Sindiran Jurnalis Italia untuk Fans AC Milan Soal Insiden Samuele Ricci: Jika Terbalik, Pasti Bicara Liga Marotta

Asad Arifin | 10 Maret 2026 22:41
Sindiran Jurnalis Italia untuk Fans AC Milan Soal Insiden Samuele Ricci: Jika Terbalik, Pasti Bicara Liga Marotta
Sejumlah pemain terlibat adu argumen dalam pertandingan Serie A antara AC Milan melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Kontroversi potensi handball Samuele Ricci pada laga AC Milan vs Inter Milan di pekan ke-28 Serie A 2025/2026 masih menjadi perbincangan hangat. Insiden yang terjadi di menit akhir Derby della Madonnina itu memicu perdebatan luas di Italia.

Bola sempat mengenai lengan Ricci di dalam kotak penalti Milan. Namun, wasit Daniele Doveri bersama tim VAR memutuskan untuk tidak memberikan penalti kepada Inter Milan.

Advertisement

Keputusan tersebut kemudian mendapat dukungan dari otoritas wasit Serie A. Mereka menilai tindakan Ricci tidak memenuhi kriteria pelanggaran handball yang dapat dihukum penalti.

Meski demikian, diskusi publik belum mereda. Salah satu suara paling keras datang dari jurnalis Italia Riccardo Trevisani yang menyoroti reaksi para penggemar AC Milan terhadap insiden tersebut.

1 dari 3 halaman

Riccardo Trevisani Sindir Reaksi Fans Milan

Riccardo Trevisani Sindir Reaksi Fans Milan

Christian Pulisic dan Piotr Zielinski berebut bola dalam laga Liga Italia antara AC Milan vs Inter Milan di San Siro, 9 Maret 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Riccardo Trevisani, salah satu komentator sepak bola paling populer di Italia, menilai publik perlu melihat situasi tersebut secara lebih objektif. Ia bahkan menyindir cara sebagian fans Milan merespons kontroversi itu.

Trevisani menyebut perdebatan sering kali dipenuhi bias dukungan klub. Menurutnya, analisis sepak bola seharusnya tidak didorong oleh emosi fanatisme.

“Orang-orang suka memulai kontroversi. Tinggalkan cara bicara yang bias terhadap penggemar dan cobalah untuk membuat analisis yang jernih," buka Trevisani.

“Para penggemar Milan yang mengatakan hari ini bahwa itu bukanlah penalti akan turun ke jalan dengan bendera, membicarakan Liga Marotta, jika situasinya terbalik," ucap Trevisani.

2 dari 3 halaman

Perdebatan Juga Melibatkan Legenda Milan dan Inter

Perdebatan Juga Melibatkan Legenda Milan dan Inter

Fikayo Tomori, berebut bola dengan Pio Esposito, dalam laga Serie A antara AC Milan melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Luca Bruno

Kontroversi tersebut tidak hanya memancing komentar dari jurnalis. Dua legenda sepak bola Italia, Alessandro Costacurta dan Beppe Bergomi, juga memiliki pandangan berbeda soal insiden tersebut.

Costacurta menilai sepak bola modern mulai bergerak ke arah yang tepat. Menurutnya, insiden seperti yang melibatkan Ricci memang seharusnya tidak lagi dianggap sebagai pelanggaran penalti.

Sebaliknya, Bergomi berpendapat wasit seharusnya meninjau ulang kejadian itu melalui monitor di pinggir lapangan. Ia merasa pemeriksaan ulang dapat memberikan kepastian yang lebih jelas.

“Setidaknya, jujurlah pada diri sendiri, jika tidak, kita tidak akan pernah berkembang. Dalam situasi seperti ini, tim mana pun yang tidak mendapatkan penalti pasti akan marah," sambung Trevisani.

Sumber: Football Italia

LATEST UPDATE