Sudah Pakem dengan Formasi Pohon Cemara, Juventus Enggan Balik ke 4-3-3
Yaumil Azis | 31 Oktober 2019 08:25
Bola.net - Maurizio Sarri belakangan ini sering menerapkan formasi 4-3-1-2 di klub barunya, Juventus. Padahal ia dikenal sebagai pelatih yang mengusung 4-3-3 sebagai formasi andalannya.
Formasi itu mulai digunakan olehnya saat menukangi Napoli beberapa tahun lalu. Kemudian, pakem tersebut ia terapkan kembali saat melatih Chelsea musim lalu.
Sebenarnya, di beberapa pertandingan awal, Sarri sempat menerapkan formasi 4-3-3 untuk Juventus. Namun semenjak Douglas Costa cedera dan kurangnya pengganti yang sepadan, Sarri pun memutuskan untuk mengubah formasinya.
Kebetulan, pria berumur 60 tahun itu memiliki materi yang cukup melimpah di posisi trequartista. Ada Aaron Ramsey, Paulo Dybala, hingga Federico Bernardeschi yang siap mengisi peran tersebut. Sarri pun mengubah strateginya menjadi 4-3-1-2.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
4-3-1-2 Cocok untuk Juventus
Namun dalam beberapa kesempatan, Aaron Ramsey tidak bisa dimainkan karena mengalami cedera. Sementara itu, Federico Bernardeschi tampak kesulitan bermain di posisi tersebut.
Dengan kembalinya Douglas Costa, seharusnya Sarri bisa kembali mengusung formasi 4-3-3. Namun ia merasa formasi yang sekarang sudah jauh lebih baik dan enggan kembali ke pakem 4-3-3.
"Dari segi karakteristik, saya pikir tim ini lebih cocok bermain dengan satu orang di belakang striker ketimbang tiga penyerang. Ini sistem yang sedikit mengganggu Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo," ujar Sarri kepada Sky Sport Italia.
Nasib Douglas Costa?
Douglas Costa sendiri dikenal sebagai seorang penyerang sayap. Dengan formasi ini, otomatis pria asal Brasil tersebut kehilangan tempat di skuat inti Juventus. Namun Sarri menjamin bahwa Douglas Costa akan tetap digunakan.
"Douglas Costa juga bisa bermain sebagai trequartista, terutama di Shakhtar Donetsk. Dia baru kembali selama dua hari, jadi kami tak punya waktu untuk mencobanya dalam peran itu," lanjutnya.
"Ini adalah skuat yang memenangkan delapan gelar Serie A secara berturut-turut, jadi saya pikir mereka mungkin sedikit kekurangan determinasi, baik di depan maupun bertahan," tandasnya.
Berikutnya, Juventus akan menjalani laga derby yang sengit melawan musuh bebuyutannya, Torino, dalam laga pekan ke-11 Serie A hari Minggu (3/11/2019) nanti. Pertandingan tersebut digelar di Olimpico Torino.
(Football Italia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
-
Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
Liga Italia 4 Juni 2026, 14:21
-
Diminati Juventus, Alisson Becker Putuskan Bertahan di Liverpool
Liga Inggris 4 Juni 2026, 12:23
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













