Sejak Awal Sarri Memang Tidak Cocok dengan Proyek Cristiano Ronaldo, Salah Juventus?
Richard Andreas | 8 Agustus 2020 23:45
Bola.net - Maurizio Sarri hanya bertahan semusim di kursi panas pelatih Juventus. Sabtu (8/8/2020) malam WIB, Si Nyonya Tua resmi mengumumkan pemecatan Sarri, keputusan yang sudah diduga tapi tetap mengejutkan.
Isu pemecatan Sarri sebenarnya sudah muncul ke permukaan sejak beberapa bulan lalu, sebagian fans Juve tidak suka gaya bermain Sarri yang cenderung memaksa para pemain menyesuaikan diri, yang berakibat pada dicadangkannya sejumlah pemain top.
Untungnya, isu ini sempat mereda ketika Juve berhasil menjuarai Serie A beberapa pekan lalu. Memang berita "Juve menjuarai Serie A" sudah sangat biasa dalam sembilan tahun terakhir, gonta-ganti pelatih pun tak masalah. Namun, tetap saja prestasi ini hampir menyelamatkan Sarri.
Nahas bagi Sarri, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB, Juve tersingkir secara mengenaskan dari Liga Champions. Mereka menang 2-1 atas Lyon di Turin, tapi kalah agresivitas gol tandang karena takluk 0-1 pada lawatan ke kandang Lyon sebelumnya
Sebenarnya apa yang salah dengan Sarri? Atau Justru pihak klub yang keliru? Selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Bahkan ragukan diri sendiri
"Jika Juve berhasil jadi juara [Serie A] bersama saya, berarti kami memang bagus!"
Itulah salah satu penggalan kalimat Sarri di sela-sela perayaan trofi Serie A musim ini. Komentar itu bernada negatif, yang seharusnya tak dikeluarkan seorang pelatih.
Sarri seolah-olah tidak yakin dengan kemampuannya sendiri, dan dia punya alasan yang kuat untuk itu. Sepanjang kariernya, koleksi trofi Sarri sangat minim. Trofi Serie A musim ini hanyalah koleksi keduanya usai membantu Chelsea menjuarai Liga Europa musim lalu.
Singkatnya, jauh di dalam lubuk hatinya, Sarri tahu bahwa dia sangat beruntung bahwa Juve tetap bisa jadi juara Serie A musim ini.
Proyek besar Juventus: Cristiano Ronaldo
Dua musim lalu, Juve menuntaskan transfer paling ambisius di era modern, mereka mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid, yang saat itu tiba di usia 33 tahun.
Alasan Juve mendatangkan Ronaldo hanya satu, dan tidak sulit ditebak: Menjuarai Liga Champions. Ya, mereka sudah terlalu tangguh di Serie A, Ronaldo tidak dibutuhkan untuk kompetisi domestik.
Masalahnya, ketika pihak klub sudah mengandalkan satu pemain spesifik, mereka harus mencari pelatih yang tepat. Massimiliano Allegri dianggap gagal memaksimalkan potensi Ronaldo, dipecat. Kini Sarri pun demikian, juga dipecat.
Juve sudah tahu risiko dengan mendatangkan Ronaldo, yakni bahwa tim harus dibentuk khusus untuk memanjakan dan memaksimalkan potensi sang pemain. Masalahnya, Sarri tidak tepat untuk itu.
Taktik Sarri tidak cocok
Untuk memaksimalkan potensi Ronaldo, yang kini sudah 35 tahun, tim Juve harus menerapkan gaya bermain khusus. Ronaldo harus jadi titik pusat serangan dan dia tidak boleh kelelahan dalam pergerakan tanpa bola.
Zinedine Zidane berhasil mengatasi ini di Real Madrid beberapa tahun lalu, Ronaldo benar-benar moncer meski tidak banyak bergerak. Sarri, terbukti, gagal melakukannya.
Masalahnya selalu sama. Sarri terlalu kaku memegang teguh prinsip sepak bolanya dan tidak mau mengutak-atiknya sedikit untuk menyesuaikan dengan superstar dalam tim.
Di sisi lain, Ronaldo telah meraih begitu banyak trofi, dan jelas tidak akan mengubah gaya bermainnya untuk pelatih yang sebelumnya hanya pernah meraih trofi Liga Europa.
Inilah alasan utama di balik permainan membosankan Juve musim ini. Ada dua kepala besar dengan dua keinginan khusus, tapi tidak bisa disatukan.
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
5 Kesalahan yang Bikin Maurizio Sarri Dipecat Juventus: Terlalu Manjakan Ronaldo?
3 Pesakitan Juventus Beri 'Like' untuk Pengumuman Pemecatan Maurizio Sarri
Juventus Harus Bayar Rp345 Miliar untuk Pecat Maurizio Sarri
Maurizio Sarri Dipecat, Haruskah 6 Pemain Juventus dengan Performa Terburuk Musim Ini Menyusul?
Para Kandidat Pengganti Maurizio Sarri, Dari Mauricio Pochettino hingga Simone Inzaghi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST UPDATE
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
