Tentang Formasi 4-2-4 AC Milan dan Penyangkalan Paulo Fonseca
Asad Arifin | 7 Oktober 2024 08:27
Bola.net - AC Milan menelan kekalahan saat berjumpa Fiorentina pada pekan ke-7 Serie A, Senin (7/10/2024) dini hari WIB. Milan kalah dengan skor 1-2, yang menegaskan bahwa performa mereka belum cukup konsisten.
Ketika memainkan laga tandang ke Artemio Franchi, Milan kebobolan pada menit ke-35 dari sang mantan Yacine Adli. Rossoneri lantas menyamakan kedudukan lewat aksi Pulisic pada menit ke-60.
Pasukan Paulo Fonseca kalah setelah sepakan keras Albert Gudmundsson menghujam keras ke gawang Mike Maignan. Milan kalah. Ini merupakan kekalahan kedua Milan secara beruntun, setelah sempat bangkit dan menang dua laga beruntun.
Laga Milan melawan Fiorentina bukan soal tiga penalti yang gagal jadi gol. Laga ini juga menjadi tanda bahwa kebangkitan Milan beberapa waktu lalu hanyalah kebangkitan semu.
Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Formasi 4-2-4 Belum Optimal

Di awal musim, pelatih Paulo Fonseca memakai formasi dasar 4-2-3-1. Tijjani Reijnders bermain sebagai gelandang serang. Namun, Fonseca membuat perubahan pada laga melawan Inter Milan. Fonseca memakai formasi 4-2-4.
Fonseca memainkan Alvaro Morata di posisi Reijnders. Milan bermain dengan 4-2-4, dengan Morata terkadang bergerak di belakang Tammy Abraham. Milan menang 2-1 lawan Inter Milan.
Formasi yang sama dipakai Milan saat bersua Lecce. Milan lagi-lagi meraih hasil positif. Morata bermain sangat apik, mencetak satu gol. Milan menang dengan skor 3-0.
Namun, formasi 4-2-4 dapat ujian penting saat Milan berjumpa Bayer Leverkusen di Liga Champions. Milan kalah dengan skor 0-1. Setelah itu, Milan kalah dengan skor 1-2 dari Fiorentina. Milan kalah dua laga beruntun.
Taktik AC Milan tak Salah, Pemainnya yang Keliru!

Setelah kalah dari Fiorentina, Fonseca menolak taktik yang dipakai jadi biang kerok kekalahan AC Milan. Pelatih asal Portugal itu menyangkal taktiknya yang membuat AC Milan kalah. Dia merasa pemain yang salah.
"Saya pikir kami telah melakukannya dengan baik dengan struktur ini sampai sekarang, bukan karena Fiorentina menciptakan banyak peluang. Yang kurang adalah agresivitas," kata Fonseca.
"Di babak pertama, terlalu mudah untuk membiarkan gol lewat lemparan ke dalam dan gol kedua juga lewat umpan panjang. Saya katakan kepada para pemain saya, ini bukan masalah taktik, ini tentang kurangnya agresivitas dalam bertahan dan menyerang," tegasnya.
Sumber: Football Italia
Klasemen Serie A 2024/2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


