sepuluh menit babak kedua berlangsung. Tendangan kaki kanan Bergessio gagal diantisipasi De Sanctis dan catania kembali unggul dua gol.
Rudi Garcia memilih melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan kinerja timnya. Mehdi Benatia dimasukkan untuk menggantikan Leandro Castan dan Michel Bastos masuk menggantikan Adem Ljajic.
Pergantian pemain itu nampaknya tidak banyak memengaruhi kinerja Roma di lapangan. Mereka secara umum masih menguasai permainan tetapi kehilangan efektivitas ketika berada di depan gawang lawan.
Performa buruk Roma ini kembali dihukum oleh Catania. Pablo Barrientos melepas tendangan terarah dari luar kotak penalti. Tendangan itu tidak terlalu keras tetapi arahnya membunuh. De Sanctis yang sudah melompat pun tak mampu menghentikannya. Catania 4, Roma 1.
Skor mengejutkan itu bertahan hingga pertandingan usai. Artinya, Roma memastikan diri bakal finis di posisi dua Serie A musim ini. Dengan kata lain; Juventus meraih Scudetto! Dengan dua pertandingan tersisa, Roma sudah tak mungkin lagi mengejar lagi jarak delapan poin dengan Juve.
Bagi Catania, kemenangan ini penting untuk menjaga asa mereka bertahan di Serie A tetap hidup. Catania naik satu peringkat ke posisi 19, terpaut tiga poin dari zona aman.
Statistik Catania vs AS Roma
Meski mendominasi pertandingan, Roma justru takluk dengan skor besar 1-4. Kekalahan Roma ini memastikan meraih Scudetto ketiga beruntun mereka.
Roma mengawali pertandingan dengan agresif, seperti biasanya. Mereka segera mengambil inisiatif menyerang begitu pertandingan dimulai. Maicon bahkan sudah melepas tendangan jarak jauh ketika laga belum genap berjalan tiga menit.
Sempat tertekan, Catania yang butuh kemenangan untuk menjaga asa tetap di Serie A mulai bangkit. Mereka mulai mengimbangi permainan Roma dengan serangan-serangan balik yang cepat.
Catania akhirnya bisa unggul pada menit ke-25. Tendangan dari sisi kanan kotak penalti Roma bersarang di pojok gawang Morgan De Sanctis. Gol itu merupakan hasil serangan balik cepat yang digawangi Sebastian Leto.
Keunggulan Catania bertambah delapan menit berselang, lagi-lagi lewat . Menerima umpan heading dari Gonzalo Bergessio, Izco tanpa kesulitan menaklukkan De Sanctis untuk kali kedua.
Hanya tiga menit kemudian, tepatnya pada menit ke-36, Francesco Totti sukses memperkecil ketertinggalan timnya. Umpan Daniele De Rossi diteruskan Alessandro Florenzi dengan kepalanya kepada Totti. Sang kapten mengarahkan bola ke tengah gawang Catania. Kedudukan 2-1 untuk Catania bertahan hingga babak pertama selesai.
Memasuki babak kedua, Roma mau tak mau menjadi lebih aktif menyerang. Namun absennya beberapa pilar tim nampaknya membuat serangan-serangan Roma mudah diantisipasi oleh kini pertahanan Catania.
Sibuk menyerang, Roma kembali tertunduk ketika Bergessio mencetak gol ketiga Catania sepuluh menit babak kedua berlangsung. Tendangan kaki kanan Bergessio gagal diantisipasi De Sanctis dan catania kembali unggul dua gol.
Rudi Garcia memilih melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan kinerja timnya. Mehdi Benatia dimasukkan untuk menggantikan Leandro Castan dan Michel Bastos masuk menggantikan Adem Ljajic.
Pergantian pemain itu nampaknya tidak banyak memengaruhi kinerja Roma di lapangan. Mereka secara umum masih menguasai permainan tetapi kehilangan efektivitas ketika berada di depan gawang lawan.
Performa buruk Roma ini kembali dihukum oleh Catania. Pablo Barrientos melepas tendangan terarah dari luar kotak penalti. Tendangan itu tidak terlalu keras tetapi arahnya membunuh. De Sanctis yang sudah melompat pun tak mampu menghentikannya. Catania 4, Roma 1.
Skor mengejutkan itu bertahan hingga pertandingan usai. Artinya, Roma memastikan diri bakal finis di posisi dua Serie A musim ini. Dengan kata lain; Juventus meraih Scudetto! Dengan dua pertandingan tersisa, Roma sudah tak mungkin lagi mengejar lagi jarak delapan poin dengan Juve.
Bagi Catania, kemenangan ini penting untuk menjaga asa mereka bertahan di Serie A tetap hidup. Catania naik satu peringkat ke posisi 19, terpaut tiga poin dari zona aman.
Statistik Catania vs AS Roma
Penguasaan bola: 38% - 62%
Shot (on goal): 13 (8) - 12 (4)
Corner: 6 - 6
Pelanggaran: 11 - 8
Offside: 2 - 5
Kartu kuning: 1 - 5
Kartu merah: 0 - 0
Susunan pemain Catania: Frison; Peruzzi, Monzon, Gyomber; Rolin; Izco, Rinaudo (Lodi, 87'), Barrientos; Castro (Biraghi, 82'), Bergessio, Leto (Plasil, 65').
Susunan pemain AS Roma: De Sanctis; Maicon, Romagnoli, Castan (Benatia, 57'), Dodo; Pjanic, De Rossi, Taddei (Gervinho, 37'); Florenzi, Totti, Ljajic (Bastos, 57'). (bola/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
LATEST UPDATE
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







