Spalletti Blak-blakan Soal Kenan Yildiz: Dia Pemecah Kebuntuan Juventus!
Editor Bolanet | 22 November 2025 15:00
Bola.net - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan pujian setinggi langit kepada bintang muda timnya, Kenan Yildiz. Sanjungan ini diberikan jelang laga tandang berat melawan Fiorentina pada lanjutan Serie A akhir pekan ini.
Spalletti menilai pemain asal Turki tersebut memiliki kemampuan spesial yang jarang dimiliki pemain lain. Yildiz dianggap sebagai sosok krusial yang mampu menjadi jembatan permainan bagi seluruh anggota tim di lapangan.
Sementara itu, rumor mengenai penundaan kontrak baru Yildiz sedang hangat diperbincangkan media Italia. Namun, Spalletti enggan ambil pusing dan memilih fokus memaksimalkan potensi sang wonderkid di atas rumput hijau.
Di sisi lain, laga ini juga menjadi momen reuni yang panas bagi Spalletti dengan publik Florence. Sang pelatih menyadari betul bahwa dirinya tidak akan disambut dengan ramah oleh pendukung tuan rumah di Stadio Franchi.
Yildiz Si Pemecah Sistem

Kualitas teknis Kenan Yildiz tampaknya benar-benar membuat Spalletti terkesan selama sesi latihan. Sang pelatih bahkan menyebut Yildiz sebagai sosok yang paling mudah diajak bekerja sama dalam skema taktiknya.
Kemampuan kepemimpinan dan kecerdasan posisi menjadi nilai tambah yang membuat Yildiz tak tergantikan. Ia adalah tipe pemain yang bisa merusak pertahanan lawan dengan cara yang tidak terduga.
"Bagi saya, mudah bermain dengan Yildiz, dialah yang merusak sistem dan pola lawan," puji Spalletti.
"Siapa pun yang bekerja sama dengan Yildiz akan terhubung dengan seluruh tim. Dia tahu cara menempatkan diri dalam tim dan dia punya jiwa kepemimpinan, jadi itu yang terbaik bagi saya," tambahnya.
Masa Depan Bukan Urusan Pelatih

Terkait isu kontrak Yildiz yang dikabarkan sedang ditunda, Spalletti memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia menegaskan bahwa urusan perpanjangan masa bakti pemain adalah ranah manajemen klub sepenuhnya.
Fokus utamanya saat ini hanyalah meracik strategi terbaik untuk meraih kemenangan di markas lawan. Ia percaya manajemen Bianconeri sudah tahu langkah terbaik apa yang harus diambil untuk aset berharganya.
"Saya tidak akan membahas soal pembaruan kontrak, itu bukan urusan saya. Saya memantaunya, tetapi klub tahu apa yang harus dilakukan," tegasnya.
Siap Hadapi Tekanan Suporter Fiorentina
Lawatan ke markas Fiorentina selalu menyajikan atmosfer permusuhan yang kental bagi Juventus, apalagi bagi mantan pelatih mereka. Spalletti mengaku sudah sangat paham dengan lingkungan di sana karena pernah melatih La Viola bertahun-tahun silam.
Ia memastikan mentalnya tidak akan goyah meski mendapat sambutan dingin atau cemoohan dari tribun penonton. Pengalaman panjangnya di Serie A membuatnya tenang menghadapi situasi panas semacam ini.
"Saya tahu lingkungannya dengan baik karena saya menghabiskan bertahun-tahun di sana. Saya akan menerima setiap situasi karena saya sudah pernah berada di sana," ujar Spalletti dengan tenang.
"Saya akan memasuki lapangan sebagai pelatih Juventus dan akan menerima segalanya. Demi kecintaan pada olahraga ini, kami harus menunjukkan yang terbaik dari kami, bukan yang terburuk," lanjutnya.
Target Menang di Laga Sulit
Terlepas dari drama di luar lapangan, Spalletti tetap menargetkan performa maksimal dari anak asuhnya. Ia menyadari bahwa Fiorentina yang sedang mencari kemenangan perdana akan tampil habis-habisan.
Konsistensi permainan menjadi harga mati jika Juventus ingin membawa pulang tiga poin dari Florence. Spalletti berharap pasukannya bisa tampil tenang dan tidak terprovokasi oleh tekanan tuan rumah.
"Saya selalu menghormati semua orang. Saya tenang menjadi pelatih Juventus juga di stadion Fiorentina, dan saya mengharapkan permainan hebat dari para pemain saya," tuturnya.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit bagi kami," tutup Spalletti.
BACA INI JUGA BOLANETERS!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Juventus vs Galatasaray: Victor Osimhen
Liga Champions 26 Februari 2026, 07:48
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
LATEST UPDATE
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
-
Hasil Persita vs Dewa United: Tren Positif Tim Tamu Terus Berlanjut
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:52
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
-
Krisis Cedera yang Menggerogoti Liverpool: Tumbangnya Pemain-Pemain Kunci
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:59
-
PSG Susah Payah ke 16 Besar Liga Champions: Magis Sudah Habis?
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:28
-
Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:18
-
2 Calon Lawan Menanti Real Madrid di 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:06
-
Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58







