Terungkap! Rasmus Hojlund Ternyata Tolak AC Milan dan Pilih Napoli Gara-Gara Hal Ini

Editor Bolanet | 17 Januari 2026 16:06
Terungkap! Rasmus Hojlund Ternyata Tolak AC Milan dan Pilih Napoli Gara-Gara Hal Ini
Selebrasi Rasmus Hojlund dalam laga Supercoppa Italiana antara Napoli vs AC Milan, Jumat (19/12/2025). (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Rasmus Hojlund ternyata sempat menolak tawaran AC Milan sebelum resmi berlabuh ke Napoli. Drama di balik layar transfer mantan penyerang Manchester United ini akhirnya terungkap ke publik.

Rossoneri sejatinya sudah menyodorkan proposal serius di atas meja perundingan Setan Merah. Namun, sang pemain punya pertimbangan lain yang membuat kesepakatan itu layu sebelum berkembang.

Advertisement

Bukan soal gaji atau restu dari manajemen United yang menjadi penghalang utama kesepakatan ini. Keputusan tersebut murni datang dari penilaian pribadi striker Timnas Denmark itu terhadap proyek olahraga yang ditawarkan.

Lantas, apa yang membuat Napoli lebih menggoda di mata Hojlund dibanding Milan? Berikut detail di balik layar kegagalan transfer tersebut berdasarkan laporan jurnalis Matteo Moretto mengutip dari Football Italia.

1 dari 4 halaman

Tawaran Menggiurkan Milan

Tawaran Menggiurkan Milan

Selebrasi Rasmus Hojlund usai menjebol gawang Emil Audero di laga Cremonese vs Napoli, Minggu (28/12/2025). (c) Alberto Mariani/LaPresse Via AP Photo

Milan sebenarnya tidak main-main dalam memburu tanda tangan Hojlund. Mereka datang dengan skema peminjaman berbayar senilai €3,5 juta kepada Manchester United.

Proposal itu dilengkapi dengan opsi pembelian permanen seharga €35 juta di akhir masa peminjaman. Angka ini menunjukkan niat besar Milan untuk merombak lini serang mereka dengan menjadikan Hojlund sebagai pusat permainan.

Manajemen Milan sudah bergerak agresif pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, negosiasi tidak pernah benar-benar mencapai momentum puncak meski uang sudah disiapkan.

Faktor finansial ternyata bukan satu-satunya kunci dalam kesepakatan ini. Hojlund melihat ada celah dalam proposal Milan yang tidak sesuai dengan visi kariernya.

2 dari 4 halaman

Bukan Salah Manchester United

Bukan Salah Manchester United

Rasmus Hojlund dan Alessandro Circati berebut bola dalam laga Serie A antara Napoli vs Parma di Naples, 15 Januari 2026 (c) Alessandro Garofalo/LaPresse via AP

Kegagalan transfer ini sering dikaitkan dengan alotnya negosiasi antar klub. Padahal, faktor penentunya bukan sikap Manchester United, melainkan evaluasi mandiri dari sang pemain.

Hojlund meneliti konteks olahraga yang ditawarkan Milan dengan sangat hati-hati. Ia merasa proposal dari tim yang bermarkas di San Siro itu tidak sepenuhnya memenuhi ambisi pribadinya saat ini.

Sang striker menginginkan kepastian mutlak sebelum meninggalkan Old Trafford. Ia tidak ingin nasibnya sekadar menjadi opsi cadangan atau bergantung pada performa semusim.

Penolakan ini murni didasarkan pada jaminan teknis di lapangan. Hojlund butuh panggung yang tepat untuk mengembalikan ketajaman naluri golnya.

3 dari 4 halaman

Dua Syarat Mutlak Hojlund

Ada dua elemen krusial yang menjadi landasan penolakan Hojlund terhadap Milan. Pertama, ia bertekad kuat untuk terus bermain di kompetisi Liga Champions Eropa.

Kompetisi elit benua biru itu dianggap vital bagi perkembangan karier dan profil internasionalnya. Hojlund tidak ingin absen dari panggung tertinggi sepak bola Eropa tersebut.

Kedua, ia menginginkan jaminan transfer permanen yang jelas sejak awal. Ia menolak skema kesepakatan yang digantungkan pada syarat-syarat tertentu atau negosiasi ulang di masa depan.

Milan hanya menawarkan opsi pembelian, bukan kewajiban pembelian. Hal ini menjadi titik lemah yang membuat Hojlund ragu untuk menerima pinangan mereka.

4 dari 4 halaman

Napoli Menang Langkah

Napoli hadir di saat yang tepat dengan tawaran yang lebih konkret dan meyakinkan. Klub asal Naples itu mampu memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh Hojlund.

Partenopei bergerak dengan keyakinan penuh menyodorkan proyek teknis yang jelas. Mereka juga memberikan jaminan klausul pembelian yang tegas, bukan sekadar opsi tentatif.

Kepastian inilah yang menjadi faktor penentu keputusan Hojlund. Ia merasa Napoli lebih serius menginginkan jasanya sebagai bagian integral dari tim masa depan.

Milan pun hanya bisa gigit jari melihat target ambisius mereka lepas. Kegagalan ini menyisakan penyesalan karena transfer batal bukan akibat kurangnya niat klub, melainkan tuntutan jaminan dari sang pemain.

LATEST UPDATE